
Kapten mendecapkan lidahnya dengan situasi yang terjadi sekarang.
"Cih, kenapa harus ada badai di waktu seperti ini?"
Sementara semua orang bergerak untuk menutup layar, Adi menutupi wajahnya dari hujan untuk mendekat ke arah kapten.
"Apa ada yang salah?"
"Bagi orang awam mereka akan menganggap badai ini sebuah fenomena biasa tapi aku tahu bahwa ini semua ulah hantu laut."
"Hantu laut?" Adi sedikit kebingungan.
"Hantu laut biasanya menciptakan badai untuk menenggelamkan kapal-kapal yang dikendalikan oleh uap, hantu laut sangat benci dengan suara bisingnya."
Adi berusaha melihat ke depan untuk melihat apa di sana benar-benar ada kapal uap, sayangnya berkat ombak ia tidak melihat apapun dan hanya merasa bahwa dirinya terombang-ambing ke sana kemari.
Untuk Kamui dia tetap di tempatnya seolah tidak terpengaruh, seorang yang bertugas sebagai pengawas berteriak dari tiang perahu.
"Ada kapal besar di depan kita?"
"Apa mereka baik-baik saja!" teriak kapten kembali.
"Aku rasa tidak, mereka tenggelam."
"Sudah aku duga, mereka pasti mengabaikan larangan agar tidak menggunakan kapal seperti itu saat berada diperairan ini... Kalian semua kita akan mendekat untuk menyelamatkan mereka, jika menemukan pulau kita akan langsung pergi sana."
__ADS_1
"Laksanakan kapten."
Adi merasa kagum dengan kesiapan mereka, sementara ia berpegang pada tiang perahu perlahan langit yang gelap gulita telah berubah menjadi cerah, secara bertahap mereka menaikan orang-orang ke dalam perahu, membawanya ke pulau terdekat dan membantu mereka menghangatkan diri dengan selimut, tentu saja hanya sedikit orang yang bisa diselamatkan dan sisanya harus dimakamkan dengan layak.
"Ampun, kalian ini bodoh kah... aku yakin semua orang sudah tahu bahwa diperairan ini dilarang menggunakan kapal seperti itu."
Semua orang hanya menundukkan kepalanya, paling tidak hanya 20 orang yang selamat yang terdiri dari pria dewasa, wanita dan anak-anak.
"Kami tidak punya pilihan lagi, desa kami telah diserang iblis dan hanya kapal ini yang bisa membawa kami dengan cepat."
"Sulit juga."
Kapten sepertinya telah menyadari situasi buruk yang terjadi pada mereka. Ia bahkan sudah tidak menyalahkan mereka lagi.
"Kami tidak mungkin bisa kembali, kurasa kalian hanya akan tetap di sini dan berharap ada perahu lain yang akan mengangkut kalian kembali ke pelabuhan kami atau kalian bisa menunggu kami juga."
"Kami bertujuan untuk menangkap monster, jika kalian ikut tidak ada yang bisa menjamin kalian akan selamat."
Jelas sekali perkataan yang dikatakan kapten sesuatu yang masuk akal, setelah memikirkannya sesaat Adi memutuskan akan tinggal di pulau ini untuk menjaga mereka sementara yang lainnya bisa melanjutkan perjalanan kembali.
Dengan waktu yang terbuang kemungkinan mereka akan kembali pada pagi berikutnya, Kraken cenderung tidak keluar pada malam hari karenanya mereka kemungkinan hanya akan bermalam di laut.
"Kau yakin?"
"Tentu, ada kemungkinan para iblis juga masih mengejar mereka."
__ADS_1
"Jika kamu mengatakan itu, bagaimana menurutmu Kamui?"
"Apapun yang dikatakan tuanku, aku akan menurutinya."
Kapten tersenyum pahit sembari berbisik.
"Bagaimana caramu membuat hewan buas seperti Kamui bisa menurut."
Adi pikir kapten ini sudah tertipu oleh penampilan manis Kamui dan nyatakan ia sudah menyadarinya.
"Aku juga tidak tahu."
"Saat dia mengamuk dia benar-benar mengerikan."
Adi mengantar kepergian mereka dengan lambaian.
"Tuan, akan aku persembahkan Kraken untukmu."
"Tetap berhati-hati."
Perahu mereka mulai meninggalkan pulau sampai tidak terlihat lagi, dan Adi kembali untuk memeriksa keadaan semua orang.
"Kalian pasti lapar, akan aku buatkan sesuatu untuk dimakan."
Salah satu pria mengangkat tangannya tampak ragu.
__ADS_1
"Ini pulau tidak berpenghuni, kemungkinan tidak ada makanan."
Adi sudah tahu dimana ia bisa mendapatkan bahan makanan, di sini laut tidak ada bahan makanan yang tidak bisa ditemukan di tempat seperti ini.