Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Kemarahan Linda


__ADS_3

Linda menatap Fade dengan lesu, hari ini ia datang ke kantor suaminya dan bertengkar. Selama 2 jam yang ia habiskan di dalam ruangan Tristan tadi hanya berisi pertengkaran saja.


Linda mengusap wajahnya, ia benar-benar tidak bersemangat setelah gagal mengancam Tristan yang malah balik mengancamnya.


Sebenarnya jika di pikir-pikir, tidak ada ruginya ia bercerai dari Tristan, apalagi Fade tampak mau menerimanya kembali. Tapi pemikirannya itu tidak didukung oleh kedua orang tuanya yang malah memintanya untuk bertahan dengan Tristan.


"Ada apa denganmu?" tanya Fade dengan lembut.


"Hari ini aku bertengkar dengan Tristan." Jawab Linda lemas.


Kening Fade mengerut, namun senyuman tidak bisa ia tutupi dari wajahnya. Beruntung Linda tidak melihatnya.


"Bagaimana bisa, apa yang terjadi sampai kalian bertengkar?" tanya Fade dengan penuh prihatin.


"Ada masalah kecil yang tidak bisa aku ceritakan padamu, Fad. Maaf ya," jawab Linda menolak.


Fade tersenyum tipis, ia menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas ucapan wanita cantik di depannya.


"Tidak masalah, Sayang." Balas Fade manis.


Linda tersenyum. "Hentikan panggilan itu, kita bisa terkena masalah." Tegur Linda.


"Ah iya, aku sampai lupa. Wanita dihadapan ku ini adalah Nyonya Kusuma." Celetuk Fade membuat keduanya langsung tertawa.


Linda meminum minumannya, ia saat ini benar-benar pusing sekali. Dan menurutnya hanya Fade lah yang bisa membuatnya tertawa seperti ini.


Ditengah rasa nyaman bersama Fade, tiba-tiba ponsel Linda berdering.


"Fad, aku angkat telepon sebentar ya." Pamit Linda dan Fade mengangguk kecil.


Wanita itu segera mengangkat panggilan dari sang mama dengan jarak yang cukup jauh dari Fade.


"Yes, Mom."


"Sudah berhasil mengancam Tristan? Dia tidak akan menceraikan kamu 'kan?"


"Ma, aku lelah. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini, tolong biarkan aku pisah darinya."


"Kau gila?! Kau mau kita jadi gelandangan hah!"


Linda memejamkan matanya, ia menjauhkan ponselnya dari telinga yang berdengung akibat teriakan sang mama diseberang sana.

__ADS_1


"Tristan tidak pernah mencintaiku, Ma. Dia tidak pernah menganggap ku ada."


"Mama tidak mau tahu, hari ini pulang ke rumah dan temui mama."


Usai mengatakan itu, mamanya Linda pun memutuskan panggilan mereka berdua.


Linda menghela nafas, ia pun kembali duduk di depan Fade yang menatapnya penuh tanya.


"Semua baik-baik saja 'kan?" tanya Fade lembut.


"Ya, mama hanya memintaku pulang sekarang." Jawab Linda lesuh.


Fade tersenyum, ia mengusap bahu wanita itu dengan pelan.


"Aku akan mengantarmu." Kata Fade, namun Linda menolak dengan gelengan kepala.


"Tidak perlu, aku membawa mobil, Fade. Terima kasih sudah menjadi teman yang baik," tolak Linda seraya meraih tas selempang miliknya.


"Ya, aku siap menjadi teman yang baik untukmu." Timpal Fade tersenyum miris.


Linda pun meninggalkan Fade untuk pulang dan menemui ibunya yang sejak kemarin sudah berapi-api. Sejak mengetahui bahwa Tristan mau menceraikannya, saat itulah ibunya seperti kebakaran jenggot.


Sementara Fade, pria itu tersenyum lebar. Ia yakin pasti masalah besar telah terjadi di dalam pernikahan Tristan dan juga Linda.


Jika ditanya kenapa harus Linda, padahal ia tampan dan mapan, bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dari Linda, maka Fade akan menjawab bahwa Linda lah yang sudah menyelamatkan hidup dan masa depannya.


Fade masih sangat ingat saat dirinya berkuliah, ia pernah jatuh cinta kepada seorang gadis yang dikira baik, ternyata begitu jahat.


"Aku tidak akan pernah lupa pada wanita jahat sepertimu." Gumam Fade dengan tangan terkepal.


***


Linda baru saja sampai di rumah orang tuanya, ia langsung masuk ke dalam rumah mewah itu untuk menemui kedua orang tuanya yang pasti sudah menunggunya.


"Ma." Panggil Linda berteriak.


"Berisik, kamu bukannya salam malah berteriak!" tegur ibu Linda, Nilam.


"Ma, ada apa mama memintaku datang?" tanya Linda langsung pada poinnya.


"Duduk dulu, Linda. Kita bicara pelan-pelan," tutur Pramono kepada putrinya.

__ADS_1


Linda pun akhirnya duduk, disusul oleh kedua orang tuanya yang duduk di hadapannya. Linda yakin bahwa mereka berdua akan mempertanyakan alasan mengapa ia ingin bercerai.


"Kenapa kamu mau cerai sama Tristan, Linda? Selama ini dia sudah memenuhi kebutuhan kita." Tanya Nilam dengan emosional.


"Iya, Linda. Selama ini kita sudah menikmati kemewahan yang Tristan dan keluarganya berikan. Kenapa kamu masih mau cerai dengannya?" Tanya Pramono lebih tenang dari istrinya.


Linda menarik nafas lalu membuangnya perlahan, ia benar-benar kesal dengan kedua orang tuanya yang sama egoisnya dengan Tristan.


Mereka hanya memikirkan tentang kemewahan, tanpa mau peduli bagaimana perasaannya selama ini.


"Ma, Pa. Kalian hanya mementingkan kemewahan saja, apa kalian tahu bahwa selama ini aku menderita?" tanya Linda dengan kesal.


"Menderita bagaimana, hidupmu bergelimpangan harta." Jawab Nilam.


"Ma! Aku juga butuh cinta dan kasih sayang, aku butuh di perhatikan, tapi apa? Tristan tidak pernah memberikan itu semua padaku!" Ujar Linda dengan emosi menggebu-gebu.


"Untuk apa cinta, Linda. Jika kamu banyak uang, maka cinta tidak ada gunanya." Sahut Pramono.


Linda mengusap wajahnya dengan kasar, ia menangis mendengar tanggapan kedua orang tuanya yang sama sekali tidak peduli pada perasaan nya.


"Aku menyesal telah menyetujui perjodohan dari kalian, lebih baik aku menikah–" ucapan Linda terpotong oleh Nilam.


"Menikah dengan Fade, mantan kekasihmu itu? Iya?" potong Nilam.


"Ya, dia sangat baik dan mencintaiku. Dia juga mapan, dia bisa memberikan kemewahan yang sama dengan Tristan." Jawab Linda dengan yakin.


"Dia tidak sesukses Tristan, Linda." Tegur Pramono mengingatkan.


"Tapi setidaknya dia memiliki hati, tidak seperti Tristan." Balas Linda dengan cepat.


"Aku akan tetap bercerai dari Tristan, dan kembali pada Fade." Tambah Linda penuh penekanan.


"Linda, kau selingkuh?" Tanya Nilam tiba-tiba, ia baru sadar sejak tadi putrinya itu tidak henti membawa-bawa nama mantan kekasihnya dulu.


"Aku bukan Tristan yang gemar bermain-main, Ma. Aku dan Fade hanya berteman saja," jawab Linda.


"Bohong! Kamu cari mati ya? Jika Tristan sampai tahu kamu selingkuh, maka bukan hanya kamu yang hancur, tapi kamu juga." Kata Nilam dengan suara yang semakin tinggi.


"Aku tidak peduli, Ma." Balas Linda lalu pergi dari rumah orang tuanya.


"Linda!" panggil Pramono, namun tak dihiraukan oleh putrinya.

__ADS_1


CERAI NGGAK YAAA??


Bersambung......................


__ADS_2