Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 11 : Penyelamatan Di Malam Hari


__ADS_3

"Jadi kenapa kalian juga ikut," Elsa memberikan keluhannya saat semua orang turut ikut untuk pergi ke wilayah naga.


Mereka menumpang pada kereta pedagang dan sekarang rasanya semua tempat sangatlah sempit.


Mebel yang membalas.


"Sudah jelas bukan, kami harus ikut... meninggalkan tuan dengan hanya dirimu sendiri, akan membebaninya dalam perjalanan terlebih semua orang di sini juga ingin sesekali ikut jalan-jalan."


Yorin, Kamui dan Misa mengangguk sepakat.


Elsa melirik ke arah Adi dengan wajah cemberut, ketika sudah sejauh ini, mengusir mereka tidak mungkin dilakukan Adi.


"Lebih banyak orang lebih baik," katanya selagi mengalihkan pandangan ke samping. Bisnis dan pelajaran akademi jelas akan terganggu walaupun Adi berharap itu akan tetap berjalan saat mereka berdua pergi.


"Kamu punya budak-budak yang bersemangat di sana," suara itu berasal dari depan.


"Apa masalah pak tua?" tanya Kamui.


"Tentu tidak, beberapa hari aku membawa budak yang sama tapi pandangan mereka tampak memprihatinkan."


Elsa maupun Mebel tertarik dengan itu.


"Bisa boleh aku tahu kemana para budak itu dibawa?"


"Ke tempat yang sama yang akan kita datangi kota pelabuhan."


"Mereka mungkin akan dikirim ke luar benua."


Diam-diam semua orang kecuali Adi memiliki niat buruk di dalam kepala mereka, seperti rencana awal mereka ingin menambah anggota Shadow Hunter dan ini merupakan sesuatu kesempatan yang mereka tidak ingin lewatkan.


Sesampainya di pelabuhan mereka mengucapkan terima kasih sebelum memasuki kota, kota pelabuhan kerap disebut sebagai kota sederhana namun di sini hal itu tidak berlaku. Mereka memiliki bangunan tinggi serta situasi yang begitu mirip dengan kota-kota lainnya jikapun ada yang berbeda itu adalah bahwa mereka memiliki laut dengan sekitarnya dipenuhi kapal-kapal besar.


Di sepanjang jalan kamu bisa melihat sebuah pasar yang menjual beraneka makanan laut dengan harga yang cukup murah.


Misa tertarik akan hal itu tapi mereka tidak datang untuk bersantai, Adi langsung mencari kapal untuk pergi ke wilayah naga sayangnya tidak ada siapapun yang ingin berlayar untuk dua hari ke depan.


Mereka mengatakan akan ada badai paling tidak mereka hanya akan bisa mengantar di hari ke tiga.


Semua orang melirik ke arah langit yang terlihat cerah bagaimana pun kamu melihatnya.


"Kalian mencoba membodohi kami hah?" kata Kamui memaksa dari mereka menjelaskan.


Singkatnya laut di wilayah sini memiliki iklim aneh, dalam seminggu akan terjadi badai dua hari di hari yang sama serta di waktu sama, tidak tergantung cuaca bahkan ketika hari cerah.


Kelompok Adi memutuskan untuk mengambil waktu beristirahat di penginapan, dari mereka merencanakan sebuah rahasia tersembunyi tentunya.


Di bawah langit malam yang menjatuhkan air hujan, Adi berdiri di atas bangunan selagi memegangi sebuah payung, tatapannya terarah pada semua gadis yang telah menyelinap keluar dengan pakaian ketat mereka.


"Kamu tidak menghentikan mereka."

__ADS_1


"Aku tidak ingin mencampuri apa yang mereka inginkan, mungkin dibandingkan siapapun mereka lebih tahu bagaimana kehidupan menjadi budak, aku juga setuju jika mereka ingin mencoba menghapus seluruh perbudakan."


"Ara, itu akan membuatmu menjadi musuh para bangsawan juga."


"Tidak peduli, apa itu bangsawan, iblis atau dewa sekalipun, jika mereka berbuat jahat mereka pantas dihukum."


Mesna tertawa.


"Kamu orang yang menarik Adi, aku entah kenapa jadi lebih menyukaimu."


Adi merasakan sesuatu dingin merebas di belakang punggungnya, Mesna mungkin Dewi yang cantik namun di sisi lain dia juga cukup merepotkan untuk diatasi, terutama tentang obsesinya terhadap puding.


"Sekarang puding seperti apa yang ingin aku makan."


"Aku sudah mengantuk, waktunya tidur."


"Jangan pura-pura tidak mendengarkan."


Adi menutup payung sebelum masuk ke dalam penginapan.


Sudut pandang para gadis.


Malam ini kami akan menyelamatkan budak dan merekrutnya menjadi bagian dari Shadow Hunter, tentu saja tidak ada paksaan bagi mereka jika mereka memutuskan untuk kembali maka kami semua tidak keberatan untuk memulangkannya.


Selagi meyakinkan dirinya, Misa mulai merakit senjatanya di atas meja, berkat bantuan Yorin senjata itu telah diperkuat hingga jika ia berniat menembak jatuh seekor naga yang terbang di langit, itu bukan hal mustahil.


Misa memasukannya ke dalam sarung peti untuk mudah dibawa di punggungnya. Yorin yang bertugas memastikan tuan mereka sudah tertidur muncul.


Semua orang mengangguk sebelum mengenakan earphone mereka, mereka menggunakan pakaian ketat yang memiliki fungsi untuk menyembunyikan diri mereka. Awalnya Yorin membuatnya hanya untuk Mebel, namun mengingat bagaimana pekerjaan mereka dituntut harus tersembunyi mau tidak mau Yorin harus memikirkan untuk memberikannya satu untuk setiap orang.


Hujan berhenti tepat saat mereka memasuki kawasan yang dinyatakan sebagai pengepul para budak. Kerajaan Erdan sendiri hanyalah kerajaan kecil karenanya penjahat kerap menggunakan celah keamanan yang minim untuk menjalankan bisnisnya.


Misa naik ke bangunan paling dekat untuk memasang senjata miliknya, dia berjaga dengan posisi tengkurap selagi memperhatikan setiap pergerakan rekannya melalui teropong.


"Aku sudah siap."


"Kalau begitu kami masuk."


"Roger."


Mereka menggunakan fungsi pakaian mereka untuk tidak terlihat, dua orang penjaga bertubuh besar langsung tumbang begitu saja saat Elsa dan Mebel memukul tubuh mereka.


Kamui tampak bosan saat mengikuti semuanya dari belakang. Pertarungan seperti ini tidak terlalu berarti untuknya.


Mebel memperingati.


"Jangan lakukan apapun sebelum para budak berhasil selamat."


"Aku tahu, setelah itu aku bisa melakukan sesuatu semauku bukan."

__ADS_1


Kamui menunjukan kedua tangannya yang telah memaksa sarung tangan kebanggaannya.


"Tentu."


Mereka masuk semakin jauh, bangunan ini sangat luas maka dari itu dari mereka mulai berpencar untuk mengambil jalan berbeda.


"Sejauh ini kalian baik-baik saja, para penjaga belum ada yang menyadarinya... Elsa, sebaiknya kamu tidak mengambil apapun di dekatmu."


"Owh, kamu melihatnya... berliannya cukup bagus sayang jika begitu saja dilewatkan."


"Rubah memang punya hobi mencuri, jadi biarkan saja."


"Itu terdengar seperti elf lebih baik dari kami."


"Hah!"


Mebel mengendalikan dirinya agar tidak berkelahi di saat seperti ini, sementara itu Yorin telah menemukan semacam jalan rahasia hanya dengan menggerakkan patung berbentuk kelelawar.


Ada sebuah tangga menuju ruang bawah tanah namun jelas ada sebuah pintu besi yang tertutup.


Dia menekan earphone untuk memberitahukannya.


"Sepertinya kalian yang harus menemukan kuncinya."


"Dimengerti."


Misa memperhatikan bahwa lantai atas yang memiliki penjagaan paling ketat, dan ia meminta Elsa untuk memeriksanya lebih dulu.


"Laksanakan."


Elsa menaiki tangga, dia tidak perlu menahan diri tetang menghajar para penjaga dengan pukulannya.


"Apa yang terjadi? Siapa kau?"


Salah satunya hendak melarikan diri namun sebuah peluru menembus kepalanya hingga ia jatuh ke lantai, dengan keributan yang menggangu tersebut seorang pria gemuk keluar dari pintu satu-satunya dengan bertelanjang dada.


"Kenapa kalian berisik? Aku sedang sibuk."


Di belakangnya banyak wanita yang terlihat duduk di lantai, sebelum dia tahu apa yang terjadi kepalanya telah terpenggal oleh tangan Elsa.


"Seharusnya aku menahan diri, maaf soal barusan."


"Sejak kapan kamu bisa menggunakan pisau?"


"Aku hanya sering menggunakannya di dapur."


Para budak terkejut namun ketika sosok Elsa muncul di depan mereka, itu menjadi akhir penderitaan mereka.


"Aku akan senang jika kalian mau bekerja sama," katanya tersenyum kecil.

__ADS_1


Semuanya mengangguk dalam diam, mereka mendapatkan kunci tersebut dan banyak budak untuk diselamatkan malam itu.


__ADS_2