
Sebelum matahari terbenam, sore ini Adi memutuskan untuk menjamu semua orang dengan masakan spesialnya, sebelumnya Elsa dan Misa mengurungkan untuk berlibur demi memberitahukan Adi tentang rencana Rinko. Sebagai gantinya Adi akan memberikan pelayanan khusus melalui masakan sebagai gantinya.
Kursi dan meja panjang telah ditata sedemikan rupa di luar ruangan, adapun yang duduk mereka meliputi, Mebel, Elsa, Yorin, Misa, Kamui, Vern, Brietta, Melty dan terakhir tentu saja Daria yang duduk di antara Riho dan Casandra.
Riho sudah bagian dari rumah ini walaupun dia sejujurnya tidak berada di sana menetap ataupun bekerja. Terlepas dari itu, semuanya akan dilayani layaknya di restoran mahal.
Wajah yang jarang terlihat adalah Yorin dan Kamui.
Yorin senang mengurung dirinya dengan berbagai penemuan yang ingin dibuatnya sementara Kamui lebih suka berburu sepanjang hari, jika Adi melarangnya berburu binatang buas dia terkadang akan berburu manusia ataupun orang-orang jahat di kota.
Di beberapa kasus pemberitaan tentang banyak mayat hancur yang ditemukan di jalanan semuanya ulahnya.
Adi yang sudah mengenakan pakaian serba putih membantu semua orang menyiapkan alat makan, dia bahkan menuangkan anggur dengan elegan dan jus untuk Brietta.
"Tunggu sebentar, aku bukan anak kecil.. berikan anggurnya."
"Cuma bercanda."
"Bercandanya jelek, barang kali kamu tidak memperhatikan tapi aku sudah bertambah tinggi hari ini."
Adi merasa ingin mengelus rambut Brietta.
"Silahkan dinikmati, sekarang aku bukan Adi, melainkan Chef master jadi panggil aku demikian."
Hanya Daria yang memandang Adi dengan tatapan ikan mati seolah melihat makhluk asing yang baru mendarat di planet ini.
"Tatapanmu mengerikan."
"Kenapa kamu melakukan ini semua?"
Seluruh anggota Shadow Hunter mengangkat tangannya dan serempak mengatakan " Karena kami suka."
"Dilayani seperti ini tidak terlalu buruk, apa ada layanan kamar juga."
__ADS_1
"Berhentilah mengatakan hal kotor di meja makan, dasar rubah betina."
"Ada apa Mebel? Apa kamu juga ingin melakukannya."
Sebelum mereka akan saling melemparkan piring, Misa sudah di sana selagi mengarahkan senapan panjang di depan mereka.
"Misa?" x2.
"Aku sudah mengisinya dengan obat bius, aku rasa aku akan menembakannya jika semuanya tidak terkendali."
Keduanya memilih untuk duduk tenang.
Kamui tertawa.
"Kalian harus mencoba untuk bertarung habis-habisan, seperti yang aku lakukan.. saat melihat orang menderita terasa sangat nikmat."
Adapun Yorin lebih duduk sembari membaca buku.
Demi membuat semuanya berjalan normal Adi menenangkan semua orang termasuk mengambil buku Yorin.
"Tuan?"
"Dilarang membaca buku saat di meja makan, cobalah seperti yang lainnnya untuk menikmati anggurnya dulu."
Yorin mengembung pipinya namun Adi sudah tahan akan kekuatan yang disebut keimutan, walaupun di dalam hatinya dia masih berteriak.
"Aku mengerti."
Melty bertepuk tangan saat Adi pergi untuk membawakan makanan pembuka.
"Aku penasaran makanan seperti apa yang akan dihidangkan lebih dulu oleh Chef master?"
"Aku juga merasa demikian, Adi selalu singgah di rumahku jika ia ingin makan sesuatu, ini pertama kalinya aku dibuatkan sesuatu olehnya."
__ADS_1
"Tuan sering datang ke rumah Riho?"
"Sesekali ia datang tengah malam dan pulang keesokan paginya."
"Mencurigakan."
Riho membuang muka saat Melty menatapnya begitu dekat. Di sisi lain Brietta dan Vern terlihat menantikannya hingga mereka sedikit kecewa karena yang dihidangkan lebih dulu hanyalah sebuah kaleng yang diletakan di atas piring bukan makanan besar untuk mengisi kerakusan mereka.
"Apa ini?" tanya Mebel.
"Caviar, itu terbuat dari telur dan rasanya enak."
"Telur ikan, aku baru melihatnya," kata Casandra.
"Cobalah."
Ketika mereka memakannya mereka terlihat gembira.
"Apa-apaan rasa ini?"
"Di kampung halamanku hanya orang-orang kaya raya saja yang bisa memakannya, kalian bisa menambahkan roti atau biskuit untuk meningkatkan rasanya."
Mereka semua mengangkat tangannya untuk memesannya.
"Tolong rotinya."
"Jika hanya orang kaya yang memakannya, maka ini pasti makanan bangsawan."
"Aku juga merasa begitu."
Vern dan Yorin saling melemparkan hal tersebut saat Adi menaruh roti untuk masing-masing meja.
Porsi Brietta dibuat banyak bahkan jika hanya makanan pembuka.
__ADS_1