Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 96 : Keinginan Dari Sage Lumina


__ADS_3

Untuk golem Orichalcum memiliki kesulitan lebih tinggi, semua orang bekerja sama untuk merobohkannya.


Tingginya enam meter memiliki tangan lebih besar dari tubuhnya sendiri dan bergerak dengan cukup kuat.


Panah Yue Ling mengenai satu matanya hingga golem tersebut berteriak, golem Orichalcum sendiri kebal akan sihir dan hanya bisa dijatuhkan dengan serangan langsung.


Adi, Aizen dan Sonya melompat jauh ke atas untuk memberikan tebasan kuat hanya saja serangan ketiganya terpental kembali membuat mereka mundur sembari menghindari serangan balasan golem.


"Percuma, bebatuan dari Orichalcum sangatlah kuat! Kita tidak bisa menumbangkannya!" teriak Aizen frustasi.


(Jika saja golem ini bisa dijatuhkan dengan sihir maka sihir air yang dibentuk sebagai bilah akan cocok untuk mengalahkannya) pikir Adi dalam hati sampai Yuno yang sudah bersiap menyerang meminta mereka untuk sedikit membuka jalan untuknya.


"Pangeran?"


"Hancurkan inti golemnya."


Yuno melemparkan sebuah bola air yang dengan tepat mengenai dada golem Orichalcum, cairan itu melelehkannya hingga bisa terlihat sebuah inti golem sebesar bola tenis dengan warna keunguan.


Tanpa menahan diri lagi Aizen melesat dengan bantuan pengalihan dari Adi dan Sonya. Pedangnya mampu menghancurkan inti tersebut hingga golem terdiam selanjutnya tubuhnya mulai berjatuhan.

__ADS_1


Yue Ling menarik nafas lega sembari duduk di tanah.


"Aku senang ini berakhir," katanya lemas.


Rencananya sendiri mereka hanya berburu golem perak 20 buah, golem Mytril 30 buah dan golem Orichalcum 2 buah setiap harinya dan akan selesai selama lima hari.


Bagi Yue Ling yang tidak memiliki pengalaman pertempuran seperti ini membuat tenaga dan pikirannya lelah, meski dia selalu di belakang dia tetap merasakan bagaimana kengerian dari tempat ini.


Tanpa disadarinya golem batu dan besi muncul di belakangnya, tepat saat keduanya hendak mengirim pukulan Adi sudah menjatuhkannya dengan bola api kemudian diakhiri oleh tebasan Sonya.


"Heeee! Apa-apaan barusan? Aku tidak menyadari keduanya."


Yue Ling membalas pernyataan Sonya dengan mengembungkan pipinya.


Setelah beberapa hari melalui perburuan golem yang melelahkan mereka akhirnya kembali turun semakin jauh, kini area yang mereka lewati penuh dengan air terjun, bagaimana air ini mengalir tidak bisa diketahui.


Adi yang berjalan di depan Yuno bertanya.


"Tempat ini dibuat oleh Sage di masa lalu, apa kamu tahu kenapa alasan tempat ini dibuat?"

__ADS_1


"Dari yang tertulis di buku, dia berfikir untuk menempatkan semua orang tetap aman di tempat ini, para iblis yang mengejar kemungkinan akan berfikir dua kali saat melewati dungeon berbahaya seperti ini."


"Jadi itu rencananya."


"Iya, sayangnya dia lebih dulu dikalahkan sebelum membawa penduduk kota kemari hingga akhirnya dungeon ini disegel, kecuali pembuatannya akan sulit jika seseorang mencoba memasukinya."


Saat itu kekaisaran belum memiliki pahlawan yang Adi kenal sebelumnya. Mungkin itu sebuah rencana yang bagus yang bisa dipikirkan seseorang.


"Kalian berdua mengatakan dia dan dia, memangnya siapa dia itu?" tanya Yue Ling geram.


"Namanya Lumina," balas Yuno hampir tidak menunjukkan ekspresi seperti biasanya.


"Lumina, aku pernah mendengarnya juga.. menurut sejarah tujuh Sage merupakan gadis cantik."


Bagi Adi ini pertama kalinya dia tahu Sage semuanya adalah wanita. Karina Erkana juga dikatakan sebagai seorang elf berambut perak yang mempesona.


Terlepas pembuatan dungeon ini, sungguh disayangkan bahwa tujuan dari Lumina seutuhnya telah gagal. Adi bisa menyimpulkan rencana yang dipikirkan olehnya.


Dia ingin membuat seluruh manusia yang masih hidup tinggal di dalam tanah atau lebih tepatnya sebuah dungeon, jika mengasumsikan hal demikian maka tidak aneh ada beberapa lantai yang diperuntukkan untuk ditinggali tanpa ada monster di dalamnya.

__ADS_1


Yang bisa mereka lakukan hanyalah terus bergerak.


__ADS_2