Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 46 : Hari Biasanya


__ADS_3

Adi terbangun di tempat kerjanya dengan tumpukan dokumen menumpuk di mejanya, ia menengok ke jendela dan sepertinya ia tidur lebih lama dari seharusnya, ia melihat bagaimana matahari telah cukup tinggi untuk mengeringkan pakaian yang dijemur di luar.


"Mereka tidak membangunkanku," apa yang dia gumamkan pada dirinya.


Adi sudah membentuk wilayah ini sedemikian rupa dengan cara bahkan jika dia tidak bekerja, wilayah akan tetap bergerak semestinya dengan memberikan beban kerja pada tiga orang. Meski terkesan pemimpin yang seenaknya hal ini perlu ia lakukan untuk bergerak dalam bayang-bayang.


Adi sudah terdaftar di guild pedagang dan guild petualang, kedua hal itu akan menariknya kembali suatu hari nanti. Karenanya wilayah ini harus bisa berjalan tanpa dirinya.


Pintu terbuka bertepatan saat Adi sedikit menguap lebar, dari sana yang datang merupakan Melty.


"Tuan sudah bangun."


"Bukannya aku pernah bilang untuk mengetuk sebelum masuk?"


"Aku hanya tidak ingin menggangu tuan," Melty berkata malu-malu.


"Aneh rasanya pipiku sedikit basah."


Adi meraba-rabanya, tanpa ia sadari beberapa gadis mungkin meletakan bibirnya di sana saat dia tertidur.


"Mungkin perasaan Anda."

__ADS_1


Melty tidak tahu harus mengatakan apa, bahwa dia juga melakukannya.


"Aku mengerti, jadi apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan?"


"Para elf meminta Anda untuk memeriksa kerajinan yang Anda buat."


"Aku mengerti."


"Dan juga?"


Adi sedikit menunggu apa yang akan dikatakan oleh Melty berikutnya, itu suatu yang dia duga akan muncul entah cepat atau lambat.


"Nona Casandra telah datang kemari."


"Dimengerti."


Begitulah Adi menangani tempatnya yang berantakan saat dia akhirnya bertemu kembali dengan Casandra yang menatapnya dengan sudut mata kesal.


"Aku cukup lelah menunggu."


"Maaf soal itu."

__ADS_1


"Jika kau menembusnya dengan menjamin seluruh keperluanku di sini maka aku tidak akan mempermasalahkannya."


Adi merasakan bahwa dia akan dihisap oleh wanita dengan gaun gothic ini sampai kering, setelah memaksanya menjadi murid sekarang dia ingin diperlakukan dengan istimewa.


"Aku mengerti, dan tolong latih aku menjadi semakin kuat."


"Senang jika kau mengerti."


Pertama Adi mulai mengajaknya untuk berkeliling melihat wilayahnya, Casandra punya gambaran bagus tentang tempat ini begitu juga para pelayan yang mengikutinya.


Para elf yang membantu di kerajinan telah dipindahkan kembali menjadi pekerjaan Casandra. Kini hanya 5 Elf saja yang bekerja namun begitu mereka masih melatih para pekerja magang dan hanya menunggu waktu bengkel tersebut akan jauh lebih ramai.


Adi memberikan sebuah rumah untuk ditinggalinya, ia sudah memikirkan jauh-jauh hari untuk mempersiapkannya jadi Casandra terlihat puas akan hal itu.


"Sempurna, besok pagi aku akan mulai melatihmu jadi bersiaplah."


Adi mengangguk dengan senyuman masam, Casandra mungkin akan melatihnya dengan keras jadi dia bersiap untuk tidak bergadang malam ini.


Meninggalkan Casandra untuk menangani urusannya sendiri, Adi telah kembali ke bengkel pengrajin untuk memeriksa kerajinan mereka dengan seksama, para pekerja magang hanya diberikan kerjaan ringan seperti membuat tembikar atau menggunakan rotan menganyam keranjang, semuanya merupakan kerajinan kelas rendah karenanya itu tidak benar-benar menghasilkan uang dengan banyak.


"Semua terlihat baik, kurasa kita bisa menjualnya di toko, kerja bagus kalian semua... ketika para pemagang sudah ahli, aku akan memberikan pekerjaan yang lebih sulit lagi jadi jangan terburu-buru untuk melatih mereka."

__ADS_1


Para elf mengangguk senang.


Semuanya berjalan lancar namun masalah sesungguhnya telah datang saat Daria menerobos masuk ke ruangannya.


__ADS_2