Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 90 : Dungeon Tersegel


__ADS_3

Yang menghadang kelompok Adi adalah sebuah gerbang raksasa yang tertutup rapat dengan rantai serta pelindung tak terlihat, seberapa banyak sihir yang ditembakkan atau pedang yang diayunkan itu tidak bisa menghancurkannya.


Adi terpental ke belakang hingga memutuskan untuk berhenti mengayunkan pedang ke arah gerbang tersebut.


"Lupakan saja, kita perlu sebuah kunci yang mampu membuka segelnya," apa yang dikatakan oleh Yue Ling.


Sonya sepakat sampai sebuah suara asing telah menarik perhatian ketiganya.


"Kalian perlu kunci ini, bukan begitu."


Datangnya dari seorang pria tua ramah bernama Aizen, di sebelahnya Yuno seolah tidak peduli.


"Aku tidak berniat membawa orang lagi, jadi silahkan pergi."


"Jika tidak salah dia pangeran negeri ini, Yunolius... kamu terlihat tampan jika dilihat dari dekat."


Yue Ling terlihat bersemangat atas dirinya sendiri.


"Mari pergi Aizen."


"Jangan begitu pangeran, lihat... sepertinya mereka juga memiliki niat yang sama, bukannya lebih baik jika kita membawa mereka juga, pepatah selalu mengatakan lebih banyak orang lebih baik."


Tatapan Yunolius terarah pada Adi yang sejak tadi hanya mendengarkan.


"Namamu?"


"Adi."


"Kau memiliki senjata yang aneh, bisakah aku melihatnya?"

__ADS_1


Adi tidak memiliki alasan untuk menolaknya jadi dia menunjukannya padanya. Yuno terlihat tertarik dengannya.


"Ini semacam senjata untuk menembakkan peluru besi, bagaimana cara kerjanya."


"Aku tidak berniat memberitahukan siapapun."


Untuk Adi senjata ini dibelinya untuk membunuh iblis, jika seseorang berusaha membuatnya kembali di dunia lain ia takut bahwa benda ini akan di salah gunakan.


Mengerti maksud dari tatapan Adi, Yuno sendiri menyerah lalu memberikan kembali senjata tersebut.


"Jika kalian ingin masuk maka ikutlah denganku, tidak masalah untuk membagi apapun yang kita temukan nanti."


Sonya menyela.


"Kami membutuhkan inti core dungeon ini, jadi.."


"Iya."


Aizen tampak menghela nafas lega, sejujurnya ia merasa tidak percaya diri bisa masuk ke dungeon ini hanya dengan dua orang ataupun melindungi tuannya dengan hanya seorang diri, dengan banyak orang seperti ini dia merasa terbantu.


"Mohon bantuannya nanti."


"Kami juga," balas Adi sopan.


Sementara dua orang di depan, kelompok Adi mengikuti. Yuno menggunakan kunci tersebut dan gerbang menampilkan cahaya keemasan sesaat sebelum terbuka lalu menutup setelah mereka masuk.


Obor-obor yang menempel di dinding mulai bersinar secara otomatis menjadi penerangan untuk mereka, untuk dungeonnya sendiri itu terlihat seperti koridor yang lantai dan sisinya dibuat dari batu bata, kendati demikian koridor ini cukup luas hingga bisa dimasuki 50 orang secara bersamaan.


Dari arah depan para zombie bermunculan, mereka memiliki daging busuk serta pakaian lusuh. Aromanya juga tidak sedap.

__ADS_1


Aizen hendak bergerak maju namun Yuno menghentikannya.


"Mereka bukan musuh yang kuat, tidak perlu menghabiskan tenaga untuk mereka."


Yuno mengeluarkan sebuah bola merah yang dia lempar ke kerumunan para zombie, bola itu meledak menjadi sebuah gelombang api yang menelan keseluruhan para zombie, perlu beberapa menit untuk melihat bahwa zombie yang sangat banyak dikalahkan dengan satu benda kecil.


Sonya memberikan komentar.


"Dia seorang alkemis, yang barusan mungkin setara dengan sihir tingkat atas."


"Begitu, apiku tidak akan bisa menyamainya."


"Apa maksud tuan? Bagi saya tuan lebih kuat dari siapapun."


"Sesuai yang diharapkan dari pangeran negeri ini," potong Yue Ling.


Untuk orang yang dimaksud masih tidak peduli dan lalu meneruskan langkahnya.


"Bukannya dia terlihat sangat angkuh Adi?" tanya Yue Ling berbisik.


"Aku pikir itu sifat yang wajar dimiliki oleh seorang jenius."


"Kamu tidak keberatan, Adi kamu ternyata orang aneh... Jangan bilang kamu masokis."


"Mana mungkin seperti itu?"


"Jika kamu punya Fetish aneh, katakan saja padaku."


Adi menarik pipi Yue Ling. Entah gadis manapun mereka selalu seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2