
Berkat serangan tersebut Adi lolos dari kematian dan saat seluruh drone-nya dihancurkan dia telah menerjang ke depan.
Penguatan fisiknya telah mencapai level maksimal membuatnya bergerak seperti layaknya kilat. Sebelumnya beban yang diterima Adi dalam penggunaannya adalah tidak sadarkan diri akan tetapi saat ini hal itu sedikit berkurang, dalam satu waktu seluruh kepala Hydra telah dipenggal termasuk tubuhnya sendiri menjadi seonggok daging saja. Tepat saat dia akan kembali beregenerasi, Adi membungkusnya dengan sihir cahaya.
Sihir ini adalah sihir tingkat atas yang hanya bisa dipakai oleh sebagian para petinggi gereja para dewi. Sihir yang dianggap punah yaitu anti sihir.
Adi telah menyadari bahwa setiap bagian tubuhnya terpotong ada semacam sihir yang aktif di tubuh Hydra yang membuatnya kembali tumbuh untuk menyembuhkan lukanya sendiri, saat sihir itu dihilangkan maka Hydra ini sepenuhnya tidak akan bergerak lagi.
Pada dasarnya monster ini bukan makhluk hidup melainkan hanya monster buatan saja.
Adi seolah kehilangan tenaganya dan ambruk dengan wajah menatap langit ruangan ini, No.11 berdiri di dekatnya dengan wajah condong ke arahnya.
"Tidak aku sangka aku melihat sihir yang menarik, pasti nona Lumina tidak memperkirakan ada sihir yang bisa digunakan untuk melawan hasil ilmu pengetahuannya."
"Lalu bagaimana seharusnya seseorang bisa mengalahkan makhluk ini?"
"Jika tidak salah nona Lumina bilang kalau ada penantang yang masih bertahan setelah 10 menit maka ia lulus menjadi tuanku, lagipula kelemahan terbesar Hydra hanya bisa bertarung selama itu."
Adi mengerenyitkan alisnya, sejak awal Lumina tidak menciptakan monster yang sempurna untuk ini.
__ADS_1
"Dengan begitu Adi bisa dibilang melebihi ekspektasi dari nona Lumina sendiri," kata No.11 senang.
Adi hanya mendesah pelan. Dia meminta waktu sedikit untuk memulihkan diri sebelum kembali pada teman-temannya yang mana disambut dengan ucapan hangat.
Sonya mengambil kesempatan ini untuk memeluk Adi.
"Aku terharu bahwa Anda berhasil menyelesaikannya, maka dari itu mari rayakan dengan membuat bayi."
"Perkataannya terdengar sangat sesat," potong Yue Ling menggelengkan kepalanya.
Yuno dan Aizen tidak ambil pusing dengan hal itu, kehidupan di luar istana menurut mereka bahkan lebih liar. Terlepas dari itu mereka berdua lebih penasaran bagaimana Adi bisa menyelesaikannya dan juga seperti apa yang dia hadapi? Adi memberitahukan makhluk seperti apa yang dia lawan.
Kepemilikan telah dialihkan pada Adi, kendati demikian ia meminta No.11 untuk memperlakukannya seperti biasanya. Sudah banyak orang yang memanggilnya sebagai tuan dan itu sedikit membuat jarak tidak terlihat untuknya maupun orang lain.
Keinginan darinya hanya melihat sosok No.11 terlihat bebas.
"Aku akan melakukan tugas dengan baik, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Semua orang melirik ke arah Adi dan ia mengangguk.
__ADS_1
"Bawa kami ke lantai terakhir."
No.11 menyetujuinya dan sama seperti sebelumnya dia membuat lift untuk dinaiki semua orang yang kemudian turun semakin dalam ke bawah tanah.
Mereka bisa melihat aula luas dengan tumpukan harta berlimpah, dari senjata sampai pernak-pernik semuanya sangat mewah serta bernilai tinggi.
"Apa kami boleh mengambil semuanya?"
"Tentu saja."
Aizen melompat ke tumpukan uang layaknya anak kecil, disusul Yue Ling dan Sonya ikut-ikutan walaupun dia tidak tahu bagaimana sesuatu seperti ini bisa membuat seseorang bahagia.
"Sejauh ini kami tidak bertemu hal semacam bos lantai apa dungeon ini memang dibuat seperti itu?" tanya Yuno yang dijawab cepat oleh No.11.
"Benar sekali, bagi nona Lumina mengandalkan satu monster sebagai bos tidak terlalu efektif akan jauh lebih baik jika mengerahkan banyak monster di setiap tempat, lagipula 10 lokasi dari lantai teraman juga sudah cukup menahan jika iblis datang..
No.11 mengambil sedikit jeda dalam perkataannya.
"Yang sungguh disayangkan bahwa tempat ini tidak menjadi seperti apa yang beliau inginkan," perkataan tersebut diselimuti perasaan sedih.
__ADS_1