Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 87 : Pengunjung Istimewa


__ADS_3

Menyadari kedatangan sebuah kereta, semua penjaga berdiri untuk menyambut orang di dalamnya. Yang berdiri lebih dulu adalah seorang pria berada dikisaran pertengahan dua puluhan dengan rambut abu metalik acak-acakan serta mengenakan jubah alkemis putih dengan lambang sebuah cawan dengan dua ular melingkar di pinggirnya.


Bukan hanya karena alkemis saja kenapa semua penjaga memberikan hormat padanya, fakta dia merupakan pangeran kerajaan ini menjadi salah satunya.


Sementara yang membuka pintu merupakan seorang pria tua dengan armor berat dan jubah menggantung di lehernya, dia seorang veteran ternama di pasukan kerajaan Starpiest bernama Aizen, Aizen sendiri terlihat seperti pria tua ramah akan tetapi jika bertarung dia sangatlah bisa diandalkan.


"Pangeran Yunolius, silahkan."


Yunolius atau kerap dipanggil Yuno keluar untuk memperlihatkan sosoknya yang cukup agung, walau para penduduk wanita berteriak mengagumi wajahnya yang tampan dia sama sekali tidak mempedulikannya.


"Kenapa di sini sangat ramai Aizen?"


Aizen yang dimaksud mengalihkan pandangannya, jelas setiap ada kerumunan seperti ini Yuno sangat membencinya, karena itulah pewaris tahta dia berikan pada adiknya yang merupakan gadis kecil, baginya ilmu pengetahuan lebih berarti dibandingkan tahta semata saja.


Jika dia melibatkan dirinya dalam pemerintahan maka waktu untuk meneliti akan berkurang, begitulah pemikiran darinya yang terasa ekstrim untuk beberapa orang yang menginginkan kedudukan seperti itu.


"Kemungkinan informasi Anda datang kemari, telah bocor."


Ini bukan pertama kalinya Yuno mengalami hal seperti ini jadi dia memilih mengabaikannya.

__ADS_1


"Terserahlah, pastikan untuk semua orang tidak menghalangi jalanku."


"Baik pangeran."


Selagi membawa grimore hitam di tangannya, Yuno berjalan ke mansion pemilik tanah yang merupakan pria gemuk bernama Bota.


Bota dengan gugup mengelap wajahnya yang berkeringat setelah menyambut kedua tamu tersebut di kediamannya.


"Kalau boleh tahu, apa yang membuat Anda datang ke tempat seperti ini? Jika ada yang bisa saya bantu, saya pasti akan membantu sekuat tenaga saya."


Aizen yang berdiri di belakang Yuno yang duduk tampak menyilangkan tangannya sembari mengangguk kecil, dia sudah mengenal sejak lama bahwa Yuno tidak begitu memperdulikan hal formal seperti ini, dia bahkan tidak akan marah jika seseorang berteriak padanya atau menganggapnya seperti orang biasa. Namun, kebanyakan orang salah menilainya.


"Soal itu memang tepat, hanya saja karena tempatnya sangat dalam dan berbahaya, dari generasi ke generasi pemilik tanah sebelumnya melarang siapapun untuk masuk."


"Termasuk aku?"


Bota mengangguk mengiyakan, dungeon sendiri tidak dimasukan ke dalam harta nasional, dimana dungeon muncul, kepemilikan akan jatuh pada pemilik tanah.


"Maafkan saya pangeran, tapi saya tidak bisa mengizinkannya... saya mematuhi apa yang diwariskan oleh nenek moyang saya untuk menjaganya."

__ADS_1


"Menyerahlah pangeran, sudah aku bilang tempat itu sangat berbahaya, meski Anda memiliki tas penyimpanan kita belum tentu bisa melewatinya begitu saja."


"Harga di dungeon akan sangat membantu untuk melindungi kerajaan ini... walau kekaisaran telah dijatuhkan oleh Rinko, kita belum tahu apa dia bisa melindungi kerajaan kita termasuk kerajaan yang sebelumnya berada dipelindungan kekaisaran."


"Sungguh mengejutkan bahwa Anda sedikit memperdulikan kerajaan kita," balas Aizen dengan nada menggoda.


"Aku hanya ingin mendukung adikku dan membuat jalannya lebih mudah saat dia naik tahta, bisa dibilang aku sedikit tidak enak menyerahkan pekerjaan berat padanya."


"Aku bisa mengerti itu."


Pangeran sekali lagi meyakinkan pemilik tanah, dia menggelengkan kepalanya beberapa kali namun ketika dia menerima sebuah peti penuh emas matanya mengkilap.


"Jangan khawatir ini hanya hadiah dariku, berikan semua informasi tentang dungeon tersebut dan izinkan aku untuk menyelidiki semuanya tentu apa yang aku temukan di sana menjadi milik kerajaan."


"Aku mengerti, aku akan mencari dokumennya."


Pemilik tanah tergesa-gesa pergi sedangkan Aizen mendesah pelan.


"Benar-benar, jika pejabat seperti ini bagaimana bisa negara maju nantinya."

__ADS_1


Yuno hanya mengabaikan perkataan tersebut sembari menyeruput tehnya.


__ADS_2