Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 59 : Tiba Di Kekaisaran


__ADS_3

"Maaf nona Qin Xian, bisakah Anda membawa Putri Riel ke kota terdekat, di sana akan ada orang bernama Luke yang akan mengantar tuan putri kembali ke kerajaan.. Kami akan membayar semua bantuan Anda jika Anda menunjukan surat ini."


"Aku tidak keberatan, membantu orang lain adalah sebuah kewajiban," balasnya pada Rinko.


Qin Xian merasa jika ia tidak menerima imbalan, kerajaan demi human mungkin akan merasa berhutang padanya, jadi dia memilih tidak komplain soal hal tersebut dan akan menerima sekitar beberapa belas koin emas nanti.


”Terima kasih banyak, kami sangat tertolong."


Rinko membungkukan badannya sekali untuk mengantar kepergian keduanya, Adi menunggu dengan Elsa agar mereka menyelesaikan hal itu.


"Kita juga harus pergi," Rinko menunjukkan jalan untuk mengambil rute tercepat, setelah dua hari perjalanan mereka bisa melihat ibukota kekaisaran berdiri dengan tembok tinggi mengelilingnya, bagi Adi ini kedua kalinya ia datang kemari. Saat ini ia memiliki tujuan berbeda.


Elsa di sebelahnya menyerahkan topeng putih untuk dikenakan Adi.


"Apa kau benar-benar harus menyembunyikan wajahmu dalam topeng tersebut?" ucap Markes.


"Aku punya alasan tertentu."


"Apapun itu, kuharap tidak akan mengganggumu saat bertarung."


Berfield menyela untuk membicarakan situasi yang akan mereka hadapi.


"Ada 39 pahlawan di kekaisaran ini dan kita harus melawan semuanya termasuk prajurit di dalamnya, aku sudah siap mati jika diperlukan."

__ADS_1


"Tidak akan ada yang mati, kalian bisa melarikan diri jika situasi memburuk, Liza dan Markes kalian juga harus mengingatnya."


"Baik."


Ketika keheningan melanda semua orang, Liza berteriak ke atas.


"Lihat itu, apa-apaan ini?"


Markes terkejut dengan mulut menganga sementara Berfield tampak kebingungan. Di atas langit telah terbang 10 naga yang masing-masing dari mereka mengenakan armor.


Kulit naga sudah keras namun mereka menggunakan hal semacam rompi yang dibuat oleh para dwarf.


"Tadinya aku ingin menggunakan pasukan naga untuk menghancurkan wilayah raja iblis, akan tetapi kurasa mereka bisa mulai lebih dulu dengan menghancurkan kekaisaran ini."


Adi mengangkat satu tangannya ke udara yang menjadikan tanda untuk semua para naga bergerak. Semua orang beraliran panik saat seluruh naga menginjakan kakinya di tengah kota.


Adi sudah meminta untuk mereka sedikit berhati-hati agar tidak membunuh seseorang, seharusnya semuanya akan baik-baik saja walaupun kematian jelas tidak bisa dihindari.


Semua penduduk mulai berlarian ke luar kota menjadikan tanda berikutnya untuk kelompok Rinko masuk.


Markes meninju dinding, membuatnya hancur membentuk lubang besar yang dengan mudah mereka masuki. Tanpa memperlambat waktu mereka semua berlari ke arah istana. Beberapa penjaga muncul hingga Elsa menggunakan sihirnya untuk membuat mereka tidur.


Para naga mulai menyemburkan apinya sembari menyerang siapapun yang mendekat pada mereka. Beberapa teralihkan dan memilih untuk mengatasi mereka dibandingkan mengejar kelompok Rinko yang mereka lihat di jalanan.

__ADS_1


"Sial, apa-apaan ini.... kenapa naga menyerang kota kita?"


Mereka mengutuk keadaan yang tidak masuk akal seperti ini, pasalnya iblis tidak akan bisa masuk ke wilayah ini namun semua itu tidak berlaku pada naga yang seutuhnya mengandalkan langit sebagai rute mereka.


"Dimana para pahlawan? Cepat panggil mereka... gyaaah."


Beberapa orang terhempas hanya melalui cambukan ekor seekor naga, pemandangan itu disaksikan kelompok Rinko maupun kelompok Adi namun seperti yang diduga mereka tidak perlu untuk berhenti walaupun hanya sejenak.


"Siapa di sana? Apa yang?"


Giliran Berfield yang membukakan jalan, dia bergerak dengan gesit untuk membuat seluruh penjaga terjatuh sebelum mereka bisa menarik senjata mereka.


"Kita beruntung bahwa kesatria Valkyrie tidak ada, jika mereka harus kita lawan juga, itu cukup merepotkan."


Adi sedikit mengingat orang-orang yang dimaksud oleh Rinko, seorang kesatria wanita yang ditugaskan berperang di garis depan.


Puluhan orang muncul dari arah belakang mereka untuk mengejar. Kecuali kelompok Adi dan Rinko mereka berhenti di setengah perjalanan.


"Kami yang akan mengatasi ini, kalian majulah," kata Markes.


"Benar sekali, seiring waktu akan banyak penjaga yang sadar dengan apa yang coba kita lakukan, berhati-hatilah," tambah Berfield disusul anggukan Liza sembari menggenggam tongkatnya.


"Ini langkah awal kita untuk merubah dunia kejam ini."

__ADS_1


Rinko mengangguk sebagai jawaban lalu mengikuti Adi dan Elsa dari belakang.


__ADS_2