
Penjaga yang baik itu melakukan seperti apa yang ia katakan dengan bernegosiasi dengan pedagang, pedagang sempat memikirkannya sesaat sampai akhirnya sepakat untuk memberikan tumpangan bagi Adi dan Sonya mengingat ia bisa memiliki ekstra perlindungan dari keduanya.
Mereka akan pergi keesokan paginya maka dari itu untuk malam ini keduanya menyewa kamar untuk menginap, Adi sempat memprotes bagaimana tidak ada kamar yang di dalamnya ada dua ranjang, ia merasa bahwa Sonya dan resepsionis memiliki kesepakatan tertentu diantara keduanya.
Rasa penasaran tersebut menghilang begitu saja saat Adi diperlihatkan sebuah kamar yang cukup luas yang menampilkan interior mewah. Selain fungsinya semuanya dibuat untuk kenyamanan siapapun penyewanya.
Adi hendak memutuskan merendam dirinya di bak mandi hangat saat Sonya muncul untuk memberikan perawatan khusus.
"Saya akan membasuh punggung Anda."
"Sonya, aku rasa aku akan melakukannya sendiri."
"Mungkin Anda kurang nyaman jika saya tidak telanjang juga."
Ini bukan pertama kali Adi dalam situasi seperti ini, terkadang para budaknya mencoba melakukan hal sama. Bagi dirinya ini adalah trik kotor yang hanya digunakan para wanita untuk membuat pria bertanggung jawab saat terjadi hal tidak-tidak.
Entah bagaimana caranya Adi berhasil meyakinkan dirinya untuk tetap bertahan.
"Saya pikir Anda sedikit tidak normal, tapi saya melihat bahwa bagian bawah Anda bereaksi!"
"Jangan melihatnya."
__ADS_1
Dunia fantasi benar-benar mengerikan, Adi bergumam hal itu sembari duduk berlutut di pojokan, seolah sesuatu hilang darinya.
Syukurlah Mesna tidak ikut, jika dia ikut kemungkinan ia akan mulai menggodanya seperti bagaimana kamu bisa bertahan setelah digoda seperti itu? Dan banyak lagi ejekan lainnya.
Adi bisa bertahan namun efeknya membuatnya tidak bisa tidur malam ini dengan Sonya yang tidur lelap di sebelahnya.
Pagi berikutnya sekitar empat kereta telah meninggalkan perbatasan untuk menuju kota Signe, di antara kereta tersebut Adi dan Sonya berada di belakang duduk bersama beberapa orang juga. Ada seorang pria bertubuh besar, wanita dan anaknya serta seorang nenek. Semuanya kemungkinan besar memiliki tujuan yang sama.
Pria itu menawarkan beberapa makanan ke arah Adi.
"Kamu mau anak muda."
"Apa itu?"
"Maaf aku tidak terbiasa dengan makanan ekstrim."
"Jadi benar, kamu berasal dari luar, beberapa orang tidak terlalu ingin mencoba makanan ini haha Namaku Baret, seorang penebang kayu dari Signe salam kenal."
"Adi seorang petualang dan ini Sonya, pengawalku."
"Untuk melihat seorang elf di negara kami, aku sungguh beruntung."
__ADS_1
Mungkin karena itu juga semua orang di sini lebih memperhatikan keberadaan Sonya. Untuk orang dimaksud ia hanya membalas dengan sopan.
"Kota kami sedang dalam masalah, aku harap kamu akan betah di sana."
"Bermasalah?"
"Saat musim dingin beberapa monster menyebrang ke wilayah kami, seperti yang kita tahu beberapa monster juga tidak tahan dengan udara dingin, banyak orang yang terluka dan aku diminta untuk membawa pedagang yang memiliki obat-obatan untuk kembali ke kota."
Baret jelas bukan seorang petualang kendati demikian semua orang di kotanya jelas sangat mengandalkannya untuk pekerjaan ini.
Sonya menyela.
"Tuan Adi, ada sesuatu yang mengejar kita."
Adi melihat segerombolan serigala telah berlari dari arah belakang mereka.
"Tidak masalah."
Adi sendiri memilih melemparkan sebuah granat cahaya dan itu memiliki efek yang membuat para serigala terdiam sebelum memilih untuk berjalan pergi.
"Apa yang barusan?"
__ADS_1
"Hanya benda sihir."
Adi memilih untuk mengatakannya seperti itu.