
Adi meregangkan otot-ototnya setelah selesai menumpuk dokumen yang sudah diperiksanya, dengan penjualan yang dilakukan lewat guild pusat sebelumnya mereka tidak usah khawatir soal dana, walaupun kekaisaran hancur Moris kebetulan sedang tidak berada di sana dan mereka masih mau membayar sisa pembayaran sebelumnya.
"Paling tidak kita akan bertahan sampai musim dingin tiba," gumam pelan Adi sembari menatap jendela.
Musim dingin di dunia ini sangatlah tidak bersahabat namun di saat yang sama pula sesuatu yang ditunggu kebanyakan orang.
Terlepas dari sulitnya mendapatkan makanan, saat musim dingin pasukan raja iblis akan mundur jauh ke belakang hingga menghentikan peperangan sementara waktu.
Melty mengetuk pintu untuk meletakkan berkas pemesanan dari beberapa negara tetangga lewat toko yang berada di ibukota demi-human, Sentinal.
"Silahkan diperiksa tuan."
Melty adalah seorang gadis Siren dengan rambut biru panjang serta wajah manis mempesona, walau Siren dikenal sebagai sosok yang mendiami lautan bersama putri duyung, mereka bisa hidup sangat baik di daratan juga.
"Masing-masing negara memesan sangat banyak bahan makanan, apa stok kita akan baik-baik saja nantinya."
"Soal itu tidak perlu dikhawatirkan tuan, berkat Yorin yang membuat seluruh tanaman cepat tumbuh kita benar-benar aman, Kamui juga telah banyak berburu belakangan ini untuk persediaan daging kita, kita hanya harus meletakan daging dan sayuran diluar saat musim dingin tiba, itu akan membeku dan menjaga kualitasnya."
Itu mengingatkan Adi bahwa di sini tidak ada lemari pendingin.
Adi mendesah pelan, dia bukan berarti tidak senang mendengar bahwa wilayahnya semakin diandalkan banyak orang, hanya saja merepotkan jika saat musim dingin orang-orang berada di luar rumah untuk mengurus pengiriman.
"Pastikan untuk selesai saat musim dingin tiba jika tidak, maka kita akan langsung menghentikan pengiriman, berbeda dari wilayah lain, tempat ini akan begitu dingin saat salju turun."
"Aku mengerti, kami akan meminta para naga untuk membantu juga."
Melty membungkukkan badannya sebelum keluar dari pintu, setelah kepergiannya Vern dengan pakaian idol barunya masuk dengan bersemangat. Ia memiliki mata seorang bintang yang bersinar saat menemukan sesuatu yang menarik.
Rambut hitamnya masih diikat twintail dengan memamerkan pesona imutnya.
"Tuan Adi, bagaimana penampilanku sekarang? Mungkinkah Anda lebih penasaran dengan apa yang aku pakai di balik rok ini."
__ADS_1
"Tidak sama sekali, jadi kenapa kamu datang kemari?"
"Kejamnya, seolah aku tidak boleh ada di sini."
Vern membuat pose imut dengan kedua tangannya, sesekali Adi menghitung sehari berapa kali dia berpose dan ia menemukan bahwa paling sedikit Vern melakukannya 100 kali.
"Aku hanya mampir beristirahat setelah latihan persiapan konser kami."
Beberapa orang memang menggunakan ruangan ini juga sebagai tempat istirahat, ada sofa di dekat dinding yang Vern gunakan untuk duduk, dia mengambil majalah lalu diam di sana dengan baik.
Majalah tersebut apa yang dibeli oleh Daria belakangan ini.
"Model majalah ini terlihat cantik, apa menurut tuan kita bisa merekrutnya untuk menjadi seorang Idol?"
Saat Vern menunjukkan foto siapa, Adi bisa merasakan perutnya terasa mual.
"Kenapa Flora Arum D'Esta ada di sana?"
"Jauhkan majalah itu dariku."
"Kenapa? Bukannya dia cantik?"
"Aku sedikit trauma padanya."
"Benarkah?"
Adi merosotkan bahunya lemas, untuk mengubah suasana ia memutuskan untuk membantu Claudia untuk memanen tomat. Claudia sendiri merupakan gadis dari ras Harpy dengan rambut pirang sebahu yang akhir-akhir ini lebih suka sayuran dibandingkan daging.
"Tuan... Anda ingin membantu juga?"
"Pekerjaanku sudah selesai aku ingin menghabiskan waktu di sini juga."
__ADS_1
"Aku mengerti tapi.."
Pandangan Claudia teralihkan pada Vern.
"Aku juga akan membantu, seorang idol pandai melakukan apapun loh."
"Paling tidak mohon untuk berganti pakaian dulu," kata Claudia sembari menahan rok Vern yang dihembuskan oleh angin.
Adi sedikit merasa lega bahwa ras Harpy kini mulai mengerti apa yang dimaksud dengan rasa malu.
Meski begitu.
"Claudia rokmu juga!"
"Kyaaa."
"Angin nakal, aku benci angin! Baka!"
"Bisakah kamu tidak bersikap imut setiap saat," protes Adi pada Vern.
Sementara semua orang yang melihat hanya saling bergosip.
"Tuan tanah melucuti gadis polos di depan umum."
"Ternyata rumor tersebut memang benar."
"Kita juga harus berhati-hati, pastikan untuk mengenakan celana di balik rok kita."
"Tapi kita cowok."
Popularitas Adi semakin menurun tajam.
__ADS_1