
Di dalam ruangan itu, Liza, Berfield dan juga Markes masing-masing menunjukkan pakaian baru untuk kekaisaran. Itu bukan pakaian mereka biasanya melainkan seragam militer yang masing-masing sepaket dengan topi di atas kepala mereka.
"Kukira kamu membenci sesuatu yang seperti ini?" tanya Berfield ke arah Liza yang berputar-putar di depan cermin.
"Aku pikir pakaiannya akan seperti yang kalian kenakan tapi aku bersyukur bahwa untuk wanita mereka bisa memilih antara rok dan celana."
"Apa bagusnya mengenakan rok? Benarkan Markes."
"Maaf tapi aku suka melihat wanita dengan rok, terkadang aku penasaran seperti apa yang ada di baliknya."
"Maaf sudah bertanya, kau juga pria normal rupanya.. aku pikir dalam kepalamu hanya ada otot saja."
"Jadi begitulah kau memandangku selama ini."
Seragam militer mereka dibuat sedemikian rupa dengan warna putih dan biru, serta jika itu atasan mereka diberikan bintang di pakaian mereka.
Lisa sebagai pasukan bintang satu elit.
Markes, bintang dua dan Berfield bintang tiga. Berhubung kesatria valkyrie telah dimusnahkan maka seuntuhnya akan dihilangkan.
Liza berkata pada dirinya di cermin.
"Sejujurnya aku tidak masalah jika Rinko menjadi pemimpin wilayah kekaisaran ini, bagiku dia memang pantas mendapatkannya."
"Jika dia melakukannya, ia akan merasa bahwa dirinya sama seperti kaisar, ia hanya berniat memberikan kursi pada orang yang berhak."
"Apapun pilihannya, selain pemimpin baru tidak ada bedanya untuk kita.. malahan sekarang kerajaan demi-human bisa bekerja sama dengan kekaisaran dalam memerangi pasukan raja iblis."
Entah Liza ataupun Berfield mengangguk akan argumen dari Markes. Masih ada beberapa orang yang mendukung kebijakan kaisar sebelumnya namun Rinko memilih melempar mereka keluar kekaisaran terlepas dari jabatan mereka.
Seharusnya dengan contoh seperti itu tidak ada lagi yang akan menentang kebijakannya.
Rinko masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk beberapa kali, dia juga mengenakan seragam yang sama dengan membawa enam pedang biasanya di pinggang.
__ADS_1
"Kita akan pergi sekarang, kalian sudah siap."
"Siap sekali, tapi ngomong-ngomong tujuan kita kemana? Aku memang pernah mendengar soal keturunan kaisar tapi letaknya tidak diketahui," ucap Markes demikian.
"Apa kalian masih ingat soal gadis yang menyelamatkan putri Riel."
"Gadis itu?"
Dua lainnya juga mengangguk.
"Keturunan kaisar berada di negara yang sama dengannya, aku sudah menyelidikinya dan setiap penerus kekaisaran memiliki tanda di dada kirinya."
"Dada kirinya? Apa itu?"
"Sesuai yang kalian pikirkan, menurut arsip kekaisaran tanda itu diberikan oleh Dewi Iris sebagai berkah, bagaimanapun itu alasan kenapa kekaisaran bisa memanggil pahlawan kemari."
Berfield diam memikirkannya.
"Tepat sekali, jika kaisar melahirkan pria tanda itu tidak dimilikinya.. karena itulah setiap generasi kekaisaran hanya dipimpin oleh wanita."
"Sungguh mengejutkan, kaisar sebelumnya benar-benar merubah semuanya," ucap Markes menimpali.
"Mungkin ini akan menjadi perjalanan yang cukup lama akan tetapi batas waktu kita sampai musim dingin ini berakhir."
"Kami mengerti," Liza mengangguk mengiyakan.
Mereka akhirnya meninggalkan kekaisaran, berkat musim dingin pasukan raja iblis akan berhenti sementara waktu, dengan menyerahkan pada para petinggi kekaisaran seharusnya itu cukup.
Di luar gerbang kekaisaran Rinko melukai tangannya hingga darah jatuh ke lingkaran sihir di dekat kakinya, perlahan lingkaran itu bersinar lalu memunculkan seekor rubah ekor sembilan dengan warna putih bersih.
Melihat itu ketiga orang selain Rinko berlutut padanya.
Ia sering disebut sebagai Dewi demi-human jelas sekali semua orang menghormatinya sebagai pendiri Sentinal bernama Okami.
__ADS_1
"Rinko kah, tidak biasanya kamu memanggilku."
"Kami perlu tunggangan ke negara timur, bisakah kamu membantu."
"Kau hanya memanggilku hanya untuk itu, apa kau tahu siapa aku? Aku ini pendiri kerajaan demi-human."
"Kita punya kontrak loh ingat."
Ketiga orang yang berlutut gemetaran.
"Dia yang asli."
"Benar, kenapa Rinko punya kontrak dengan makhluk agung."
"Kalian sepertinya dari negara demi-human?"
Masing-masing dari mereka memperkenalkan diri dan mengatakan mereka bawahan Rinko.
"Begitu, apa boleh buat... aku akan mengantar kalian, naiklah ke punggungku... ini akan menjadi perjalanan cepat."
"Berapa lama?" potong Rinko.
"Saat tiba itu awal musim dingin."
"Cuma sehari."
"Ada masalah Rinko."
"Tidak ada."
Rinko mendorong kacamatanya sebelum melompat ke leher Okami, begitu juga yang lainnya yang tampak ragu melakukannya.
Okami mengibaskan kesembilan ekornya sebelum berlari menjauh.
__ADS_1