
Saat malam hari penjagaan sedikit longgar, memanfaatkan hal itu kelompok Rinko mulai menyelinap bersama kelompok Adi untuk memasuki wilayah perbatasan.
Mereka bertemu dengan dua penjaga yang segera disihir oleh Elsa agar mereka tertidur.
Setelah memasuki hutan mereka berjalan melewati padang rumput hingga akhirnya sampai di sebuah wilayah bernama tebing iblis, nama iblis sendiri tidak menggambarkan makhluk yang mereka lawan melainkan seekor serangga yang suka melahap manusia.
Sebentar lagi pagi, karenanya mereka memutuskan untuk beristirahat. Rinko dan Adi memilih untuk bertugas sebagai penjaga saat semua orang tertidur, bagi keduanya tidak tidur sekitar dua hari tidak masalah.
Selagi memperhatikan kawah tebing di depan mereka, Adi berbagi minuman kaleng untuk Rinko.
"Sudah lama aku tidak minum minuman bersoda."
"Begitu."
Mereka meneguk di waktu bersamaan sembari memperhatikan matahari terbit.
"Lalu kenapa kita berada di sini?" tanya Adi.
"Aku mendapatkan permintaan dari raja demi-human untuk mencari putrinya, saat perjalanan ke Levarus ia melarikan diri kemari."
__ADS_1
"Apa menurutmu dia masih hidup?"atas pernyataan Adi, Rinko menggelengkan kepalanya.
"Jika selama dua hari kita tidak menemukannya maka bisa dipastikan dia sudah tewas di tangan monster, kita akan langsung bergerak setelah itu," bersamaan itu keduanya bisa melihat monster menyerupai kelabang bermunculan, mereka mendaki dari tebing seolah tertarik dengan bau manusia, mereka memiliki ukuran 5 meter dengan seluruh tubuh dipenuhi banyak mata.
Adi memunculkan pedang di tangannya sementara Rinko menarik satu pedang miliknya sembari tersenyum.
"Mari kita lihat siapa yang lebih banyak mengalahkan mereka?" katanya menantang.
"Aku tidak suka persaingan akan tetapi akan kuterima tantanganmu," kata Adi melesat lebih dulu sembari mengayunkan pedangnya setipis angin.
Rinko tidak ingin kalah dan memulai berikutnya, setiap monster bisa menembakkan jarum dari mulut mereka terkena satu saja seseorang bisa lumpuh dan saat hal itu terjadi tubuh mereka akan segera dilahap kawanan yang lain.
Melihat kecepatan tersebut, Rinko tidak ingin kalah, dari satu pedang dia menjadikannya dua pedang. Dengan teknik putaran seluruh kelabang yang mengelilingnya terpotong dalam satu tebasan.
Adi mendesah pelan.
"Itu gerakan yang bagus."
"Terima kasih, namun sebaiknya kamu fokus dengan monster yang ada di belakangmu."
__ADS_1
Dua paku besi jatuh dari langit menembus kepala mereka di waktu bersamaan, setelah beberapa jam berikutnya semua orang terbangun dengan wajah terkejut, di sekeliling mereka tumpukan yang seringkali disebut sebagai iblis telah mati berserakan.
"Apa-apaan ini semua, kalian membunuh semuanya?" teriak Liza tidak percaya yang dijawab santai Rinko.
"Kalian sudah bangun, cobalah... Adi membuat sup untuk kita."
"Rinko yang kejam sudah dijinakkan," gumam Markes pelan.
"Kami melakukan persaingan siapa yang lebih banyak membunuh mereka dan entah kenapa sedikit terbawa suasana," tambah Adi yang membuat mereka jatuh terpuruk.
"Hanya terbawa suasana hingga sampai seperti ini, berapa monster yang kalian kalahkan?" lanjut Berfield.
"Aku seribu dan Adi 999, kemenangan untukku."
Elsa lebih memilih segera duduk di samping Adi sembari menerima mangkuk yang ditawarkan padanya.
"Kalian juga."
Tidak ada yang mengeluh bagaimana rasa sup itu yang sangat enak.
__ADS_1
Liza membuka peta untuk memastikan tujuan mereka berikutnya, ada beberapa tempat yang bisa digunakan sebagai tempat sembunyi, jika mereka beruntung tuan putri kemungkinan masih hidup sampai sekarang.