Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 50 : Negosiasi


__ADS_3

Moris menunjukkan wajah menilai sementara Daria memilih untuk memperhatikan saja, ia memutuskan untuk membiarkan Adi mengambil alih semuanya. Jika sesuatu terjadi dia akan memperbaikinya walaupun hal itu kemungkinan kecil terjadi.


"Paling tidak aku akan menawarkan untuk 10 koin emas," balas Moris setelah menimbang-nimbang dalam kepalanya.


Itu jumlah yang cukup tinggi hanya untuk garam sebanyak toples kecil. Seolah menyadari apa yang dipikirkan Adi, Moris menambahkan.


"Garam seperti ini bisa dijual per gram pada bangsawan, mungkin itu bisa dijual satu sampai dua koin emas, paling tidak aku memiliki beberapa koin di sana."


Beginilah pedagang, mereka tidak akan membeli apapun jika itu tidak benar-benar menguntungkan bagi mereka, Adi menempatkan beberapa toples yang lain yang membuat mata Moris jauh lebih terkejut.


"Silahkan taksir berapa harganya?"


Moris tertawa ragu, dia sedikit berfikir apa dia sedang diuji atau sebagainya saat ini.


"Misal jika aku membayar dengan harga murah, apa yang akan kamu lakukan?" pertanyaan itu terlintas di kepala Moris, hanya sedikit orang yang bisa mempermainkannya seperti itu terlebih orang asing yang tidak dikenal asul-usulnya cukup membuatnya tidak nyaman.


Daria membaca pemikiran Adi jadi dia lebih dulu menyela.


"Kami akan mendirikan sendiri guild pedagang baru dan ada kemungkinan itu akan sedikit menggangu pemasukan guild pedagang yang sekarang."


Moris merubah ketegangannya menjadi tawa lebar.


"Ah, itu benar-benar mengerikan, tolong jangan membuat bisnisku bermasalah.. aku mohon, aku punya istri dan anak yang harus aku nafkahi."


Itu merupakan opsi terakhir yang dipikirkan Adi, alasan kenapa dia tidak menggunakannya karena akan menarik banyak mata padanya, jika itu wilayah mereka tidak akan curiga namun jika itu guild pedagang hasilnya akan berbeda, bahkan saat dia pura-pura bodoh hal itu akan segera terbongkar dengan cepat.

__ADS_1


"Untuk lada aku akan membelinya tiga kali lipat dari garam dan sisanya aku rasa semuanya akan berakhir di atas 10 koin emas."


"Maka akan aku jual semuanya."


Adi menjentikkan jarinya dan tong-tong dari sihir penyimpanannya telah berjatuhan, karena ruangan ini kecil ia berfikir untuk mengeluarkannya di lokasi berbeda.


Moris hanya memucat seolah dia baru saja melihat monster. Baginya ini jelas tidak masuk akal, walau demikian dia jelas harus membeli semuanya, lagipula itu juga akan menguntungkannya untuk beberapa puluh tahun ke depan.


Ia menggerakkan seluruh staf guild pedagang dan mulai menghitung semuanya.


"Kamu benar-benar orang kejam, menjual sebanyak ini."


"Hitung baik-baik, aku orang yang sibuk jadi kuharap pembayarannya bisa selesai dalam tiga hari dari sekarang."


Moris berteriak.


Adi dan Daria menatap satu sama lain lalu sepakat dengan hal itu.


"Lalu kemana aku akan mengirimnya?"


"Akan ada orang yang mengambilnya jadi tidak usah memikirkan hal tersebut."


"Aku merasa terbantu jika kamu mau datang mengambilnya sendiri."


"Kalau bisa tolong rahasiakan semua ini."

__ADS_1


Moris mengacungkan tangannya membentuk pola oke, sebelum akhirnya kembali untuk bekerja menghitung uangnya. Adi hanya berfikir barang yang dibawanya hanya berkisar di harga perak tidak disangka ia mampu menjualnya setinggi itu.


Keputusannya memang tepat karena sudah membawanya kemari.


Ia sedikit khawatir apa barang-barang ini akan laku diedarkan? Namun dia merasa itu bukan urusannya lagi.


Setelah mendapatkan uang pembayaran ketiganya kembali ke wilayah khusus dengan wajah lelah.


Adi bersandar di sofa sementara Daria duduk di sebelahnya, hanya Brietta yang memutuskan untuk pulang.


"Masih memikirkan soal kekaisaran."


"Sepertinya mereka telah menyimpang terlalu jauh, aku perlu sesuatu untuk membuat mereka menghentikan hal-hal konyol seperti itu."


Elsa yang telah kembali bersama Misa masuk melalui jendela. Ia tidak mengenakan gaun melainkan pakaian ketat seperti sebelumnya.


"Apa Anda berniat untuk menghancurkan kekaisaran, maka dari itu inilah kesempatan yang bagus untuk melakukannya."


"Apa maksudnya?"


Elsa menyinggungkan senyuman rubah.


"Kami tidak sengaja bertemu dengan Pahlawan Rinko, dan sepertinya ia merencanakan serangan kekaisaran dalam waktu dekat."


Daria menutup mulutnya terkejut sedangkan Adi hanya merasa rencana yang dilakukan Rinko terlalu cepat.

__ADS_1


"Masalah ini bahkan membuatku memutuskan tidak berlibur dengan Misa dan memilih pulang cepat," ucap Elsa jahil.


Adi sudah tahu apa yang diinginkannya untuk menggantinya.


__ADS_2