
Seminggu sebelum salju mencair, Adi telah mengambil latihan lebih awal dengan Casandra di dalam ruangan. Casandra sendiri merasa bahwa perkembangan Adi tidaklah normal. Dia bisa melewati semua hal yang diberikannya dan kini tubuhnya lebih kuat dari sebelumnya.
Hal itu bagus akan tetapi juga cukup mengerikan.
"Kurasa sudah waktunya untuk melangkah ke latihan berikutnya."
Adi yang mendengar hal tersebut samar-samar, bangun dari tempatnya berbaring.
Casandra sendiri memunculkan sabit di tangannya sebelum menggoresnya di udara, goresan tersebut mulai membentuk sesuatu seperti portal.
"Apa itu?"
"Ini adalah ruang latihan yang tidak terikat dengan waktu dunia ini, aku jarang melatih siapapun di dalam sini namun aku rasa untukmu sebuah pengecualian."
Adi mengintip dari luar dan melihat bahwa ruangan itu hanya ruangan kosong putih tanpa apapun seolah mengingatkannya saat pertama kali bereinkarnasi.
Casandra mempersilahkannya masuk lebih dulu dan Adi menerimanya, awalnya itu biasa-biasa saja akan tetapi sesuatu yang berat menariknya ke bawah. Yap, itu adalah gaya gravitasi yang sangat kuat hingga Adi sendiri kesulitan untuk menggerakkan satu jarinya saja, di sisi lain Casandra berjalan seolah tidak terpengaruh.
Gaun gothicnya berayun bersamaan rambut hitamnya yang menunjukan telinga runcingnya yang merupakan Elf.
"Jika kau bisa bergerak di ruangan ini maka tubuhmu akan jauh lebih cepat di luar sana."
__ADS_1
"Apa setelah itu aku bisa melatih mata untuk menangkal Demon Eye?"
"Tergantung dirimu."
Casandra duduk di punggung Adi dan itu menambahkan beratnya berlipat-lipat ganda.
Adi bisa mendengar tubuhnya menghasilkan suara aneh karena menahan tekanan.
"Jika begini tubuhku bisa remuk," katanya menahan sakit.
"Biar aku katakan Adi, sebenarnya mata Mystis itu bukan seperti teknik yang semua orang pikirkan. Mata Mystis hanyalah nama lain dari Demon Eye yang digunakan selain iblis, dengan kata lain dari awal tidak ada mata yang benar-benar bisa menangkalnya."
Adi terkejut dengan pernyataan tidak terduga tersebut.
"Tidak ada, jika buku-buku yang lain kemungkinan ada."
"Kenapa kamu begitu yakin?"
"Karena aku tahu semua hal tentang Karina Erkana bahkan Sage lainnya, bisa dibilang aku adalah orang yang mengajari mereka sihir."
Adi tersenyum masam, jelas hal itu tidak mungkin. Casandra adalah orang yang menciptakan tujuh Sage?
__ADS_1
Seolah membaca raut wajah Adi, Casandra menambahkan.
"Kau tidak percaya, alasan kenapa aku mencari cara untuk mengalahkan iblis itu karena mereka, setelah berbagai riset aku akhirnya mengetahui bahwa satu cara untuk menangkal Demon Eye adalah dengan menggunakan mata Demon Eye yang sama. Mata Mystis hanyalah nama lain dari mata tersebut."
Adi berusaha bangkit namun di saat yang sama dia tarik kembali oleh tekanan berat.
"Jika mata Mystis hanyalah penyamaran, lalu bagaimana seseorang yang bukan iblis bisa menggunakan mata seperti itu?"
Casandra berdiri lalu berjongkok di hadapan wajah Adi, kedua matanya telah berubah menghitam dengan pupil berwarna keemasan.
Itu sebelumnya dinamakan sebagai mata Mystis namun setelah mengetahui kebenarannya mata tersebut adalah Demon Eye.
"Coba tebak?"
"Kau membunuh salah satu iblis primordial lalu mengambil matanya?"
"Setengahnya benar tapi ini mataku sejak lahir, dibandingkan mengambil matanya secara utuh aku lebih mengambil kemampuannya lalu memindahkannya ke mataku... ini adalah sihir yang aku buat sendiri, sayangnya kemampuan mata iblis hanya bisa ditangani dengan mata iblis juga."
Casandra memunculkan sebuah tabung di tangannya yang di dalamnya berisi sepasang mata iblis yang melayang.
"Aku membunuh dua primordial dengan tanganku, sepasang mata kugunakan untuk diriku sendiri dan sepasang lagi akan kuberikan padamu jika latihanmu bisa berhasil."
__ADS_1
Casandra tersenyum layaknya iblis.