Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 143 : Sihir Cahaya Dan Sihir Kegelapan Bertarung Bersama


__ADS_3

Pertarungan baru berjalan beberapa menit dan itu menghasilkan kehancuran di sekitar kami, Demon Eye sendiri merupakan mata yang mampu melihat semua pergerakan musuhnya dan bahkan diantara mata tersebut ada yang bisa menggunakan Anti sihir. Singkatnya tergantung penggunanya kekuatan khususnya akan berbeda.


Untuk musuh kami kekuatan khususnya adalah ledakan, apapun yang ditatap olehnya semuanya akan meledak, sebelumnya serangan kami ditahan dan dilemparkan sekaligus dengan sebuah ledakan.


Meski bukan mata yang terkuat, itu sudah cukup membuat kami kerepotan. Esper menarik puing-puing ke udara lalu melemparkannya pada kami, puing-puing tersebut tidak hanya jatuh melainkan meledak juga.


"Mataku tidak bisa meledakan tubuh makhluk hidup akan tetapi jika itu sesuatu barang aku malah bisa melakukannya."


Mendengar hal tersebut kami melepaskan seluruh pakaian kami, memalukan untuk bertarung dengan tubuh telanjang meski begitu ini lebih baik.


Esper tertawa seperti biasanya.


"Ya ampun, apa aku barusan mengatakan kemampuanku begitu saja, seharusnya aku meledakannya dulu sebelum mengatakannya, aku sangat ceroboh."


Aku dan Liza saling memandang satu sama lain.


"Tubuh yang bagus Natasya."


"Kamu juga, lebih dari itu kita harus membalasnya karena sudah mempermalukan kita."

__ADS_1


"Kau benar."


Esper menyeringai dan dia bergerak lebih dulu. Ia menggunakan tangan dan kakinya dengan baik bahkan jika kami menyerang bersama pukulannya bisa mengimbangi kami.


Aku menahan kedua tangannya sementara Liza telah mengambil celah dari itu, dia mengenai perutnya membuat musuh kami terlempar puluhan meter ke luar kastil lalu meledak setelah menabrak pepohonan, tidak ada siapapun di sini dan itu membuat kami tidak perlu khawatir bahwa tubuh kami yang telanjang terlihat jelas.


Aku bisa melihat ledakan terjadi di arah berbeda, maka semua orang juga jelas sedang bertarung dengan intens.


Pepohonan di sekeliling kami diterbangkan ke udara kemudian dijatuhkan pada kami berdua sekaligus, aku dan Liza berhasil mengelak akan tetapi tentu saja tidak dengan ledakannya, tubuh kami berguling-guling di tanah sebelum akhirnya berhenti setelah beberapa waktu setelahnya.


Di depan kami banyak pohon yang kembali di angkat ke udara kemudian dilemparkan pada kami.


"Sudah aku katakan mungkin pemimpin kalian salah menempatkan kalian berdua untuk melawanku, aku memang primordial demon akan tetapi aku kandidat paling dekat untuk menjadi raja iblis dosa mematikan kalian tahu."


Kami bersiap dengan serangan berikutnya akan tetapi bukan barang yang dia angkat melainkan kami berdua, dia mengangkat kami ke ketinggian 100 meter lalu menghempaskannya ke bawah dengan kecepatan tinggi.


Kami jelas akan mati saat ini mengingat seluruh kekuatan kami sudah kami gunakan sebelumnya, ketika aku berfikir demikian seseorang telah manahan kami dengan menangkap kami di udara.


Dia adalah pria dari kelompok Yuela bernama Alex.

__ADS_1


"Cih."


Selagi mendecapkan lidahnya dia menjatuhkan kami begitu saja, membuat kami berteriak selagi menutupi tubuh kami.


"Kalian berdua sangat berat dan juga kalian malah telanjang menjijikkan."


Kami berdua segera memprotes hinaan mengerikan itu tapi jelas Alex tidak peduli dan ia lalu memberikan jaketnya untuk kami gunakan bersama.


"Aku diminta Yuela membantu di sini, padahal kami sibuk menaklukan menara surga, benar-benar menjengkelkan."


Entah kenapa aku merasa harus meminta maaf tapi untuk Alex sendiri dia jelas tidak peduli.


"Aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat jadi kalian berdua tetaplah diam di sana."


Kami mengangguk kecil sementara Alex berjalan ke depan untuk melihat Esper yang hanya memiringkan kepalanya.


"Hmm kamu siapa?"


"Akan aku katakan sekali saja... namaku Alex dan aku senang sekali membunuh iblis."

__ADS_1


"Heh menarik, biar aku lihat seberapa kuat dirimu."


__ADS_2