Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Mengingat kembali


__ADS_3

Firda melangkah masuk ke dalam kamar Fade, ia mendekati pria itu yang terlihat bersandar di kepala ranjang dengan mata terpejam.


Firda khawatir, ia takut terjadi sesuatu pada pria itu karena tidak bergerak sama sekali.


"Fad." Panggil Firda lembut.


Tangan gadis itu memegang pergelangan tangan Fade.


Perlahan mata Fade terbuka, pria itu menoleh dan menatap Firda dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Fad, apa masih sakit?" tanya Firda yang mengira air mata Fade karena rasa sakit.


Fade bukan menjawab, pria itu justru meneteskan air matanya dengan pandangan masih tertuju pada Firda.


Firda tidak mengerti, ia lantas menangkup wajah pria itu lalu menyeka air mata yang jatuh ke pipinya.


"Fad, pasti sakit banget ya. Aku udah panggil dokter, sebentar lagi pasti datang." Tutur Firda ikut berkaca-kaca matanya.


Fade menggeleng, pria itu meraih salah satu tangan Firda di wajahnya untuk ia genggam.


"Fir, maafkan aku." Ucap Fade tiba-tiba.


Firda terdiam, ia reflek menjauhkan diri sehingga genggaman Fade pun terlepas dari tangannya.


"Firda, aku minta maaf. Aku sudah mengingat semuanya, Fir." Ucap Fade lagi.


Firda masih diam, ia syok mendengar ucapan Fade barusan yang tiba-tiba mengatakan bahwa ingatannya sudah kembali.


"Fad, kamu sudah bisa mengingat?" tanya Firda sedikit terbata-bata.


Kepala Fade mengangguk, ia lalu mengulurkan tangan kanannya dengan maksud meminta gadis itu untuk mendekat.


Firda nurut, gadis itu melangkah pelan mendekati Fade dengan perasaan campur aduk. Ada perasaan gugup dan kaget yang masih tersisa dalam dirinya.


Firda duduk di pinggir ranjang, tangannya yang gemetaran reflek memegang wajah Fade.

__ADS_1


"Fad, kamu sudah bisa mengingat. Kamu mengingatku?" Tanya Firda.


Fade tidak menjawab, pria itu malah menarik Firda untuk ia peluk dengan erat. Fade tersenyum senang kala merasakan Firda membalas pelukannya.


"Aku mencintaimu, Fir. Maafkan aku, maaf sudah pernah lupa dan kembali menghinamu. Aku menyesal, Sayang." Ucap Fade dengan penuh penyesalan.


Firda melepaskan pelukan Fade, ia memegang kedua bahu pria itu lalu manggut-manggut.


"Aku paham, Fad. Lagipula semua keadaan kamu sekarang adalah karena aku. Yang penting, kamu sudah bisa mengingat kembali dan aku senang." Tutur Firda penuh senyuman.


Fade kembali memeluk Firda, menumpahkan rasa rindu nya kepada gadis yang pernah ia lupakan sesaat. Lupa pada kebaikan dan kebenaran, dan justru mengingat sang pelaku kejahatan, Linda.


"Jangan menjadi istri pura-pura ku, Fir. Jadilah istriku yang sesungguhnya." Pinta Fade dengan serius.


Firda tersenyum. "Aku nggak bisa, Fad. Orang tua kamu nggak akan pernah menyetujui hubungan kita." Tolak Firda.


Fade menggeleng tegas. "Aku nggak peduli, aku cinta sama kamu Fir. Aku mau kita menikah." Ujar Fade dengan tekad yang besar.


"Jika orang tuaku tidak setuju, maka kita akan menikah tanpa restu dari mereka!" Tambah Fade dengan begitu yakin.


"Menikahlah denganku, Fir. Aku janji akan memberikan kamu banyak kebahagiaan, aku janji akan mengganti semua penderitaan yang kamu rasakan karena aku." Pinta Fade dengan tatapan dalam ke mata Firda.


Firda lagi-lagi hanya bisa tersenyum, ia belum bisa memberikan jawaban pasti pada lamaran Fade saat ini. Firda belum bisa melupakan apa yang pria itu perbuat terhadap adiknya.


"Jika kamu menganggap bahwa aku penyebab keadaan adikmu sekarang, aku siap untuk masuk penjara. Atau kamu boleh memukul, menembak atau apapun. Tapi tolong terima lamaranku, Fir." Ucap Fade yang seakan bisa membaca pikiran gadis yang begitu dicintainya itu.


Firda tertawa pelan, ia mengusap-usap rahang Fade dengan pelan. Mungkin sudah tidak ada gunanya lagi ia memendam ini. Sebuah rasa dimana ia masih begitu mencintai sosok pria di hadapannya ini.


"Kamu baru sembuh dan langsung melamarku, bahkan kaki kamu saja masih sakit." Kata Firda geleng-geleng kepala.


"Aku akan semangat untuk belajar jalan lagi, asal ada kamu." Timpal Fade dengan cepat.


Firda tertawa lagi. "Makasih ya, kalo bukan karena kamu, mungkin aku udah nggak ada di dunia ini." Ucap Firda.


Detik itu juga Fade menutup mulut Firda dengan tangannya, ia tidak suka mendengar kata-kata Firda yang membahas kematian.

__ADS_1


"Kamu pasti akan baik-baik saja, Fir. Karena apa? Karana Tuhan pasti sudah menyiapkan banyak kebahagiaan untuk gadis sebaik kamu." Tutur Fade lembut.


Firda hanya bisa tersenyum, ia kembali pasrah saat Fade kembali mendekapnya erat.


"Jadi, mau menikah denganku?" tanya Fade lagi.


Kepala Firda mengangguk. "Asal kamu mau meminta maaf pada Alea, dan berdamai dengan Tristan." Jawab Firda.


"Hei, aku sudah berdamai pada pria gila bekerja itu saat kamu diculik." Sahut Fade mengingatkan.


Firda tertawa mendengar julukan yang Fade berikan kepada adik iparnya.


"Tapi kamu kan belum minta maaf sama Alea." Ucap Firda lagi.


"Aku akan melakukannya setelah aku bisa berjalan." Sahut Fade.


Firda melepaskan pelukan Fade. "Kenapa harus sampai bisa berjalan?" tanya Firda menyipitkan matanya.


"Karena Tristan akan meledekku nanti." Jawab Fade menekuk wajahnya.


Firda tertawa lepas. Gadis itu tidak menyangka bahwa hari ini ia akan sangat bahagia karena Fade telah mendapatkan kembali ingatannya.


Karena terlalu bahagia, Firda dan Fade sampai tidak sadar jika sejak tadi ada yang memperhatikan mereka dari luar.


Pria itu tampak cukup sedih setelah mendengar bahwa dua orang yang sedang ia lihat saat ini ternyata saling mencintai.


"Kamu mencintai Fade, Fir. Jadi perjuanganku berakhir sebelum dimulai?" gumam Zian dengan perasaan berkecamuk.


Zian tidak menyangka bahwa gadis yang ia sukai sejak pertama kali melihat itu dicintai oleh sepupunya. Jadi semua pikirannya salah, Firda dan Fade bukan hanya sekedar pelaku dan korban kecelakaan. Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.


Lalu, mengapa Fade menghina Firda dengan kata perempuan murahan. Zian tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Zian pun pergi dari depan kamar Fade, ia pergi dengan perasaan yang cukup sakit. Sakit karena cintanya kandas sebelum dibangun.


BANG ZIAN SAMA AKU AJA YA??

__ADS_1


Bersambung...............................


__ADS_2