Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 68 : Setelahnya


__ADS_3

Walau Kaisar sudah tidak ada meteornya masih akan jatuh ke arah kota, Adi mengatupkan giginya dan berfikir akan mengatasinya sebaik mungkin.


Dia memunculkan railgun yang diperkuat oleh sihir penguatnya.


"Adi tubuhmu tidak akan mampu menahannya," Mesna memperingati.


"Aku tahu, tapi tidak ada jalan lagi."


Adi memperkuatnya sampai 100 kali lipat membuatnya cukup untuk merasakan rasa sakit yang mengerikan.


Seolah tidak peduli dengan keadaannya railgun ditembakan dan itu mendorong meteor sejauh mungkin hingga meledakannya di udara. Hembusan angin dapat dirasakan semua orang hingga akhirnya seluruh kota hancur porak poranda.


Adi tersenyum melihat bagaimana ia sudah berhasil mengatasinya sebelum dia benar-benar kehilangan kesadarannya.


"Aku akan mati," ucapnya pelan.


Adi terbangun di tempat tidur, di ruangan asing untuknya dia masih bisa merasakan kepalanya pusing dan seluruh tubuhnya dibalut perban.


Ada perasaan hangat di genggaman tangannya dan ia baru menyadari bahwa Elsa telah duduk di sampingnya sembari memeganginya. Elsa yang terbangun segera memeluk Adi sangat erat.


"Elsa, aku kesulitan bernafas."


"Aku ingin lebih lama seperti ini."


Wajah Elsa diliputi kekhwatiran serta perasaan lega hingga dia terus menangis. Dari reaksinya Adi merasa kemungkinan ia sudah terbaring cukup lama di tempat ini.

__ADS_1


Ia menunggu Elsa sedikit lebih tenang sebelum benar-benar bertanya.


"Dua Minggu, Anda tidur selama itu."


"Dua Minggu kah," Adi tersenyum masam, itu waktu yang cukup lama untuk seseorang pingsan.


"Aku sudah melaporkan ke desa bahwa tuan sedikit terlambat untuk kembali, seharusnya mereka tidak perlu khawatir."


"Begitu."


Adi mengelus rambut Elsa yang membuatnya menggoyangkan ekor rubahnya. Sementara Elsa menikmatinya pintu telah terbuka menampilkan Mesna yang muncul dengan tas belanjaan di tangannya.


"Ah, kalian tertangkap basah melakukan hal tidak-tidak di siang hari."


"Kamu mengganggu saja, bisakah Dewi Mesna pergi sekarang... Aku perlu privasi di sini untuk melangkah ke tahap berikutnya."


Elsa mengerenyitkan alis sedangkan Adi hanya merasa kepalanya lebih sakit dari sebelumnya dia berusaha bangun namun berakhir dengan Elsa dan Mesna yang membantunya.


"Aku sangat lapar, aku perlu pergi ke luar."


"Fufu Adi, kamu tidak harus pergi ke luar... kamu masih perlu istirahat karenanya akan aku buatkan sesuatu untuk kamu makan."


"Dewi Mesna memasak?"


"Apa itu terdengar aneh, aku sudah sering melihatmu melakukannya akan kutunjukan skillku yang mengagumkan," balas Mesna selagi membusungkan dadanya yang besar.

__ADS_1


Adi berfikir tidak ingin merusak semangatnya dan memilih untuk menunggunya walaupun cukup merepotkan karena Elsa duduk di pangkuannya selagi memeluknya.


"Elsa aku sulit bernafas."


"Aku ingin seperti ini sedikit lagi."


Adi menghembuskan nafas panjang, ia bisa terbebas darinya saat Mesna berhasil menyiapkan makanan di meja, menu yang dibuatnya sangat sederhana seperti sup kentang daging, tumis acar serta beberapa telur mata sapi.


"Bagaimana?"


Adi bertepuk tangan untuk memujinya. Di saat-saat seperti inilah dia harus banyak memuji Mesna agar dia mau bekerja nantinya, walaupun jelas itu agak sedikit mustahil.


"Selamat makan," Elsa lebih dulu menyuapi dirinya, tentu rasanya sangat enak melihat bagaimana ia cukup terkejut dengannya.


"Ini enak."


"Kalau begitu aku juga."


Adi bisa merasakan sup yang dibuat dengan sempurna, daging dan kentangnya juga matang serta bumbunya yang cukup terasa kuat di lidah.


"Ini percobaannya yang ke 10 jadi tidak aneh sih."


"Sssst.... kenapa kamu mengatakannya, aku ingin mengejutkan Adi," protes Mesna cemberut.


Elsa pada dasarnya hanya ingin memberitahukan Adi betapa Mesna sangat bekerja keras untuk ini.

__ADS_1


Melihat Mesna berusaha keras sudah membuat Adi terkejut.


__ADS_2