
Adi duduk di atas kotak kayu di dalam gang kecil sembari memegang suar, bagi orang-orang di dunia lain benda ini merupakan sesuatu yang asing, ketika dinyalakan akan terlihat seperti penyerangan telah dilakukan.
Mesna berkata dalam bentuk Chibinya.
"Kita terlihat seperti orang jahat."
"Hanya ini cara yang bisa kita lakukan, para petinggi elf juga pasti akan mengerahkan pasukan mereka secara besar-besaran."
Sebuah kembang api ditembakan ke udara yang membuat semua orang penduduk elf terkesima, sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi suar-suar ditembakan ke langit.
Kembang api hanya tanda bahwa para pelayan sudah berhasil menyelamatkan tawanan, tak lama kemudian eberapa puluh orang memergoki sosok Adi.
"Siapa kau?"
Adi tidak repot-repot untuk menjawab hal tersebut, dia menjatuhkan sebuah bola kecil di bawah kaki mereka kemudian tanpa harus dinyalakan, itu mengeluarkan asap yang membuat mereka berjatuhan tidak sadarkan diri.
Salah satu dari mereka bisa mengelak dengan baik, seorang elf tampan dengan rambut pirang dengan poni terbelah. Dia mengenakan pakaian putih dengan pedang di tangannya yang mengkilap.
Adi menarik revolver-nya lalu menembakan seluruh isinya tanpa pikir panjang, isi peluru sendiri telah diganti dengan peluru karet walau tidak membunuh akan tetapi rasanya akan menyakitkan untuk dikatakan.
__ADS_1
Pria elf tersebut memosisikan dirinya dalam bertahan, dia menangkis peluru tersebut dengan gerakan teknik pedang yang mahir, hanya dalam sekejap tidak ada satu pun peluru yang bisa mengenainya.
"Claude itulah namamu bukan," kata Adi.
"Sebenarnya siapa kau? Tunjukkan wajahmu? Apa kau tahu akibatnya telah menyerang wilayah elf."
"Aku tahu, tapi jelas aku tidak peduli."
Mata Adi yang tertutup topeng di bawah rembulan tampak mengkilat.
"Aku adalah pemimpin Shadow Hunter, kau bisa memanggilku apapun yang kau mau."
"Shadow Hunter? Jangan bilang kau Demonic?"
"Tidak mungkin, pemimpin kami masih ada."
"Maaf mengecewakanmu, tapi yang aku maksud pemimpin sesungguhnya."
Sepuluh drone telah mengelilingi Claude untuk bersiap menyerangnya, Machine gun yang ditaruh mulai berputar untuk menembak rentetan peluru tak terbatas. Sebelum itu terjadi petir lebih dulu menyambar dari langit.
__ADS_1
Petir itu merupakan sihir Claude, ketika dia bergerak dia sudah ada di depan Adi yang hanya duduk dengan santai, ia mengayunkan pedangnya secara vertikal yang ditahan baik oleh Adi melalui pedang miliknya.
Pedang sebelumya telah hancur dan ia menggunakan pedang baru.
"Keberadaan raja iblis sudah cukup buruk dan sekarang orang aneh sepertimu muncul juga."
"Mau bagaimana lagi, aku hanya ingin memeriahkan panggung ini."
Keduanya melompat mundur.
Saat petir kembali di tembakan dari atas langit, Adi melompat ringan untuk menghindarinya, berbeda saat berhadapan dengan Casandra kekuatan pria di depannya masih bisa dihitung.
Claude menjatuhkan lebih banyak petir dari atas langit walaupun tidak ada satupun yang bisa mengenai Adi. Sebagai balasan Adi telah muncul di depannya, menendangnya dengan cukup keras membuatnya terlempar menabrak dinding bebatuan hingga ia memuntahkan darah.
"Petinggi elf tidak sekuat yang aku bayangkan, apa karena pemimpin yang baru kalian lemah?"
"Kau akan membayarnya karena menghina kami."
Percikan petir menyeruak dari tubuh Claude atau sejujurnya sihir petir sebelumnya lebih dijatuhkan ke arahnya, dia berteriak sesaat sebelum muncul dengan wujud berbeda.
__ADS_1
Tubuhnya di aliri petir termasuk pedangnya sendiri.
Adi tersenyum masam dalam balik topengnya dan berkata dalam hati, aku terbawa suasana saat menjadi orang jahat.