
Adi tersenyum masam saat ketiga gadis di depannya menunjukan ekspresi aneh.
"Kenapa kalian semua?"
"Kami ingin ke toilet."
Semenjak terkurung di lantai terakhir menara iblis tidak ada satu orang pun yang bisa melakukannya, Adi bisa mengurusi soal makanan dan minuman namun jika urusan hal itu dia baru kepikiran.
Adi melihat botol yang airnya sudah ia minum.
"Aku rasa kalian perlu menggunakan ini."
Tatapan ketiga gadis tersebut menunjukkan wajah ingin membunuh.
Mesna yang memperhatikan dari dalam sistem memperingati.
(Jika candaanmu seperti itu, jangan berfikir kau bisa hidup untuk melihat matahari esok pagi)
"Ugh... aku bercanda jadi berhentikan kalian menatapku seperti itu."
Adi memunculkan jendela sistemnya dan dia memilih toilet portabel yang bisa digunakan secara praktis, ia bisa menggunakan sihir air dan juga membeli tisu, kemudahan tersebut bisa ditawarkan tanpa kesulitan.
Jika harus diibaratkan ukurannya sama dengan toilet yang digunakan oleh bus-bus tertentu. Ini bukan pertama kalinya ia mengeluarkan benda seperti ini, saat Menjelajah dungeon ia juga menggunakan benda seperti ini.
"Silahkan dipakai."
Adi hanya mendesah pelan saat tubuhnya diikat oleh tali dan ketiga gadis menyeretnya menjauh.
"Entah kenapa aku malah diperlukan seperti ini," katanya lelah.
Mesna sedikit tertawa tapi tidak lama lalu dia menjelaskan.
"Tidak ada gadis yang ingin didengar saat mereka buang air kecil."
Adi tersenyum masam dan memilih untuk mengubah topik setelah melepaskan ikatannya sendiri.
__ADS_1
"Semenjak berlatih dengan Casandra statusku kini mulai bertambah lagi, apa itu akan baik-baik saja?"
"Tentu saja, bukannya kamu ingin bertambah kuat, berkahku adalah memberikan poin pengalaman berlipat-lipat ganda saat kamu bertarung dengan lawan kuat.. cobalah lihat berapa skill yang kamu miliki sekarang."
Adi melihatnya ke dalam kartu petualangnya dan ia bisa melihat bahwa skill apapun telah ditambahkan di sana. Bagaimana jalan kerjanya masihlah misterius namun dia menemukan sesuatu yang bagus untuk bisa dia gunakan.
Selama ini ia enggan untuk menunjukkan kartu petualang pada siapapun tapi berkat skill tertentu kini ia bisa merubah statusnya menjadi normal seperti di level 1 dan lainnya.
Dan satu hal yang baru adalah terjadi pada sistem belanja onlinenya.
"Ada pilihan upgrade, mustahil."
"Hehe, aku memberikan segala sesuatu yang kau butuhkan Adi, berterima kasihlah padaku dan berikan puding lebih banyak lagi."
"Aku akan melakukannya."
Adi tidak menyangkal bahwa dewi yang ikut bersamanya telah banyak membantunya terlepas dari kepribadiannya yang merepotkan.
Tanpa menunggu lagi dia meng-klik kata upgrade dan menunggu beberapa menit agar siap, fitur yang baru membuatnya bisa terhubung dengan internet secara bebas. Pada dasarnya sistem belanja online juga memiliki cara kerja seperti itu namun sekarang lebih bebas untuk melakukan sesuatu.
"Apa kau barusan mengatakan Anime?"
"Hey, Anime apa?"
"Kalian menjauhlah."
Rinko yang sangat mengenal hal itu jauh lebih bersemangat. Adi memutuskan untuk memperlihatkan jendela menu dari sistemnya lalu mendaftar ke situs berbayar hanya untuk menonton Anime.
"Mari batasi untuk anak-anak."
Pernyataan Adi ditolak mentah-mentah oleh ketiganya.
"Pilih yang untuk dewasa."
"Ugh."
__ADS_1
Gadis di dunia ini menakutkan.
Adi hanya meninggalkan ketiganya yang asik menonton hingga bergadang semalaman, keesokan paginya mereka keluar dari menara iblis untuk saling berpamitan, karena kondisi Yue Ling masih belum bisa dipastikan untuk sementara waktu ia akan kembali bersama Adi ke wilayah khusus, Rinko juga tidak keberatan dengan itu termasuk Yuela.
Adi melemparkan sebuah kunci pada Rinko sebagai hadiah.
"Aku berniat untuk mampir dulu ke suatu tempat, itu untukmu."
"Kau begitu dermawan."
"Aku tidak enak tidak bisa mencegah pedangmu diambil."
"Tidak masalah, aku hanya tinggal mengambilnya kembali nanti."
Yuela mengembungkan pipinya.
"Tidak adil, aku juga ingin hadiah."
Adi sudah mempersiapkan tentunya, tapi dia tidak tahu hadiah seperti apa yang cocok jadi ia memberikan sebuah kotak musik, Yuela sering bersenandung jadi dia berharap itu cocok dengannya.
"Hebat sekali, ini mengagumkan."
"Ngomong-ngomong Yuela berniat masuk ke menara surga bukan? Seharusnya sekarang menara itu bisa dimasuki dengan mudah."
Yuela memiringkan kepalanya karena tidak tahu apa yang dimaksudkan Adi saat ini. Hanya menunggu waktu sampai ia menyadarinya nanti.
Rinko dan Yuela berpamitan sebelum akhirnya menaiki mobil dan lalu pergi setelahnya.
Yue Ling tampak diam sembari melihat telapak tangannya.
"Di dalam tubuhku ada raja iblis Shion, apa aku akan baik-baik saja, aku tidak ingin melukai siapapun, Adi?"
"Jangan khawatirkan soal itu, jika kamu berubah lagi akan aku lakukan sesuatu untuk menghentikanmu... segelnya tidak akan melemah untuk beberapa Minggu ke depan jadi kita bisa bersantai."
"Um."
__ADS_1
Keduanya pun akhirnya meninggalkan menara tersebut.