
Menggunakan kedai yang mereka sewa secara pribadi, kelompok pahlawan sedang mendiskusikan soal keberadaan raja iblis Shion. Rinko yang mengetahui semuanya jadi dia yang memiliki hak untuk menjelaskan.
"Ada beberapa tipe iblis yang tidak diketahui orang lain, pertama adalah High Demon, Arc Demon, Primordial Demon dan juga Seven Deadly Sin. High Demon bisa dibilang iblis tingkat tinggi yang memiliki kemampuan lebih dari iblis lainnya dan iblis ini kerap dijadikan sebagai pimpinan pasukan raja iblis dan lainnya... Arc Demon adalah iblis yang memiliki kemampuan merasuki manusia, sejauh ini kebanyakan iblis tidak ingin melakukannya karena mereka menganggap diri mereka lebih tinggi dari manusia sementara Primordial demon adalah iblis yang berada di atas Arc Demon, mereka bisa menggunakan Demon Eye yang seperti kita tahu mereka bisa membunuh tujuh Sage juga tanpa kesulitan dan untuk terakhir, kalian pasti sudah tahu tentang mereka jadi tidak perlu aku jelaskan."
"Dengan kata lain iblis yang merasuki Yue Ling adalah Arc Demon."
"Benar, sepertinya para iblis juga memiliki persaingan diantara mereka," balas Rinko pada Adi.
Adi bisa merasakan hawa dingin menancap di punggungnya, selama ini dia mengira bahwa tujuh dosa mematikan yang mengalahkan tujuh Sage akan tetapi mereka hanya dikalahkan oleh iblis di bawahnya Primordial Demon.
Yuela yang duduk di sudut lain menyela.
"Tapi aneh, bagaimana bisa Shion memilih tubuh Yue Ling untuk dirasuki, seperti yang kita tahu dia memiliki tanda berkah dari dewi Iris, itu sama seperti kekuatan iblisnya tidak akan keluar seutuhnya jika dia berada di sana."
"Tidak seperti itu juga, jauh lebih buruk bahwa kekuatan Shion lebih kuat dari iblis lainnya hingga mampu menelan berkah dewi sendiri hingga memanipulasi berkah tersebut untuk dirinya sendiri, setahuku seiring generasi berkah dewi semakin berkurang."
"Begitu."
"Apapun itu dia tetap yang harus kita kalahkan, Adi bagaimana menurutmu?"
"Aku ingin menyelamatkan Yue Ling, sebelumnya kami sudah banyak menghabiskan waktu bersamanya."
__ADS_1
"Begitu juga aku, yang memerlukannya untuk menjadi kaisar."
Kini Adi dan Rinko melirik ke arah Yuela yang mendesah pelan.
"Tentu saja aku ikut, membunuh iblis adalah tujuanku untuk hidup, hal itu tidak akan terbantahkan lagi."
Adi merasa lega bahwa mereka mau membantu. Sebelumnya Shion mengundang mereka ke tempatnya maka sudah jelas akan ada jebakan yang dia persiapkan nanti.
Adi mengutarakan sebuah pertanyaan tentang Primordial Demon pada Rinko, paling tidak dia ingin tahu bagaimana tujuh Sage dikalahkan.
Rinko menggelengkan kepalanya karena Informasi ketidak pastian yang didapatkannya di lapangan.
"Dari yang aku dengar mereka tidak masuk akal dan dikategorikan dengan perasaan."
"Sejauh ini itulah yang aku ketahui, dan juga."
Mata Rinko bersinar cukup terang menampilkan iris berwarna biru cerah.
"Hanya aku yang memiliki skill unik dari dewi untuk mengantisipasi Demon Eye, bahkan Yuela juga tidak bisa melakukannya."
"Ugh... aku tahu, aku sedang mencari tahu.. rencananya kami ingin pergi ke menara surga untuk mencari informasi tersebut, Sage Karina Erkana mungkin punya satu di perpustakaan terlarangnya."
__ADS_1
"Berkat gadis itu, kita harus menahan diri untuk segera pergi ke sana," umpat Alex namun semua orang mengabaikannya.
Pada dasarnya menara itu telah dijaga ketat oleh pasukan raja iblis dan perlu waktu juga untuk memasuki menaranya.
Dari kesimpulan yang Adi bisa terima, raja iblis dipilih dari High Demon, Arc Demon dan juga Primordial Demon, untuk tujuh dosa mematikan di atas semuanya lalu muncul pertanyaan dibenak Adi yang mengganjalnya.
Lalu dari semua iblis ini, siapa nenek moyang mereka? Ada kemungkinan untuk mengakhiri peperangan ini sosok misterius tersebut akan menjadi lawan menakutkan.
Ini bukan dunia fantasi yang dikenal Adi dari buku-buku novel yang ringan, ini dunia fantasi yang mengerikan dimana pahlawan juga bisa mati.
Masing-masing kelompok pahlawan memutuskan meninggalkan kota Signe dan akan kembali di waktu yang sudah ditetapkan.
Yuno dan Aizen hanya berdiri melihat ketiga kelompok itu berjalan pergi di persimpangan jalan berbeda.
"Pangeran?"
"Harapan kini bergantung pada mereka bertiga, aku senang bahwa mereka tidak seperti pahlawan sebelumnya."
"Iya."
"Kita juga kembali."
__ADS_1
"Baik."