Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Cerita kakak dan adik


__ADS_3

Alea menatap sang kakak dengan kening mengerut, pasalnya sejak tadi kakaknya itu lebih banyak diam sambil mengaduk mie instan pedas yang sengaja mereka buat untuk menemani menonton drama.


Alea yakin bahwa Firda sedang tidak baik-baik saja. Alasan ia datang juga kesana karena Firda memintanya, sepertinya kakaknya itu butuh teman.


"Kak." Panggil Alea berhasil menyadarkan Firda dari lamunannya.


"Eh iya?" Sahut Firda tersadar dari lamunannya.


Alea tersenyum, ia memegang tangan kakaknya dengan tatapan penuh kepada Firda, satu-satunya anggota keluarga sebelum dirinya menikah dengan Tristan.


"Aku tahu, kakak lagi banyak pikiran, ayo ceritakan padaku." Ucap Alea langsung tanpa bertanya dulu.


Firda menatap adiknya, ia memegangi wajahnya lalu mengambil ponsel dan membuka aplikasi kamera.


Firda menatap wajahnya di kamera sambil meraba-rabanya, ia ingin melihat apakah wajahnya kentara sekali sedang banyak pikiran, sampai-sampai adiknya langsung bicara seperti tadi.


"Kak, ada apa?" tanya Alea semakin heran.


Firda meletakkan ponselnya, ia lalu kembali menatap Alea yang terlihat memiliki banyak pertanyaan.


"Apa wajahku terlihat sangat banyak pikiran?" tanya Firda serius.


Alea menghela nafas, kini ia tahu alasan kenapa kakaknya itu tadi menatap wajah di kamera.


Alea menganggukkan kepalanya. "Hmm, bahkan sangat terlihat." Jawab Alea jujur.


Alea memegang kedua tangan kakaknya, ya menatap serius Firda yang juga menatapnya.


"Sekarang berhenti bertanya dan cerita padaku." Pinta Alea dengan serius.


"Aku jatuh cinta." Lirih Firda menundukkan kepalanya.


Alea melototkan matanya, setelah beberapa saat terdengar suara tawa dan pekikan penuh rasa bahagia dari Alea.


Tentu saja, setahu Alea kakaknya ini tidak pernah menjalin hubungan dan begitu sibuk untuk mengurusnya. Malam ini ia mengatakan jatuh cinta, tentu saja membuat Alea bahagia.


"Astaga, siapa pria itu? Tinggalnya dimana? Kalian saling mencintai?" Macam-macam pertanyaan mulai terlontar dari mulut Alea.


Firda menatap wajah antusias adiknya dengan nanar, ia tidak tahu apakah wajah Alea akan sebahagia ini saat mendengar ceritanya.


"Ayo, Kak. Ceritakan padaku!!" Pinta Alea menggerakkan tangan kakaknya.


"Aku jatuh cinta, lebih tepatnya masih cinta dengan masa laluku." Kata Firda.


"Maksudmu, di masa lalu kau pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan?" tanya Alea tampak kaget.


"Hmm, di masa kuliahku." Jawab Firda manggut-manggut.


Alea memilih diam, ia akan mendengarkan cerita dari kakaknya dulu, sebelum nanti ia cerita tentang kisahnya.


"Aku bertemu dengan mantan kekasihku itu beberapa hari belakangan ini, dan setiap kami bertemu, hanya ada rasa sakit dan hinaan darinya. Tapi entah kenapa aku masih sangat mencintainya setelah apa yang dilakukannya padaku." Ucap Firda panjang lebar.


"Hinaan, apa dia berkata kasar padamu?" tanya Alea, terdengar nada bicaranya mulai kesal.


"Dia menghinaku bukan tanpa alasan, tapi karena dimatanya aku memang salah. Aku adalah wanita bayaran yang murah di matanya." Jawab Firda dengan setetes air mata yang jatuh ke pipinya.


Alea membulatkan matanya, wanita bayaran? Bahkan Firda sangat jauh dari yang namanya dunia malam, minuman beralkohol dan pria hidung belang. Kakaknya itu tidak akan melakukan hal gila sepertinya.


"Bagaimana bisa dia menuduhmu begitu, apa dia benar-benar melihatmu sedang menjual diri?" tanya Alea emosional.


"Ya, dia melihatnya." Jawab Firda.


Alea tersentak, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar jawaban dari kakaknya. Ini pasti hanya salah paham, kakaknya tidak mungkin begitu.


"Kamu benar, ini semua hanya salah paham. Aku difitnah, aku di tuduh sampai-sampai hubunganku dengan dia hancur." Ucap Firda seketika membuat Alea bernafas lega.


"Tapi siapa yang berani menuduhmu, Kak?" tanya Alea lagi.


"Mungkin kau mengenal orangnya, sebab dia sering berseliweran di televisi untuk menemani suaminya yang merupakan pengusaha terkenal." Jawab Firda tersenyum miris.


"Tolong jangan main tebak-tebakan, Kak. Katakan siapa yang sudah menuduh mu?" tanya Alea malas menebak.

__ADS_1


"Linda Senofita, istri dari pengusaha Tristan Sagara." Jawab Firda lalu menyantap mie pedas miliknya.


Alea langsung menjatuhkan sendok mie ditangannya, ia menatap sang kakak dengan tatapan penuh keterkejutan.


Linda, dan kakaknya saling mengenal? Dan wanita itu berani menuduh kakakku dengan begitu besarnya.


Tapi siapa pria yang membuat Linda menuduh kakaknya dan membuat hubungan keduanya hancur?


"Lalu siapa mantan kekasihmu, Kak?" tanya Alea.


Firda menundukkan kepalanya, ia menangis bukan hanya karena sedang sedih, tapi juga karena mie yang dimakan olehnya terlalu pedas.


Firda menenggak air minum, ia lalu menatap adiknya yang tadi bertanya.


"Fade Joseon." Jawab Firda, terukir senyuman tipis di wajahnya ketika menyebutkan nama pria yang masih ia cintai.


Alea membulatkan matanya, ia reflek bangkit dari duduknya dan mundur beberapa langkah. Alea memegangi dadanya, bagaimana mungkin ia tidak tahu jika Fade, mantan bosnya itu adalah mantan kekasih kakaknya.


"Alea, ada apa?" tanya Firda ikut bangkit dari duduknya.


Alea menatap Firda. "Lupakan dia, Kak. Dia bukan pria yang baik!" jawab Alea langsung.


"Kau mengenal Fade?" tanya Firda tampak kebingungan.


Alea memegang tangan kakaknya, ia menatap Firda dengan mata berkaca-kaca.


"Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, Kak. Dan ini masih berhubungan dengan mantan kekasihmu." Jawab Alea pelan.


Firda mengangguk, ia pun membawa adiknya untuk kembali duduk agar lebih nyaman ceritanya.


"Aku akan mendengarkannya." Ucap Firda lembut.


Alea menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia harus siap menerima segala reaksi yang ditunjukkan oleh kakaknya.


"Saat kau kecelakaan dan butuh banyak biaya, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan, dan disaat itulah aku bertemu dengan Fade." Ucap Alea, ia menatap wajah kakaknya yang semakin penasaran.


"Dia menawarkan aku sebuah pekerjaan yang tidak biasa, namun dengan bayaran yang fantastis. Aku yang butuh uang, tentu saja menerima pekerjaan darinya." Tambah Alea.


"Kau tidak melakukan hal yang macam-macam kan, Alea?" tanya Firda ketakutan.


"Aku diminta untuk merusak rumah tangga seseorang, rumah tangga Linda. Dia mau aku menggoda suaminya Linda, sehingga Linda dan suaminya bercerai." Jelas Alea lagi.


Firda terkejut, ia hendak bicara namun Alea menggelengkan kepalanya pelan, pertanda bahwa ia belum selesai cerita.


"Dia bilang bahwa Tristan telah merebut Linda darinya sehingga ia ingin merebut kembali wanita itu. Fade bahkan sampai menempatkan aku bekerja di kantor suaminya Linda agar aku bisa–" ucapan Alea terhenti karena Firda.


"Bisa menggoda suaminya Linda, sehingga Tristan dituduh selingkuh dan mereka cerai?" tanya Firda yang memotong ucapan adiknya.


Alea mengangguk. "Hmm, benar. Tapi aku gagal, aku gagal karena Tristan mengetahui rencana ku, dan aku di pecat oleh Fade karena gagal menjalankan tugas darinya." Jawab Alea.


"Sejak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Fade, namun belakangan ini aku mendengar dari Tristan bahwa mereka telah menjalin hubungan." Ucap Alea.


"Tristan, apa kau segitu dekatnya dengan pria itu?" tanya Firda mengerutkan keningnya.


"Ada satu hal lagi yang belum aku ceritakan, Kak. Ini tentang aku dan Tristan, apa kau mau membiarkanku bercerita?" tanya Alea pelan.


"Tentu." Jawab Firda pelan.


"Aku di pecat oleh Fade, namun aku tidak benar-benar terbebas dari rencana yang Fade buat, karena Tristan justru memintaku untuk menjadi simpanannya." Ucap Alea dengan senyuman yang sangat tipis.


"Apa?! Tapi bagaimana bisa dia memintamu begitu, bukankah dia sangat mencintai istrinya?" tanya Firda semakin dibuat bingung.


"Kak, sesekali jangan percaya dengan apa yang dilihat oleh matamu, sebab itu belum tentu faktanya." Jawab Alea tersenyum lebar.


"Tristan tidak pernah mencintai Linda, apalagi saat tahu bahwa wanita itu berselingkuh dengan Fade." Ucap Alea melanjutkan ceritanya.


"Lalu hubunganmu dan Tristan apa masih? Atau jangan-jangan, selama ini kamu tinggal bersamanya?" tanya Firda mulai bertambah takut.


"Maafkan aku, Kak. Aku tidak punya pilihan lain, di saat dia memintaku untuk menjadi simpanannya, aku menolak. Tapi dia mengancam akan melukaimu, apalagi saat itu aku juga masih butuh banyak uang." Jawab Alea menangis karena merasa bersalah.


Firda ikut meneteskan air mata, ia tidak menyangka jika selama ia tidak sadarkan diri di rumah sakit, kehidupan adiknya begitu rumit seperti ini.

__ADS_1


Firda memeluk Alea yang menangis, ia mengusap-usap punggung adiknya dengan penuh kehangatan.


"Maaf, Alea. Karena kecelakaanku, aku harus melewati hal seperti ini." Bisik Firda tidak kalah merasa bersalah.


Alea melepaskan pelukan kakaknya, ia menggeleng mendengar kata maaf dari mulut kakaknya.


"Tidak perlu minta maaf, Kak. Mungkin memang sudah seperti ini jalan hidupku," balas Alea pelan.


Linda memegang kedua tangan adiknya, lalu sebelah tangannya beralih memegang bahu Alea dan mengusapnya pelan.


"Sekarang semua sudah baik-baik saja, kamu berhentilah bekerja sebagai sekretaris ataupun simpanan pria itu. Kita bisa hidup berdua bersama, Alea." Ucap Firda lembut.


Alea menyeka air matanya, ia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa, Kak. Aku tidak bisa pergi dari Tristan," sahut Alea.


"Tapi kenapa, apa dia mengancam mu lagi?" tanya Firda tampak kecewa.


"Maaf, Kak. Sekali lagi aku melakukan hal tanpa aku ketahui." Ungkap Alea pelan.


"Apa maksudmu?" tanya Firda semakin bingung.


"Aku telah menikah dengan Tristan." Jawab Alea.


"APA?!!" kejut Firda.


"Bagaimana bisa kau melakukan itu, Alea?" tanya Firda sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Kami menikah di Bali, saat itu otakku tidak bisa berpikir baik. Aku merasa diriku kotor karena terus di sentuh oleh Tristan, sehingga aku meminta untuk dinikahkan olehnya." Jawab Alea jujur.


"Tristan tidak menolak, bahkan ia sangat senang. Dia mencintaiku, Kak." Tambah Alea.


"Dan kau langsung percaya? Pria kaya dan memiliki banyak uang sepertinya pasti tidak akan cukup dengan satu wanita, Alea." Kata Firda begitu kecewa.


"Aku percaya dia masih mencintaiku, Kak. Dulu ataupun sekarang, cintanya tidak pernah berubah." Sahut Alea dengan yakin.


"Dulu?" beo Firda.


Alea mengangguk. "Sama sepertimu yang punya masa lalu, aku pun sama." Jawab Alea.


"Aku dan Tristan memang tidak pernah berpacaran, tapi dia pernah menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku menolaknya, sebab aku tahu bahwa keluargaku tidak mungkin bisa bersanding dengan keluarga ternama sepertinya." Tambah Alea panjang lebar.


"Lalu kenapa sekarang kau mau, Alea. Apa kau sudah merasa pantas?" Tanya Firda.


Alea menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan itu. Tapi karena ketulusan cintanya membuatku memilih untuk mengajaknya serius." Jawab Alea.


Firda menghela nafas panjang, ia memijat pelipisnya yang sedikit sakit. Ia yang bercerita, ia juga yang terkejut dengan cerita adiknya selama ini.


"Aku sangat kecewa dengan keputusanmu, tapi semua ini juga salahku. Sekarang aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pernikahanmu dan Tristan itu." Ucap Firda seraya mengeratkan genggaman tangannya.


"Jika dia macam-macam denganmu, beritahu aku ya." Tambah Firda menitip pesan.


Alea tersenyum, ia menganggukkan kepalanya berkali-kali.


"Dan Fade? Bagaimana perasaanmu setelah mendengar ceritaku tentangnya?" Tanya Alea.


Firda terdiam sesaat, ia lalu kembali menatap adiknya yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Aku akan melupakannya, sepertinya dia memang sangat mencintai Linda. Aku juga sudah bilang padanya bahwa aku akan melupakan bahwa kami saling mengenal." Jawab Firda diakhiri nafas panjang.


Alea segera memeluk kakaknya, ia tahu bahwa Firda tidak akan bisa melupakan masa lalunya dengan mudah. Walaupun Alea tidak tahu seperti apa hubungan keduanya, tapi ia bisa merasakan cinta yang kakaknya miliki untuk pria itu.


"Fade pasti akan menyesal, Kak. Dia pasti akan menyesal dan memohon padamu karena telah menyia-nyiakan gadis baik sepertimu, dan memilih wanita seperti Linda." Ucap Alea di telinga kakaknya.


"Lupakan saja." Balas Firda malas.


Firda adalah tipe orang yang mudah beradaptasi, sehingga ketika ia membenci seseorang itu akan sangat terlihat. Seperti halnya dengan Fade, ia akan benar-benar melupakan pria itu dan sebisa mungkin untuk ingat bahwa mereka pernah memiliki hubungan.


"Aku melepasmu, Fad. Aku tidak akan pernah mengingatmu lagi, berbahagialah dengan pilihanmu. Selamat tinggal!" Batin Firda dengan mata terpejam.


KAK FIRDA, KAMU PASTI BISA🖤

__ADS_1


Btw ini hampir 2k kata, awas ya komennya dikit😌


Bersambung...................................


__ADS_2