
Minotaurus menyisir tanah dengan gerakan kilat, Adi melompat menghindar sebelum dia bisa berbalik ekor Minotaurus menghantam tubuhnya membuatnya terlempar beberapa meter jauhnya.
Dia segera bangkit sembari menyeka darah dari dahinya tanpa meninggalkan pedang di tangannya.
"Jadi tubuh dan ekornya memiliki kesadaran berbeda."
Minotaurus mengayunkan tangannya di udara untuk menciptakan tebasan angin ke arah Adi, Adi menahannya dengan pedang untuk memantulkannya ke samping membuat seluruh area yang dilewati tebasan tersebut hancur menjadi potongan kecil.
Adi mengarahkan tangannya untuk menembakan sihir api yang digabungkan dengan angin untuk memperbesar daya serangnya.
"Tidak mempan," gumamnya pelan.
Dia segera merubah posisinya ke arah bertahan untuk menahan bertubi-tubi serangan dari empat tangan Minotaurus yang melesat ke arahnya.
Dia bersalto ke belakang setelah memberikan goresan di wajah Minotaurus, sebelum menancapkan pedangnya di tanah.
Petir menyambar ke arah pedang termasuk area Minotaurus. Dia sedikit mulai melambat karena serangan tersebut walaupun tidak ada keinginan untuk mundur atau menyerah.
Sebuah paku raksasa mulai berjatuhan dari langit mengurungnya dari segala arah, ketika dia hendak meloloskan diri petir jatuh dari langit menimpanya secara bertubi-tubi, tak perlu waktu lama untuk mengindentifikasi bahwa Minotaurus itu mati terpanggang.
Dugaannya benar, Minotaurus tidak bisa dilawan secara langsung.
Adi menghela nafas panjang, monster ini masuk ke golongan abnormal, dia hanya berfikir apa di dalam dungeon nanti akan banyak seperti ini. Jika demikian Adi lebih ingin mempersiapkan diri lagi.
Adi kembali ke luar kota Signe dan melihat bahwa semua orang telah mengumpulkan mayat-mayat siapapun yang mati, pemilik tanah bernama Bota terlihat shock.
"Jika begini kita perlu meminta penjaga tambahan."
__ADS_1
Mengandalkan petualang sudah jadi bukan pilihan. Adi juga merasa ragu bahwa masih ada petualang yang masih hidup di kota ini.
Baret menepuk bahu Adi sembari berkata tanpa balasan.
"Kerja bagus, paling tidak kematian orang-orang ini tidak sia-sia."
Pagi berikutnya Sonya dan Yue Ling mempertanyakan soal kepergian Adi yang diam-diam, Adi sendiri menjelaskan semuanya dan keduanya terlihat sedikit kecewa karena tidak diajak untuk membantu.
Adi hanya tidak tega untuk membangunkan mereka berdua setelah melihat wajah tidur mereka yang nyenyak.
Mengesampingkan masalah tersebut ketiganya kembali ke kedai yang menjanjikan Orc sebagai menu utama, seperti sebelumnya Adi tidak sanggup untuk memakannya ketika membayangkan Orc tersebut jadi dia memesan daging yang lain.
"Silahkan."
"Terima kasih."
Adi mulai memasukan daging ke dalam mulutnya dan merasakan bahwa sensasinya begitu berbeda dengan masakannya sendiri, ini jauh lebih enak dan lembut.
"Baik."
Setelah Yue Ling, Sonya juga turut memesan tambahan.
"Lalu latihan seperti apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Yue Ling.
"Tidak ada latihan, kita hanya akan beristirahat untuk bersiap memasuki dungeon, jika mau kamu bisa berjalan-jalan di sekitar kota bersama Sonya."
"Aku tidak keberatan sih, Sonya bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
"Tidak masalah, aku perlu membeli beberapa pakaian dalam."
"Kamu tidak harus mengatakannya di meja makan, lihat Adi mulai bernafsu."
"Aku tidak seperti itu," bantahnya cepat.
Setelah makan mereka baru berpisah, Adi sendiri tidak memiliki acara khusus jadi dia memutuskan untuk tidur sepanjang hari dan malam hari saat dia terbangun dia telah diikat di kursi sementara dua pelakunya berdiri di depannya sembari memamerkan berbagai pakaiannya.
"Ini terlalu berlebihan, bisakah aku dibebaskan dari ikatan ini."
"Tuan kemungkinan akan melarikan diri sampai ini selesai mohon untuk bersabar."
"Yue Ling kamu juga?"
Yue Ling mengangguk mantap.
"Kami telah membeli 100 pakaian dan ingin melihat tipe seperti apa yang kau sukai."
Setelah beberapa jam Yue Ling dan Sonya akhirnya tahu ternyata Adi suka pakaian yang terbuka dan menampilkan banyak kulit.
Adi terlihat frustasi bagaimana kesukaannya terbongkar. Dia hanya pria biasa yang bisa ditemukan dimana pun, bahkan ketika di bersikap keren sesungguhnya dia tidak seperti itu.
"Kapan aku bisa dilepaskan?"
"Toko masih belum tutup, mari beli beberapa lagi."
"Benar sekali."
__ADS_1
"Oi."
Adi merasa dirinya tidak pandai mengatasi wanita.