Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 85 : Takdir


__ADS_3

Adi kembali ke penginapan untuk bertemu Sonya dan juga gadis yang dibawanya, kini dia mengenakan gaun sederhana dan rambutnya diikat kepang satu ke depan.


"Tuan Adi. Bagaimana?"


"Mereka bunuh diri sebelum aku sempat bertanya."


"Begitu, biasanya orang-orang yang mampu melakukan hal seperti itu merupakan Assassin."


Adi maupun Sonya melirik ke arah gadis yang kebingungan.


"Ada apa?"


Sonya yang menjawabnya.


"Kamu tahu kenapa mereka mengejarmu?"


"Aku juga ingin tahu hal tersebut, aku merasa tidak aman tinggal di wilayah timur jadi aku putuskan untuk tinggal di sini dan entah kenapa orang-orang itu langsung mengejarku."


Sonya menunjuk ke arah dada gadis tersebut, tentu saja yang ia maksud merupakan tanda yang ada di belakangnya.


"Berhenti melecehkanku."


"Kamu merupakan keturunan kekaisaran."


Mendengar itu gadis tersebut tertawa.


"Apa yang kau katakan? Aku hanya putri dari seorang petani aku bukan orang kaya atau bangsawan."


"Sayangnya faktanya tidak begitu, hanya orang-orang dari keturunan kekaisaran saja yang memiliki tanda seperti itu, singkatnya kamu adalah pewaris sah negara itu."


Gadis tersebut terkejut, dia hendak membantah semua yang dikatakan Sonya akan tetapi Adi memotong di sana.

__ADS_1


"Mari kesampingkan hal itu, dia diincar assassin dan juga jauh dari rumah."


"Aku benci mengakuinya tapi aku memang seperti itu, ayah dan ibuku sudah meninggal jadi sesungguhnya aku tidak memiliki rumah."


"Gadis yang malang, aku turut sedih."


"Apa-apaan dengan ekpresimu, kamu mengejekku."


Adi mendesah pelan, pertengkaran seperti ini mengingatkannya dengan Elsa dan Mebel yang tidak pernah akur.


"Pertama mari kita berkenalan dulu. Aku Adi dan ia Sonya, namamu?"


"Namaku Yue Ling, di tempatku semua orang mengatakan bahwa aku sebagai kecantikan yang tidak tersentuh, salam kenal."


Adi dan Sonya saling berbisik.


"Apa maksudnya tuan Adi?"


"Kemungkinan dia gadis yang diabaikan di desanya karena kerap membuat masalah."


Adi menambahkan.


"Jadi gadis cantik yang tidak tersentuh apa tujuanmu berikutnya?"


"Aku akan mulai hidup di tempat ini sebagai petualang, aku berterima kasih atas bantuannya sebelumnya tapi aku harus pergi sekarang dadah."


Sebelum Yue Ling membuka pintu perkataan Adi menghentikan langkahnya.


"Apa kamu tahu bahwa di kota ini hanya menerima petualang tingkat 3 ke atas dan juga kelihatannya kamu tidak memiliki kemampuan bertarung."


"Ugh... bagaimana hal itu terjadi?"

__ADS_1


Sonya memotong.


"Dia akan mati dan terlebih orang-orang yang mengincarnya jelas akan datang lagi, kita juga belum tahu apa yang diincar darinya."


Yue Ling memucat lalu ia merangkul kaki Adi dengan wajah menangis.


"Bagaimana ini? Bagaimana aku akan hidup kalau begitu? Aku pikir aku bisa menjadi petualang rendah dan hanya mengumpulkan herbal, ini menakutkan."


Adi sedikit memikirkannya, khususnya soal perkataan dirinya waktu bersama Rinko, Rinko mengatakan bahwa dia akan memberikan tahta kekaisaran pada pewaris sesungguhnya. Dengan kata lain gadis inilah yang ia cari.


Mungkin ini memang takdir dimana Adi harus bertemu dengannya.


"Kamu boleh ikut dengan kami, sesungguhnya aku memiliki wilayah di perbatasan demi-human, kamu juga bisa tinggal di sana setelah musim dingin berakhir."


"Aku menerimanya."


"Cepat sekali," balas spontan Adi.


Satu orang baru tidak akan membuat petualangannya terganggu. Adi membiarkan Sonya dan Yue Ling tidur di atas ranjang sementara dirinya memilih di bawah.


Sonya sedikit cemberut karena perubahan tersebut, akan tetapi Adi lebih berterima kasih pada Yue Ling khususnya untuk keberadaannya.


"Untuk malam ini akhirnya aku bisa tidur dengan tenang."


"Kamu mengatakan sesuatu Adi?"


"Tidak juga, selamat malam."


"Malam."


"Bisakah kamu berhenti memelukku."

__ADS_1


"Sonya terasa empuk dan enak dipeluk."


"Ugh...."


__ADS_2