
Tristan menggebrak meja di depannya dengan sangat keras, bahkan jika saja meja itu bukan meja mahal, sudah dipastikan kacanya pecah tidak berbentuk.
Tindakan Tristan tadi membuat orang ada dihadapannya tampak ketakutan, namun masih bisa untuk tetap tenang.
"Kau tidak takut sama sekali dengan kata-kata ku rupanya, Linda." Ucap Tristan dengan tatapan penuh amarah.
Amarah Tristan yang kemarin sudah meletup-letup, kini sudah benar-benar meledak dari kepalanya. Ia marah dan sangat murka kepada Linda bukan hanya karena kesalahan wanita itu saja, tapi ia juga marah karena dirinya telah membuat Alea ketakutan karena siksaan darinya.
Linda melipat tangan di dadanya, ia menatap Tristan dengan berani lalu mendekati pria itu.
"Aku sudah tidak takut dengan ancaman darimu, Tristan." Ucap Linda dengan tenang.
Tristan bangkit dari duduknya, ia mencekik leher Linda lalu membenturkan wanita itu ke tembok.
"Lakukan saja, aku akan membuatmu benar-benar malu atas tindakanmu ini." Ucap Linda dengan senyuman.
Tristan melepaskan cekikan di leher Linda, ia mundur menjauhi wanita itu, wanita yang tidak pernah ingin ia sentuh.
"Baiklah, aku akan memberikan setiap bukti yang aku punya. Jangan salahkan aku jika bukan hanya karirmu yang hancur, tapi juga wajahmu di depan semua orang." Ucap Tristan penuh penekanan.
Tristan mengambil laptopnya, ia lalu memutar video yang memperlihatkan seorang wanita tengah asik bergumul diatas ranjang dengan pria yang usianya lebih tua darinya.
Mata Linda memanas, ia mendadak tegang dan gugup melihat dirinya dalam video itu.
"Tristan, bagaimana kau mendapatkannya?" tanya Linda gemetaran.
"Aku punya kekuasaan, Linda. Bukti apapun yang kau miliki tidak akan bisa menjatuhkan ku, tapi bukti yang aku miliki bisa membuat hidupmu benar-benar hancur." Ucap Tristan dengan tenang.
"Atau kau mau lihat video yang lainnya, aku punya banyak bukti bagaimana dirimu mendesahh di bawah pria tua demi mendapatkan uang." Tawar Tristan dengan seringai di wajahnya yang tampan.
Linda menggeleng, ia benar-benar sangat ketakutan saat ini. Linda menyatukan kedua tangannya di depan Tristan.
"Tristan, aku mohon jangan lakukan itu. Aku … aku akan mengatakan pada Mama bahwa kita tidak akan bercerai." Ucap Linda begitu ketakutan.
__ADS_1
Tristan berdecak. "Kau pikir aku melakukan ini semua karena tidak mau bercerai denganmu?" tanya Tristan tampak jijik.
"Jangan mimpi, Linda. Aku bahkan sudah ingin mengakhiri pernikahan ini sejak lama, tapi aku tidak bisa membahayakan nyawa mamaku." Tambah Tristan dengan tatapan penuh kebencian.
"Tristan, lalu apa yang harus aku lakukan agar kau tidak menyebarkan itu?" Tanya Linda semakin ketakutan.
"Katakan pada mamaku bahwa kita akan bercerai karena kau selingkuh." Jawab Tristan dengan tenang.
"Apa? Kau gila?!" bentak Linda begitu kaget.
"Jangan berpura-pura kaget, Linda. Aku tahu bahwa kau masih berhubungan dengan mantan kekasihmu, bahkan kalian berlibur bersama 'kan?" tanya Tristan diakhiri tawa pelan.
Linda menggeleng tegas. "Aku dan dia hanya berteman." Sahut Linda menyangkal.
"Apapun itu, tapi wanita bersuami tidak pantas berhubungan dengan mantan kekasihnya, sekalipun hanya sebagai teman." Ucap Tristan seperti tidak sadar pada dirinya sendiri.
"Katakan kau selingkuh dan kau ingin menikahi mantanmu itu, maka video ini aman." Tambah Tristan seraya kembali duduk di kursinya.
Linda benar-benar bingung, ia yang berniat menghancurkan nama Tristan justru malah sebaliknya. Tristan memiliki bukti yang lebih kuat darinya.
"Baiklah! Aku akan mengatakan itu di depan kedua orang tua kita. Lagipula aku sudah muak dengan pernikahan ini." Ucap Linda dengan lugas.
Tristan menyeringai, ia mengusir Linda agar keluar dari ruang kerjanya. Wanita itu tampak menurut, ia pun keluar dari ruangan Tristan dengan kekalahan.
"Sialan, aku pasti menemukan titik kelemahanmu, Tristan. Aku akan membuatmu benar-benar hancur." Ucap Linda dengan dendam yang menggebu-gebu.
Sementara Tristan, ia memejamkan matanya sebentar, saat ini pikirannya benar-benar terfokus pada Alea yang sangat takut padanya. Tristan bingung, ia tidak tahu harus berbuat apa agar Alea tidak lagi takut.
Tristan benar-benar menyesali apa yang telah ia perbuat kepada wanita muda itu, dan semua itu terjadi gara-gara Linda.
Tristan menghela nafas, ia menatap video Linda dengan pria tua itu dengan tatapan jijik. Ia pun menutup laptopnya karena mual jika terus melihat itu.
Meskipun Linda tadi sudah mengaku kalah, tapi Tristan tidak akan memberi pelajaran Linda seringan ini. Ia akan membuat wanita itu benar-benar malu di depan keluarganya.
__ADS_1
"Jika dalam satu minggu Alea tidak memaafkan ku, maka aku akan menyebarkan video ini." Ucap Tristan dengan tangan terkepal.
***
Terlihat seorang pria sedang duduk di meja bar dengan perasaan menggebu. Pria itu menenggak minuman di tangannya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sudah hampir satu botol minuman ia habiskan demi menenangkan pikirannya yang sedang kacau.
Mondy Regiando, pria tampan dengan sejuta pesona sekaligus asisten pribadi Tristan itu terlihat sedang kalut dalam kesedihan.
Mondy merasa tidak berdaya, ia tidak bisa melakukan apapun untuk wanita yang telah mencuri hatinya pada pandangan pertama.
"Kenapa kau harus menerima pekerjaan itu, Alea. Aku tahu kau gadis baik-baik," ucap Mondy dengan parau.
Benar, Mondy jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Alea. Ia yang tanpa sengaja melihat gadis itu berlari sambil menangis ke dalam rumah sakit, justru malah jatuh cinta.
Bukan tanpa alasan Mondy menaruh perasaan kepada Alea, tapi karena gadis itu dinilai sangat baik dan rela berkorban demi kakaknya, rasa cinta Mondy untuk gadis itu semakin besar.
"Seharusnya kau menolak, Alea. Aku siap membantumu kapan saja, asal kau tidak menjadi simpanan tuan Tristan." Ucap Mondy lagi.
Mondy tidak pernah jatuh cinta, dan sekalinya ia merasakan perasaan itu, cintanya justru harus ia pendam demi atasannya.
Saat Mondy mengetahui bahwa Alea adalah pelakor yang Fade kirim, ia cukup senang karena mengira bahwa Tristan akan langsung memecat Alea dari kantor. Tapi apa, pria itu justru malah menjadikan gadis tidak berdaya itu sebagai simpanan.
Mondy sangat kecewa, seharusnya sejak awal ia membawa Alea pergi sehingga gadis itu tidak harus menjadi simpanan Tristan.
"Alea, aku mencintaimu." Bisik Mondy lalu menjatuhkan kepalanya di meja bar.
Sikap dingin dan cuek Mondy selama ini adalah salah satu cara pria itu untuk menutupi perasaannya, namun saat tadi Tristan mengatakan bahwa Alea sakit, ia tidak bisa mencegah rasa khawatirnya sehingga bertanya dengan emosional.
Andai saja Mondy berani, mungkin ia akan mengatakan kepada Linda tentang Tristan yang memiliki wanita simpanan, sehingga nantinya Alea akan di usir, dan ia lah yang akan ada untuk menolong gadis itu. Tapi Mondy tidak punya cukup keberanian untuk bertindak seperti itu.
WAHHH MONDY TERNYATA 🙈😫
__ADS_1
Bersambung..................................