
"Kita kehabisan dana operasional wilayah?"
"Secepat itu?"
Daria mengangguk dengan mantap. Itu seharusnya bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Adi memperbesar desa serta mempekerjakan banyak orang, bahkan biaya untuk operasional pembuatan rumah juga ditanggung olehnya.
Toko baru berjalan beberapa hari karenanya jelas pengeluaran dan pemasukan berbanding terbalik dari seharusnya.
Daria menambahkan.
"Lebih tepatnya akan habis dalam tiga hari."
Beruntung bahwa Adi memiliki orang segesit Daria, kebanyakan orang akan menyadarinya ketika sudah terlambat namun Daria akan mengetahuinya lebih awal, dia gambaran dari seorang pekerja keras yang ulet.
"Kurasa aku akan pergi ke guild pedagang pusat untuk menjual beberapa barang."
"Tuan, bukannya itu artinya Anda akan pergi kekaisaran Levarus?"
Semenjak raja iblis mengambil banyak wilayah untuk mereka, guild pedagang pusat telah dipindahkan kekaisaran memungkinkan perdagangan tetap berjalan dengan baik antar wilayah.
Jika menghitung yang terjadi, di dunia ini hanya ada 12 negara yang masih bertahan, 11 negara berada dalam perlindungan kekaisaran sementara satu tidak. Untuk negaranya sendiri semua orang sudah bisa menebaknya.
Itu adalah kerajaan Erdan. Dengan mengasumsikan hal ini maka kaisar memiliki 11 istri yang diambilnya dari setiap negara yang masih bertahan.
"Jika aku baik menyembunyikan diri, mereka tidak akan menduga bahwa aku pahlawan yang dipanggil dari luar kekaisaran."
"Meski anda bilang begitu, aku sedikit khawatir... izinkan aku untuk ikut jika Anda akan pergi ke sana."
Adi mengangguk mengiyakan, dia berniat meminta Brietta mengantarnya agar lebih cepat pulang pergi, tapi sebelum itu pagi berikutnya dia disibukkan dengan latihan keras yang diberikan oleh Casandra.
__ADS_1
Adi harus melepaskan pakaiannya lalu berdiri di atas batang pohon yang disusun di tanah sembari mengangkat dua ember di pundaknya.
"Entah kenapa aku terlihat seperti orang yang akan berlatih bela diri," keluhnya demikian.
"Sebaiknya kau juga belajar untuk bertarung tanpa senjata, pertarungan sebelumya kau kalah dariku karena kau hanya fokus dengan senjata aneh milikmu."
"Dibilang aneh itu terlalu berlebihan."
"Bagiku demikian, jangan banyak mengeluh dan hanya kerjakan apa yang aku katakan."
Adi menghela nafas panjang.
"Ngomong-ngomong Adi, apa kau kenal dengan gadis bernama Flora Arum D'Esta?"
Mendengar nama itu Adi memucat.
"Bagaimana kamu tahu nama itu?"
"Apa yang kamu katakan padanya?"
"Aku hanya mengatakan bahwa aku tidak tahu."
Wajah Adi sedikit melunak.
"Aku berterima kasih untuk itu... dia adalah Arc Priest dari kota suci, dulu aku pernah belajar sihir suci di sana."
"Sihir suci kah."
"Karena orangnya aneh aku lari setelah mengambil bukunya, aku rasa dia akan membunuhku atau lebih dari itu dia akan memperkosaku."
__ADS_1
Casandra memiringkan kepalanya.
"Dia orang mesum."
"Sangat mesum, dia selalu mengendusku dan bilang aromaku seperti dewi Mesna, aku ingin lebih lama di dekatmu selagi dengan nafas berat."
"Dia terdengar seperti orang berbahaya, walaupun dengan wajah cantik seperti itu."
Yang Adi tahu dia hanyalah seorang gadis ras vampir yang jarang ditemui siapapun. Adi melanjutkan latihannya sampai setengah hari dan meminta libur beberapa hari untuk urusan sebelumnya.
Di dalam kamar, Adi memunculkan jendela yang dia sering lihat lalu memasukan beberapa puluh koin emas ke dalamnya. Mesna yang mengintip dari belakang berkata saat Adi menggulir layar ke tempat yang diinginkannya.
"Bukannya itu jumlah yang sangat banyak, apa yang sedang kamu beli?"
"Beberapa bumbu rempah-rempah, seperti gula, lada, garam dan lainnya."
"Kamu ingin menjual mereka kembali."
"Benar sekali, aku harap semua ini akan cukup untuk menutupi biaya operasional wilayah ini sampai musim dingin tiba."
"Aku melihat itu, kamu benar-benar pekerja keras. Semakin bekerja keras maka semakin aku mudah menjalani hidup ke depannya, teruslah bekerja keras untuk diriku."
Adi sedikit kesal setelah mendengarnya jadi dia menarik pipi Mesna cukup kuat di sana.
"Awawa..."
"Cepatlah kembali dan lakukan tugasmu sebagai dewi semestinya."
"Aku tidak mau bekerja," Mesna menjulurkan lidahnya mengejek.
__ADS_1
Di posisi pertama Adi khawatir dengan dunia ini dan di posisi kedua dewi ini.