
Natasya tidak menetap dan segera kembali membawa petinya untuk meninggalkan wilayah khusus, Adi dan Casandra mengantarnya juga.
"Natasya kamu tetap bagian dari wilayah khusus dan juga Shadow Hunter, setelah selesai pastikan kau kembali lagi kemari."
Natasya terdiam, dia sudah siap menerima bahwa dia akan dikeluarkan atau dilarang kembali ke tempat ini karena memasukan seorang raja iblis namun hal itu berbeda dari anggapannya.
"Terima kasih banyak, aku pasti kembali."
"Mari buat perayaan saat kamu kembali kemari lagi."
Tidak ingin ketahuan menangis, Natasya berbalik lalu memutuskan untuk berjalan secepatnya. Adi merasa banyak hal yang berubah darinya sejauh dia ingat.
Bagaimana mengatakannya Natasya lebih terlihat seperti gadis lembut pada umumnya.
"Kau yakin bahwa informasi ini sepadan dengan menjamin nyawa penyerangnya tetap hidup?" tanya Casandra pada Adi.
"Aku rasa begitu, jika kita tahu bahwa mereka akan menyerang kota, kita bisa menghadang semuanya sebelum sampai di kota."
"Menjadi pahlawan sembunyi-sembunyi, itu terdengar tidak buruk."
__ADS_1
Masalah kota suci masih ada dan Adi ingin mereka tetap fokus dengan masalah tersebut, dia berfikir akan melawan mereka hanya berdua bersama Casandra.
Elsa yang sudah bersandar sejak lama di belakang mendesah pelan. Bukan berarti keduanya tidak menyadarinya hanya saja Adi memilih untuk mengabaikannya sejak awal.
"Jadi Elsa aku harap kamu bisa merahasiakannya."
"Apapun yang tuan Adi inginkan, tapi sebagai gantinya kurasa ciuman bergairah akan cukup."
Adi tersenyum masam sementara Casandra menatap dengan pandangan mengkilap saat mereka melakukan hal tidak senonoh di tempat umum.
"Sesuai yang diduga dari seorang playboy."
"Tolong rahasia ini juga."
Elsa menyelesaikan keinginannya dalam 30 menit sebelum dia berjalan dengan wajah puas.
"Sebaiknya ia merapikan pakaiannya juga," kata Casandra pelan.
Pagi berikutnya Adi telah menjelaskan situasi tersebut pada Daria dan Melty membuat Adi harus menyerahkan urusan desa sementara waktu kembali, sebagai kamuflase ia hanya mengatakan akan mengurusi urusan perdagangan dan hal itu diterima baik oleh semuanya.
__ADS_1
Melalui sihir teleportasi Adi dan Casandra telah muncul di tempat lokasi sehari sebelum penyerangan, dia tidak berniat menyebar luaskan apa yang akan terjadi walaupun sebenarnya Adi juga sudah mengenal putri dari kerajaan ini dengan baik.
Di belakangnya ibukota, sementara di depannya hanya area hutan yang menyembunyikan padang rumput yang luas. Alasan Adi mengambil waktu lebih dulu adalah untuk membuat jebakan sekaligus mendengar bagaimana para Sage bertarung secara menyeluruh.
Untuk Lumina dan Karina sudah bisa dia mengerti bagaimana menanggulanginya sementara sisanya jelas akan sangat menyulitkan.
Sang Sage yang dikenal sebagai dewi pedang, Magnesia, memiliki penampilan wanita cantik dengan rambut pirang di kepang ke samping, dia dikenal sebagai seorang yang bisa membunuh ribuan iblis hanya dengan satu jurus.
Selanjutnya Viona Aksel, seorang yang ahli dalam sihir panggilan. Memiliki tubuh loli dengan rambut hitam bergelombang.
Orcana seorang penyihir bertubuh langsing serta berambut merah yang ahli dalam sihir mimpi.
Estella penyihir yang ahli dalam sihir penghalang tanpa atribut, memiliki penampilan gadis lugu dengan rambut coklat serta gaun pedesaan.
Dan terakhir Noella, yang ahli dalam sihir penyembuhan maupun sihir suci, memiliki penampilan seorang pendeta dengan rambut ungu.
Semuanya memiliki kekuatan luar biasa dan jelas lawan yang sulit dihadapi.
"Aku akan memisahkan mereka dalam dimensi dan saat itu kita akan menghadapi mereka satu persatu."
__ADS_1
"Apa menurutmu hanya dengan mengalahkan pemilik kekuatannya mereka dapat langsung dihentikan."
"Aku rasa tidak, hanya satu jurus yang aku ingat bisa menghidupkan orang mati dan menjadikannya sebagai boneka, itu adalah Absolute Life kecuali kita membunuhnya lagi mereka tidak akan bisa dihentikan."