Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 64 : Kekuatan Terlemah


__ADS_3

Rinko melepaskan kacamatanya menampilkan mata yang telah berubah menjadi warna biru seindah langit, dia menyeringai dengan tatapan membunuh.


"Kita maju Adi."


"Iya."


Keduanya melesat maju dengan kecepatan tinggi, yang lebih dulu menyerang adalah Rinko disusul Adi.


Kaisar lebih waspada sekarang, dia menangkis pedang Rinko lalu membalas dengan pukulan yang mengenai perutnya kemudian disusul tendangan yang meluncur pada Adi, keduanya terlempar di waktu bersamaan.


Kaisar mengarahkan kedua tangannya sebelum mereka berdiri, dari jari-jarinya menciptakan lingkaran sihir raksasa yang menembakan bola-bola hitam berkecepatan tinggi.


Rinko membentuk bongkahan es sementara Adi membentuk pelindung untuk melindungi dirinya. Keduanya masing-masing berlari dari samping. Adi melompat sembari mengayunkan pedang dari atas ke bawah. Mengetahui dia tidak bisa menghindar, Kaisar menahannya dengan punggung tangan sedangkan Rinko telah muncul mempersempit jarak.


"Kena kau!"


Pedang Rinko merobek perut Kaisar sebelum benar-benar melemparkannya menabrak tiga bangunan rumah sekaligus. Dia berdiri sembari memegangi lukanya.


"Itu masih belum membunuhnya," kata Rinko menancapkan pedangnya dan es menyeruak terarah lurus padanya.


Tidak ingin terhantam serangan mematikan itu Kaisar juga menggunakan sihir yang sama dengan tanah dan keduanya saling berbenturan di tengah-tengah.


Ia merasa lega namun serangan berikutnya adalah hal yang sebenarnya. Adi sudah siap dengan railgun miliknya yang merupakan sebuah meriam raksasa. Kaisar mengerenyitkan alisnya namun terlambat saat sebuah sinar layaknya laser raksasa menghantamnya dari depan. Sama seperti meteor sebelumnya, kerusakannya cukuplah besar hingga seluruh bangunan lenyap tidak tersisa.

__ADS_1


"Masih belum berhasil," kata Adi dimana sesuatu telah melindungi Kaisar, singkatnya itu sebuah mana yang dibentuk menyerupai setengah tubuh manusia.


Kini giliran Kaisar yang menerjang maju.


Menggunakan sosok di belakangnya sebuah tinju melayang ke arah keduanya, Rinko menahan dengan pedang disilangkan di depan namun tidak bekerja. Adi juga menciptakan pelindung dan itu langsung retak dan hancur.


Ia menjatuhkan banyak paku dari atas langit layaknya sebuah hujan, namun tidak ada satupun yang bisa menembus mana yang tidak normal tersebut, sebagai balasan satu kibasan darinya menerbangkan keduanya sejajar dengan tanah.


"Bangunlah, aku masih belum bersenang-senang." Adi dihujani puluhan pukulan sebelum dia bisa bangkit.


Rinko di sisi lain mengirim sebuah tebasan es yang membuat Kaisar secepat mungkin menjaga jarak. Kekuatan barusan telah membebani dirinya hingga yang awalnya memiliki tubuh baja kini Kaisar hanya menggunakan tubuh manusia.


"Adi kau baik-baik saja?" tanya Rinko.


"Masih bisa berdiri?"


"Tentu saja."


Adi menggunakan sihir penyembuh yang didapatkannya dengan mencuri buku milik pendeta agung di kota suci.


Kaisar mengerenyitkan alisnya.


"Apa-apaan dengan ekpresi kalian berdua, kalian pasti sudah gila?"

__ADS_1


Dihadapkan dengan kekuatan besar seseorang akan merasa takut dan ragu namun untuk Adi dan Rinko keduanya terlihat tersenyum. Bagi keduanya saat melawan orang kuat mereka akan jauh lebih bersemangat.


Mesna berkata di dalam sistem.


"Mereka memang aneh, akan tetapi hal yang dibutuhkan dunia ini adalah seseorang yang tidak normal seperti mereka berdua, seorang maniak bertarung."


"Aku akan urus yang besar, Adi kau urus penggunanya."


"Tentu."


Adi mengeluarkan beberapa drone untuk mengelilingnya sebelum dia melesat maju, setiap drone menembakan peluru yang jumlahnya ratusan butir jumlahnya.


Dengan membuat celah Adi mengayunkan pedangnya dan makhluk di belakang Kaisar menggunakan tangannya untuk menahannya.


"Sebenarnya kekuatan cheat apa yang kau pilih? Senjata seperti itu, apa memang bisa dibawa dari dunia lain?"


"Hanya sistem belanja online," jawab Adi pelan.


"Kekuatan terlemah itu!" teriak Kaisar tidak menduganya.


Setiap orang dari dunia lain selalu melewatkannya begitu saja, Adi terkadang berfikir apa dewi sengaja menaruhnya di sana agar tidak dipilih.


Dibandingkan kekuatan manapun, kekuatan Adi jelas memiliki banyak fungsi.

__ADS_1


__ADS_2