Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 19 : Dalang Dan Kebenaran


__ADS_3

"Owh, Lucia kamu sudah pulang."


Dua orang yang terlihat seperti raja dan ratu muncul untuk mendekati keduanya.


"Ayah dan ibu ada di sini."


Raja berdeham sekali.


"Panggil kami raja dan ratu jika ada orang lain."


Adi menyela.


"Aku tidak keberatan sama sekali."


"Ara, siapa pemuda ini apa jangan-jangan pacarmu?"


"Dia temanku ibu, namanya Adi."


Ibunya menangis sementara ayahnya tersenyum tipis. Seharusnya keduanya sudah tahu tentang Adi dari orang bernama Edgar.


"Putri kita yang tidak pernah memiliki teman membawa temannya ke rumah, ini harus dirayakan."


"Mari adakan pesta tiga hari tiga malam untuk merayakannya."


Apa-apaan dengan keluarga ini, ucap Adi dalam hati.


"Mari masuk, kita sebaiknya berada di meja makan saat ini," kata raja menggiring semua orang ke tempat yang dikatakannya.


"Adi kenal juga dengan kakak, walau ia sekolah di Akademi ia juga seorang petualang."


"Kenal dengan Alicia? Aku tidak akan menyerahkan putriku begitu saja."


"Ayah, ia tidak mencobanya melamarnya? Tenangkan dirimu."


"Aku hanya ingin mengatakan itu sesekali."


"Maafkan aku, tapi keluargaku seperti ini... yah, kurasa mereka tidak seperti pemimpin dari kerajaan ini."


"Aku bisa melihat itu."


Adi tidak terganggu sedikitpun dengan itu, hanya saja perasaan hangat di tempat makan seperti inilah yang dulu selalu dia inginkan. Terkadang Adi akan pergi ke rumah Riho hanya untuk bisa menikmati makan malam seperti ini.


"Lalu apa ada tujuan tertentu hingga kamu yang seorang petualang pergi ke akademi di saat seperti ini?"


"Seharusnya tuan Edgar sudah membicarakannya dengan Anda."


"Aku sudah menduganya."


Lucia menatap raja dan Adi dengan tatapan sinis.


"Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?"


"Gadis kecil tidak boleh ikut campur urusan pria dewasa, cepat habiskan makananmu."

__ADS_1


"Padahal aku bukan gadis kecil lagi."


Selesai makan ratu membawa Lucia untuk pergi meninggalkan raja dan Adi yang hanya berdua di ruangan tersebut.


"Aku sudah mendengar semuanya dari Edgar, terima kasih karena sudah mau menyelidiki akademi, katanya kamu hanya sedikit orang yang bisa dipercaya untuk melakukannya."


"Bukan masalah."


"Untuk seorang pemimpin Shadow Hunter, kamu cukup merendah."


Mesna segera memotong.


(Awalnya aku kira dia raja yang bodoh, tidak aku sangka dia sudah tahu indentitasmu)


(Kemungkinan salah satu dari mereka sebelumnya pernah bertemu raja)


"Aku tidak menyelidikimu atau apapun, sebelumnya kami kesulitan di garis depan saat pasukan raja iblis menyerang, seorang bernama Mebel muncul dan ia membantu kami untuk memukul mereka mundur, aku hanya bertanya siapa pemimpinnya dan ia segera memberitahu bahwa itu orang bernama Adi."


Dalam pembicaraan ini jelas bahwa sesekali raja juga turut dalam pertarungan, mungkin sebenarnya ia bukan seorang raja yang hanya bisa memerintah di tempat duduknya.


"Mebel terlalu ceroboh memberikan namaku."


"Jangan khawatir, hanya aku yang tahu... sebagai gantinya aku memberikan 5.000 koin emas untuknya."


(Jadi begitu, dengan uang sebanyak itu, akan sangat membantu untuk meningkatkan dana operasional Shadow Hunter kedepannya)


Adi memilih untuk tidak mengungkitnya lebih jauh, hanya raja mungkin itu bukan sebuah masalah, lagipula Adi bukan organisasi kejahatan yang mengancam negara. Dia hanya seorang yang ingin menyelamatkan dunia ini dengan caranya sendiri.


"Jadi apa yang membuatmu mendekati putriku?"


"Apa maksudmu?"


Vern secara mengejutkan muncul di dekat Adi lalu ia menjatuhkan orang di lantai yang kedua tangannya telah terpotong dengan rapih.


"Maaf tuan, orang ini hendak bunuh diri."


"Apa dia Demonic?" tanya raja yang Vern jawab dengan cepat.


"Bukan, ia hanya orang biasa yang bekerja untuk mereka. Aku sudah mengintrogasinya namun ia tidak memiliki informasi apapun kecuali orang yang memberikan misi padanya, aku memotong tangannya karena dia sempat ingin membunuh dirinya sendiri karena efek sihir seseorang, paling tidak dengan orang ini kita bisa tahu siapa yang menyusup ke akademi."


Para penjaga muncul lalu membawanya ke ruangan bawah tanah. Vern sendiri menghilang setelah tugasnya selesai.


Adi mulai dengan informasi yang ingin dia tanyakan.


"Apa ada sesuatu yang berbeda tentang Lucia?"


"Lucia adalah murid dari pahlawan sebelumnya, kemungkinan mereka menganggap bahwa Lucia merupakan ancaman untuk mereka di masa depan nanti."


Adi tidak terlalu mengenal soal pahlawan yang dikirim sebelumnya, dari yang Mesna katakan dia seorang wanita dari negara lain.


"Hoshimiya Rinko."


"Benar, dulu beliau pernah berkunjung ke kerajaan ini dan mengajari beberapa teknik pedang untuk Lucia, kami memang mengizinkannya untuk berlatih tapi kami tidak berniat untuk membuatnya berada dalam pertarungan sesungguhnya, sungguh aneh jika mereka juga mengincarnya."

__ADS_1


"Aku rasa iblis begitu takut dengan namanya pahlawan bahkan untuk orang-orang di dekatnya."


Raja membenarkan dengan anggukan.


Hoshimiya Rinko dikatakan menghilang secara misterius, banyak orang mengatakan bahwa dia sudah meninggal dan yang lain mengatakan ia lari dari raja iblis. Semua informasi menjadi tumpah tindih satu sama lain.


"Sebaiknya untuk memberikan pengawalan pada Lucia juga."


"Kurasa begitu."


Adi memutuskan untuk segera meninggalkan istana, di gerbang juga Vern sudah menunggunya.


"Tuan."


"Kerahkan semua unit Shadow Hunter untuk mencari keberadaan Hoshimiya Rinko, dan untuk orang yang menyusup ke akademi kita akhiri mereka."


"Baik."


Dari nama-nama yang sebelumnya diberikan pada Adi, dua diantaranya adalah Demonic.


Di hari berikutnya panggung yang sebelumnya dibangun telah selesai dalam dua hari, itu waktu yang singkat seberapa besarnya tempat ini dibuat.


Adi menunjukkan wajah bermasalah.


"Mereka benar-benar bergadang untuk menyelesaikannya, sebaiknya penampilan Vern harus memuaskan semua orang sebagai gantinya."


Vern sendiri telah berdiri di atas panggung dengan pakaian berkelap-kelip dengan mikropon di tangannya, dia mulai menyapa semua orang dan memainkan dirinya dalam mode idol sesungguhnya.


"Berkat semua orang aku bisa berdiri di panggung ini, ini sangatlah luar biasa. Sebagai ucapan terima kasih dengarkanlah lagu yang Vern tulis sendiri, selamat menikmati."


Musik diperdengarkan seiring dengan tarian Vern yang penuh energik dan memukau, semua orang berteriak histeris dengan cara mereka sendiri, beberapa membawa spanduk juga bertuliskan namanya.


"Benar-benar meriah, Vern pandai menghibur orang."


"Ia memang seorang idol."


Yorin dengan pakaian ketat muncul selagi menyeret dua orang siswa di tangannya, tentu saja keduanya telah tewas tertembak oleh senapan Adi, dia hanya bertugas untuk membersihkan semuanya.


"Siapa yang tahu ternyata dalang pembunuhan sebelumnya orang itu?"


"Jika kita tidak mendapatkan informasi dari pengikutnya kurasa sangat sulit untuk mengetahuinya."


Adi berjalan meninggalkan Yorin dengan pistol di tangannya yang baru terisi peluru. Ia membuka pintu kepala sekolah dan menemukannya yang duduk di kursinya dengan tenang.


"Siapa yang menduga bahwa kepala sekolah adalah dalangnya."


"Benar-benar, orang yang aku miliki semuanya tidak berguna... tapi aku sudah memberitahu pusat bahwa kau adalah seorang ancaman, seharusnya para Demonic ataupun iblis akan mengejarmu nanti."


"Itu tidak akan terjadi, karena semua orang tahu bahwa aku hanya petualang tingkat 8."


Adi melemparkan sebuah granat di bawah kami pria itu, ketika meledak, kepala sekolah terlempar ke luar bangunan sebelum jatuh ke tanah.


Adi mengikuti selagi menodongkan senjatanya.

__ADS_1


"Sudah berakhir."


Peluru menembus tubuhnya dari segala arah.


__ADS_2