
Terlihat seorang wanita dengan kebaya putih yang melekat pas di tubuhnya. Wanita yang hari ini akan melangsungkan pernikahan secara sederhana, tanpa diketahui oleh saudara satu-satunya, yaitu kakaknya.
Alea telah mengambil keputusan sendiri, hari ini ia akan menikah dengan Tristan secara agama dulu.
Semuanya memang terkesan buru-buru, namun Tristan mempersiapkannya dengan mantap. Mereka bahkan menikah sesegera mungkin, sebelum pulang ke Jakarta sore nanti.
"Saya terima nikah dan kawinnya Azzalea Quinera binti Razat, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" balas Tristan dengan satu tarikan nafas.
Para saksi yang hadir men-sah kan pernikahan antara Tristan dan Alea. Kini dua orang itu telah menjadi pasangan suami istri yang sah.
Tristan mengambil cincin yang sudah ia siapkan sejak kemarin, lalu memasangkannya ke jari manis istrinya.
Alea pun melakukan hal yang sama, ia tidak tahu sejak kapan cincin kawin ada di sana, namun yang jelas ia memakaikan cincin itu di jari manis Tristan.
Tristan tersenyum dengan bahagia, kini Alea telah sah menjadi istrinya, Alea benar-benar sudah menjadi miliknya seorang.
Alea pun tidak kalah tersenyum, ia lalu mencium punggung tangan Tristan sebagai bentuk rasa hormat istri kepada suaminya.
Tristan pun membalas dengan mencium kening Alea, ia melakukannya dengan penuh perasaan dan masih sayang.
"Azzalea, istriku." Bisik Tristan dengan mesra.
Alea malu-malu, namun ia tidak dapat menyangkal secercah kebahagiaan yang kini memenuhi relung hatinya yang sempat terasa hampa.
Tristan dan Alea mengucapkan terima kasih kepada penghulu yang sudah menikahkan mereka, serta para saksi yang hadir di sana.
Setelah di rasa selesai, Tristan dan Alea pun kembali ke hotel. Kini keduanya duduk di ranjang yang sama, dengan saling bertatapan.
"Maaf, untuk saat ini aku belum bisa mengajak kamu bulan madu. Kita lakukan itu lain kali ya," ucap Tristan seraya menggenggam tangan istrinya.
Alea hanya mengangguk, ia tersenyum manis mendengar ucapan pria yang baru menjadi suaminya beberapa saat lalu.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, M-mas." Balas Alea gugup untuk memanggil Tristan seperti itu.
Tristan tersenyum lebar mendengar panggilan baru dari Alea. Mungkin menurut beberapa orang itu biasa saja, tapi bagi Tristan itu sangat spesial.
Tristan mengusap wajah istrinya yang cantik, ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Alea lalu mencium kening nya dengan begitu hangat.
Bibir Tristan terus menjelajah, dari kening turun ke pipi kanan dan kiri, lalu kemudian terakhir di bibir.
Ciuman yang manis dan memabukkan pun tidak bisa dihindarkan, bahkan kini Alea mulai merebahkan tubuhnya dengan Tristan yang selalu berada di atasnya.
"Boleh, Sayang?" tanya Tristan yang sudah memegangi kancing kebaya putih istrinya.
Alea mengangguk, sekarang Tristan adalah suaminya dan pria itu berhak untuk mencicipi tubuhnya dengan halal. Mereka berdua sudah tidak berada di lingkaran dosa untuk melakukan hubungan ini.
"Ahhh." Alea melenguh panjang saat merasakan gigitan di lehernya.
Mendengar itu, Tristan semakin bersemangat. Ia ingin menikmati status baru mereka yang kini sudah sah menjadi suami istri.
Tristan tidak mau terburu-buru, namun waktu yang terus berjalan membuatnya harus segera menyelesaikan permainannya.
Tristan pun sama, ia melenguh dan mendesahh setiap kali menggerakkan tubuhnya. Ia sesekali menunduk guna mencium bibir dan kening istrinya.
"Eumhhh … Mas, aku capek!" kata Alea sambil melenguh pelan.
Tristan paham, maka dari itu ia segera menyelesaikan permainannya ditubuh sang istri yang selalu saja menggoda baginya.
Tristan menjatuhkan diri ke sebelah Alea, ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya dan ia ciumi seluruh wajahnya tanpa ada yang terlewat.
"Kamu milikku, Azzalea." Bisik Tristan membuat Alea tersenyum mendengarnya.
Tristan dan Alea pun segera tidur, mereka harus istirahat sebelum sore nanti pergi ke bandara dan kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Tristan dan Alea, pasangan yang baru menikah itu berbaring dengan saling memeluk erat.
Sementara itu ditempat lain, terlihat seorang wanita sedang mengamuk usai mendengar kabar yang dikirimkan oleh kekasihnya.
Wanita itu bahkan tidak mempedulikan harga setiap parfume dan makeup yang terbilang cukup mahal. Ia membiarkan semuanya pecah.
Linda, dengan nafas yang menggebu-gebu ia kini telah mengetahui bahwa suaminya itu telah berkhianat.
Linda tahu ini semua dari foto yang Fade kirimkan beberapa saat lalu. Ia tidak terkejut jika Tristan selingkuh, namun yang membuatnya terkejut adalah pasangan selingkuh Tristan.
"Alea, brengsekk!" umpat Linda seraya terus mengacak-acak apapun yang ia tangkap oleh indera penglihatannya.
Linda kesal, ia tidak menyangka jika pasangan yang suaminya pilih untuk berselingkuh adalah Alea, sekretarisnya di kantor.
Linda jatuh terduduk, ia semakin yakin untuk bercerai dengan Tristan, tetapi sebelum itu ia akan membalaskan dendam nya kepada Tristan melalui Alea.
Linda tersenyum simpul, kini ia tahu bahwa titik kelemahan Tristan ada pada Alea. Ia akan membuat Tristan kehilangan hal yang paling berharga untuknya.
Jika Tristan bisa mengancam dengan video syur nya, maka ia juga bisa mengancam Tristan dengan foto pria itu yang sedang mencium bibir Alea di pantai.
Fade mengatakan padanya bahwa foto itu telah ia terima berhari-hari yang lalu, namun ia menahan diri untuk memberitahu Linda.
Linda sedikit kesal, jika saja Fade memberitahunya sejak lama maka ia akan bisa langsung mengirim orang untuk membunuh Alea sejak lama.
Linda meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Selidiki indentitas Alea, sekretaris suamiku. Berikan semua detailnya segera." Ucap Linda kemudian langsung menutup teleponnya.
Foto yang Linda dapatkan dari Fade, dan Fade mendapatkan foto itu dari anak buahnya yang ia kirim untuk mengikuti Tristan.
Namun, tidak tahu saja jika anak buah Fade itu telah beralih menjadi anak buah Tristan dan sedang mengumpulkan bukti-bukti tentang perselingkuhan mereka.
__ADS_1
WADUHH, LINDA SUDAH TAHU TITIK KELEMAHAN TRISTAN GUYS😫
Bersambung..............................