Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 129 : Monster Dengan Sebuah Kecerdasan


__ADS_3

Mereka sampai di bagian akhir gua, itu mengejutkan bahwa ada beberapa Orc yang tengah menambang, Lumina yakin bahwa tempat ini hanyalah ditujukan sebagai sarang Kabold lalu bagaimana mereka ada di sini.


Alex mengubah tangannya hendak bergerak namun Lumina segera menghentikannya dengan memegang tangannya.


"Tunggu sebentar."


Para Orc yang melihat mulai ketakutan lalu bersujud meminta pengampunan.


"Jangan bunuh kami, kami hanya disuruh."


Untuk Orc bisa berbicara serta melakukan hal seperti ini, membuat Lumina sangat tertarik.


"Kalian mengerti bahasa kami."


"Tentu."


Lumina semakin bersemangat.


"Mereka mungkin monster yang abnormal, bolehkah aku memeriksamu, jangan khawatir aku tidak akan menyakitimu, aku hanya akan melihat isi otak kalian dan aku akan kembalikan sedia kala yah, yah, hanya sebentar."


Para Orc jelas merasa was-was syukurlah di sana ada Alex yang segera menenangkan Lumina yang bergairah akan pengetahuan.


"Kau membuat mereka takut."


"Aku tidak bisa mengendalikan diriku."


Alex mengambil alih.


"Ngomong-ngomong siapa kau?"


"Namaku Luis."


"Nah Luis, jelaskan semua yang terjadi, tergantung ucapanmu aku akan memikirkan harus membunuh kalian atau tidak."


Alex menguatkannya dengan sebuah ancaman.


"Yah, jika mereka mati juga aku bisa memeriksa mayat mereka nanti," dan Lumina jelas menambahkan ancamannya semakin buruk.


Luis yang gemetaran membuka mulutnya, singkatnya bahwa mereka hanya dipekerjakan oleh kumpulan bandit untuk menambang kristal energi di sini, setelah mengusir penduduk dengan kemunculan Kabold mereka menggunakan Orc untuk melakukan penambangan. Tidak aneh jika menyimpulkan bahwa di antara bandit ada yang bisa menggunakan sihir Tamer.

__ADS_1


"Heh begitu... tidak aku sangka ada kejadian seperti ini."


"Guru hanya menghabiskan waktu di lab selama ini jelas banyak yang terlewat."


"Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja, aku akan melaporkan hal ini pada guild agar mereka melakukan tindakan, untuk kalian para Orc kurasa aku akan memindahkan kalian ke perbatasan, di sana kalian bisa membuat pemukiman atau sebagainya."


"Benarkah?"


"Tentu saja, kalian bahan ekperimen yang menarik, bayangkan jika aku bisa merubah monster lainnya memiliki kecerdasan seperti manusia, jika demikian akan ada dimana monster dan manusia bisa saling mengerti."


"Bukannya akan lebih bagus jika iblis dan manusia juga bisa saling mengerti."


Lumina menggelengkan kepalanya.


"Iblis dan manusia tidak mungkin saling mengerti, iblis ada hanya untuk memakan manusia, jangan lupakan itu Alex."


Kejadian ini terselesaikan dengan guild menangkap seluruh anggota bandit, Lumina mendekat ke arah seorang bandit yang merupakan seorang Tamer seolah berbisik padanya.


Alex yang penasaran bertanya.


"Apa yang kau katakan?"


Alex mengerenyitkan alisnya, dia merasa gurunya sangat mengerikan.


Setelah mengamankan kristal untuk mereka, Alex dan Lumina kembali ke lab penelitian, dua gadis kembar di dalam tabung masih tetap sama, yang membedakan kini mereka dikeluarkan dari sana dan sama-sama berdiri layaknya manusia.


"Mereka hidup, lihat Alex.. mereka hidup."


"Kau sudah mengatakan hal sama untuk yang sebelumnya."


Kedua wanita dengan nama No.11 dan No.12 tampak kebingungan sebelum Lumina akhirnya menjelaskan semuanya.


"Begitu, kami hanya manusia buatan."


"Aku akan meminta No.11 untuk menjaga area dungeon dan No.12 untuk menjaga pemukiman Orc, aku mengandalkan kalian."


"Dimengerti."


Alex memotong.

__ADS_1


"Sebelum kau mengatakan itu lebih baik berikan dulu mereka pakaian."


"Ugh, aku kelupaan.. kalian tidak akan hamil jadi kalian bisa pergi ke kota untuk tidur dengan pria sesekali."


"Apa yang kau ajarkan pada mereka guru sesat?!"


"Bukannya membuat bayi juga sebuah pengalaman bagus untuk keduanya."


"Tolong jangan dengarkan dia."


Semua hal berjalan lancar akan tetapi dua tahun berikutnya, Alex dikejutkan dengan Lumina yang muncul dengan tubuh bersimbah darah.


"Alex pergilah ke kota suci sekarang."


"Apa yang terjadi?"


"Pasukan raja iblis menyerang tempat ini, para penduduk sedang di evakuasi kau ikutlah bersama mereka."


"Kau juga harus pergi?"


"Tidak, ada seorang yang harus menahan mereka, aku akan tetap tinggal."


Lumina memeluk Alex yang sudah kehilangan kata-katanya.


"Apapun yang terjadi kau adalah muridku yang berharga, tidak kau adalah keluargaku.. hiduplah dengan baik."


"Tapi?"


"Ini permintaan terakhir dari gurumu."


Alex hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Lumina, di detik akhir dia berbalik untuk melihat gurunya yang melambaikan tangan ke arahnya.


"Jangan lupa hamili seseorang ketika kau dewasa."


"Dasar guru sesat."


Alex hanya berlari tanpa menoleh lagi. Lumina hanya merasa khawatir bahwa Alex tidak memiliki ketertarikan hal seperti itu walaupun sesungguhnya Alex hanya masih terlalu muda untuk memikirkan hal semacam itu.


"Suatu hari nanti akan aku bunuh seluruh iblis di dunia ini, akan kubunuh aaaaaaaaaaaaaaarg"

__ADS_1


Teriakan Alex menggema di seluruh kota yang hancur, sejak itu dia tidak pernah mendengar nama gurunya lagi.


__ADS_2