Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 133 : Pembangunan Wilayah Khusus Berikutnya


__ADS_3

"Ah, tuan Adi apa yang bisa aku bantu hari ini?"


Pagi hari di udara yang hangat Adi telah mendatangi tempat bekerja para Dwarf, yang berbicara dengannya bernama Idef yang menjadi ketua perwakilan.


"Aku ingin dibuatkan sebuah pedang, apa kalian tidak sibuk hari ini?"


"Kami sudah menyelesaikan perkakas yang Anda minta sebelumnya aku rasa kami memang senggang."


Adi merasa lega dengan itu, material yang dia kumpulkan dari dungeon tersegel telah diberikan ke toko ini seharusnya semua orang memiliki perkakas yang kuat untuk bertani sekarang.


"Saat aku tahu Mytril dan Orichalcum dijadikan bahan membuat perkakas aku cukup terkejut, padahal material seperti itu sangat diinginkan oleh banyak orang sebagai senjata, biar aku tebak bahwa Anda memiliki bahan tertentu untuk senjata Anda saat ini."


"Mungkin bahan yang sedikit unik," kata Adi ragu membuat wajah Idef jauh lebih penasaran.


Ia mengeluarkan sebuah bongkahan batu berwarna hitam yang terus mengeluarkan aura gelap ke udara.


Idef mengerenyitkan alisnya sembari sedikit mundur menjaga jarak.


"Seperti batu yang terkutuk, apa itu baik-baik saja? Tidak, darimana Anda mendapatkan hal seperti itu?"


"Sebenarnya aku mendapatkannya dari Brietta.. dulu dia mengalahkan naga zombie dan ini merupakan inti yang dia ambil saat itu."


"Naga Zombie? Aku bisa membayangkan seberapa mengerikan itu."


Jika naga mati terkadang mereka berubah menjadi zombie jika dikubur di tanah, untuk membuat hal itu tidak terjadi pemakaman naga biasanya harus dibakar. Naga juga memiliki masalahnya sendiri.

__ADS_1


"Kurasa kekerasannya mirip Orichalcum, perlu waktu lama tapi aku masih bisa menempanya.. jadi model seperti apa yang Anda inginkan?"


Adi memberikan model pedang yang sederhana untuk dua tangan.


"Anda ingin menggunakan pedang besar."


"Sebelumnya aku sedikit kesulitan saat menggunakan pedang-pedang seperti ini, akan tetapi sekarang statusku sudah cukup kuat untuk memegangnya.. terkadang berat senjata juga cukup berpengaruh dalam pertempuran."


"Aku mengerti, aku dengan yang lainnya akan membuat pedangnya secepatnya... serahkan pada kami."


"Aku mengandalkan kalian."


Adi memiliki hal yang harus dilakukan, dia akan sangat terbantu jika itu bisa diselesaikan dengan cepat. Dari Dwarf Adi pergi untuk memeriksa ladang pertanian ia berbicara dengan orang-orang di sana sebentar termasuk dengan Melty dan Daria sebelum beralih untuk memeriksa pekerjaan No.11 dan No.12 di tempat lain.


Mereka memiliki kemampuan untuk membangun dungeon karenanya mereka juga bisa melakukannya di luar dungeon.


"Kerja bagus kalian berdua, apa mau beristirahat sebentar sembari menikmati cemilan."


Keduanya menatap Adi dengan mata mengkilap, Adi sendiri tidak pernah kehabisan makanan manis.


"Itu, No. 12... apa yang kamu ingin makan sekarang?"


"Kenapa kamu menanyakannya."


"Semuanya terlihat enak."

__ADS_1


"Mudah saja No.11... kita pesan semuanya."


"Kamu benar."


Adi hanya tersenyum masam saat keduanya menggunakan sistemnya untuk memilih makanan yang mereka inginkan.


Ketika mereka selesai mereka dengan senang mencobanya.


"Manis sekali."


"Benar sekali, nona Lumina jika ada, ia akan cemburu."


"Apa ia suka makanan manis?"


Keduanya mengangguk mengiyakan.


"Ia selalu berkata jika tidak memakan gula, kepalanya akan sakit."


"Dia pasti perlu nutrisi untuk berfikir."


No.11 melanjutkan.


"Sebentar lagi kami sudah selesai di sini, apa ada pekerjaan yang lain lagi?"


Adi diam memikirkannya jika ada sesuatu yang diinginkan mungkin adalah membangun tembok tinggi yang kokoh yang mengelilingi wilayah khusus. Perlu beberapa tahun bahkan puluhan tahun untuk orang-orang membangunnya akan tetapi jika itu mereka berdua seminggu mungkin bisa.

__ADS_1


"Sudah waktunya wilayah khusus semakin berkembang menjadi sebuah kota, aku mengandalkan kalian."


No.11 dan No.12 saling mendekatkan punggung mereka dengan pose serahkan padaku. Adi jadi mengingat soal Vern karenanya ia ingin mengunjunginya juga.


__ADS_2