
Setiap kepala yang dimilikinya secara serempak menyemburkan bola api pada Adi tanpa jeda, perlahan namun pasti menghantam pelindung Adi yang susah payah dia buat hingga retakan muncul di sana.
Satu tembakan kembali menghancurkannya namun Adi sudah melompat ke samping untuk menghindarinya, dia menciptakan dua shotgun di tangannya yang masing-masing menembak tanpa jeda.
Door.
Door.
Door.
Door.
Door.
Door.
Door.
Door.
__ADS_1
Door.
No.11 yang melihat dari tempat aman tertarik bagaimana Adi bertarung, khususnya saat dia berubah dari menembak menjadi melemparkan berbagai bom untuk meledakan Hydra tersebut.
Pantulan asap menyebar ke udara dimana Hydra sendiri mulai kembali menyembuhkan dirinya, memperbaiki bagian yang terluka dan meregenerasinya sebaik mungkin agar terlihat sedia kala.
Adi melemparkan senjatanya lalu menggantinya dengan pedang miliknya sembari menerjang ke depan.
Dua kepala menerjang padanya yang mampu dilewati oleh Adi sayangnya untuk kepala ketiga berhasil mengenainya hingga dia diterbangkan ke belakang menabrak dinding dengan keras, tak hanya itu, bola api dihantamkan padanya menciptakan ledakan besar.
Beruntung Adi melindungi dirinya dengan bola besi miliknya, memastikan dia tidak terluka sedikitpun walaupun kini bola besi tersebut telah meleleh.
Dia melompat saat bola berikutnya menyerangnya, di udara Adi mengulurkan tangannya untuk menciptakan sihir tanah.
Seharusnya itu sudah cukup melemahkan Hydra sayangnya kepalanya tumbuh kembali dan yang lebih buruk adalah fakta bahwa muncul dua kepala baru dari tubuhnya.
Adi terhantam kepala lain di udara membuatnya menukik jatuh.
Dia tidak ingat Hydra bisa menambah kepalanya sejumlah kepala yang dipenggal. Ini tidak masuk akal.
__ADS_1
Suara No.11 masuk dalam pertempuran.
"Kebanyakan Hydra selalu dikalahkan dengan memenggalnya sampai habis jadi nona Lumina memberinya kemampuan lain untuk memperkuat kemampuannya agar tidak terkalahkan."
Adi mengerenyitkan alisnya setelah mendengar itu, dengan kata lain memenggalnya sama saja akan terus membawanya ke arah keputusasaan dan penderitaan yang menyakitkan.
Seluruh kepala menerjang ke arah Adi berusaha memakannya, dia berlari sembari terus memperkuat dirinya dengan sihir pendukung.
Bola api yang sederhana telah menjadi bola api tingkat atas hanya dengan sihir pendukung saja. Satu kepala meledak dan sisanya menyusul, seperti sebelumnya itu hanya menambahkan jumlah kepala semakin banyak.
Adi memutari Hydra dan lebih memusatkan diri untuk menyerang bagian tubuhnya, pasti ada rahasia tentang regenerasinya yang bisa membantunya melewati ini.
Hydra tiba-tiba menyemburkan asap dari mulutnya, Adi sedikit terkejut hingga dia segera melompat untuk menghindarinya.
"Sayang sekali, Hydra juga memiliki racun yang bisa melumpuhkan siapapun yang terkena olehnya," tambah No.11.
"Jika begitu bagaimana dengan ini?"
Adi menjentikkan jarinya dan beberapa paku besar menembus seluruh tubuh Hydra seperti sebuah hujan, rasa sakit menghujaninya dan Adi jelas tidak perlu menunggu dia pulih dan berusaha terus menyerang tubuhnya dengan berbagai tebasan paling kuat yang dia miliki.
__ADS_1
Satu kepala yang sebelumnya dia potong tiba-tiba saja nyaris memakannya dari belakang, Adi menahan rahangnya agar tidak menutup sementara Hydra di depannya mulai memulihkan diri.
Dia mengeluarkan banyak drone untuk turut membantu termasuk melepaskan dirinya dari mulut tersebut, tidak hanya meletakan Machine Gun di drone Adi sudah memodifikasinya dengan pelontar granat untuk mencegah hal-hal seperti ini serta meningkatkan kekuatannya.