Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 61 : Pedang Sihir


__ADS_3

"Seharusnya kami membunuh Rinko dari awal pemanggilannya, kini dia malah datang menghancurkan kekaisaran."


"Menyesal juga percuma, kalian akan hancur hari ini."


Menanggapi pernyataan Elsa, Keus tertawa terbahak-bahak.


"Hanya 10 naga, apa kau pikir Golem knight kami akan dikalahkan."


Elsa berbalik ke arah kota untuk melihat bagaimana para naga telah dikeroyok oleh golem-golem, tubuh mereka ditindih hingga tidak bisa bergerak.


"Naga cukup menjanjikan, kulit dan tubuh mereka bisa dijadikan senjata, kami akan mengurusnya nanti."


Elsa mendecapkan lidahnya, dia tidak mengira golem yang dibuat oleh inti core sangatlah merepotkan. Elsa menarik arah pandangannya kembali ke Keus yang sudah bersedia dengan pedangnya.


Pedang tersebut menghasilkan lingkaran sihir sebelum akhirnya berkobar dengan api membara.


"Fire Slash."


Elsa segera menarik tubuhnya ke belakang saat bilah api melewati dirinya, tebasan tersebut memotong seluruh bangunan di belakangnya hingga ambruk dan terbakar.


"Pedang sihir kah."

__ADS_1


"Tidak aku sangka kau tahu tentang pedang ini, hanya ada beberapa pedang yang masih ada di dunia ini dan salah satunya berada di tanganku."


Elsa bersalto saat Keus menerjang padanya seperti hewan buas, dia menggunakan pisau yang jelas tidak mungkin bisa menandingi kekuatan pedang sihir.


Pakaian miliknya terkoyak bersama darah yang menetes di sekitarnya.


Prang.


Pisau Elsa patah atau lebih tepatnya hancur berkeping-keping, dia melompat ke atas menggunakan pisau yang disembunyikan di sepatunya, itu melukai wajah Keus hingga dia berhenti menyerang sementara Elsa bisa menjaga jarak cukup jauh.


"Aku sering mendengar soal Shadow Hunter, mungkinkah kau salah satunya."


Elsa tidak menjawabnya melainkan memunculkan lingkaran sihir di depannya, pada dasarnya job Elsa adalah seorang penyihir walau dia masih belum mengeluarkan tongkat ia bisa meningkatkan sihirnya hanya dengan tangan kosong.


Semburan api menyerupai nafas naga menerjang ke arah Keus lalu membungkusnya dalam warna merah cerah.


Elsa mengerenyitkan alisnya saat api tersebut diserap oleh pedang di tangan Keus sebelum digunakan sebagai serangan balasan.


Elsa yang tidak bisa mengelak dari serangan tersebut kehilangan satu tangannya yang terbang ke udara dan jatuh ke tanah, ia menahan diri untuk tidak berteriak sembari berusaha menyembuhkan tangannya dengan membasuh bekasnya dengan sebuah potion.


"Berikutnya adalah kepalamu."

__ADS_1


Elsa buru-buru mengambil tangannya saat dirinya diburu oleh bilah lainnya. Dia membentuk banyak sihir air untuk menanggulangi serangan api.


"Seseorang yang bisa menggunakan banyak sihir sesuatu yang langka, aku akan memberikan keringanan... jika kau mau bergabung dengan pihak kekaisaran kami akan mengampunimu."


"Jangan bercanda, aku sudah memiliki tuan yang aku layani seumur hidupku, kalian tidak lebih seperti hewan bagiku."


"Sayang sekali, matilah."


Bilah yang dikirim ke arah Elsa jauh lebih banyak dari sebelumnya, Elsa memutuskan hanya berdiri dan dalam sekejap sebuah dinding lingkaran sihir menahan semua bilah tersebut dengan kuat.


"Mustahil? Bagaimana bisa?"


"Sudah aku duga, bilahnya hanya bisa ditahan dengan pelindung seperti ini... aku harus membuatnya dalam sepuluh rangkap."


"Sihir pelindung berlapis bagaimana?"


Sebelum Keus bergerak kembali Elsa sudah muncul di depannya, dia melemparkan tangannya yang terputus ke wajah Keus hingga momentum miliknya hancur. Sebelum dia sadari sebuah pisau telah melukai lehernya.


"Sihir pelindung yang barusan aku mempelajarinya dari tuanku, bagiku kalian tidak akan pernah menyamainya," kata Elsa melihat bagaimana Keus menarik nafas terakhirnya.


Elsa menginjak pedangnya dan itu hancur dengan mudah.

__ADS_1


"Sekarang apa yang sebaiknya aku lakukan?"


Setelah keheningan sesaat ia berfikir lebih baik membantu para naga sekarang selagi mendoakan keberhasilan tuannya.


__ADS_2