Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 126 : Putaran Lumina


__ADS_3

Seorang wanita dengan rambut pirang sanggul telah memasuki sebuah toko material untuk membeli keperluan yang diinginkannya, dia mengenakan kemeja putih berenda tanpa lengan serta celana pendek.


Walau udara terkesan panas dia selalu mengenakan sarung tangan kulit di tangannya membuatnya elegan dengan gayanya sendiri.


"Selamat datang, ah.. nona Lumina, apa yang bisa aku bantu hari ini?"


Orang yang dimaksud sebagai Lumina menarik lollipop di mulutnya sebelum menjawab.


"Aku perlu beberapa bahan untuk membuat manusia buatan, bisa kau menyiapkannya."


"Manusia buatan? Yah, mari kita lihat... sepertinya aku memilikinya."


Setelah menunggu beberapa menit semua bahan yang diminta telah dikumpulkan, Lumina menyimpan semuanya di sihir penyimpan sebelum memberikan uang pada penjaga toko dan pergi.


"Jika aku perlu sesuatu, aku akan kembali lagi dah."


"Terima kasih banyak."


Dia meninggalkan kota sebelum berjalan ke dalam hutan, Lumina sendiri tidak hidup seperti kebanyakan orang lakukan, dia hanya mengurung dirinya sendiri dalam penelitian walau teman-temannya selalu muncul dan dikatakan sebagai Sage yang akan membawa kedamaian, dia tidak terlalu peduli.


Dia berhenti saat melihat bahwa sebuah kereta tampak telah dirusak oleh sesuatu, dia bergegas untuk memeriksanya dan melihat bahwa semua orang telah mati. Tidak, masih ada selamat.


Lumina menyingkirkan rerutuhan dan menemukan bahwa seorang anak berusia 4 tahun masih bernafas.

__ADS_1


"Kurasa aku akan membawanya."


Dia berfikir harus melaporkan ada monster yang muncul di sekitar kota secepatnya akan tetapi nyawa anak yang dia lihat harus lebih dulu di prioritaskan, ia membawanya ke sebuah gua yang dijadikan tempat persembunyiannya.


Setelah menunggu cukup lama anak itu membuka matanya. Dia sedikit terkejut dengan sosok asing yang tiba-tiba muncul di depan wajahnya.


"Aku masih hidup."


"Aku tidak tahu apa yang telah menimpamu tapi sepertinya kau yang selamat, namaku Lumina.. kau?"


"Alex."


"Nah Alex, bisa kau ceritakan apa yang terjadi?"


Lumina duduk untuk merenungkannya, Alex sendiri tidak seperti seorang anak-anak di keluarga terpandang jika harus dikatakan bahwa dia terlihat seperti budak yang secara sembunyi-sembunyi akan dijual di tempat lain. Ketika Lumina mengkonfirmasi hal tersebut Alex mengangguk mengiyakan.


"Jadi begitu, mereka membawa anak-anak korban dari pasukan raja iblis ke berbagai kota untuk diperjual belikan naasnya monster malah menyerang mereka, apa ada budak lainnya di sana?"


"Tidak, hanya aku."


Lumina meletakan tangannya di kepala Alex.


"Pasti berat, aku bisa mengantarmu ke kota suci.. aku yakin Flora bisa memberikanmu sebuah rumah atau sebagainya."

__ADS_1


Alex menggelengkan kepalanya.


"Apa tidak bisa aku tinggal denganmu."


"Walau aku seperti ini aku ini ilmuwan gila loh, aku mungkin akan menjadikanmu eksperimenku atau sebagainya, lebih baik kau pergi ke tempat lain."


Lumina sendiri tidak yakin bisa membesarkan seseorang, dengan perkataan itu dia yakin bahkan Alex akan memilih untuk pergi ke kota suci akan tetapi jawabannya berbeda.


"Jika kau bisa melakukan itu, bisakah kau membuatku menjadi kuat."


"Kuat? Untuk anak kecil sepertimu lebih baik tidak memikirkan hal seperti itu."


"Aku mohon."


Lumina menyeringai.


"Iblis seperti apa yang tega melakukan ekpresimen pada anak-anak sepertimu haha tentu saja itu aku.. jika kau ingin, maka aku akan melakukannya."


"Apa aku akan mati jika gagal?"


"Jangan khawatir, selama hidupku aku tidak pernah gagal jika menyangkut nyawa."


Itulah kenapa Lumina sendiri juga dikenal sebagai Sage.

__ADS_1


__ADS_2