
Di sebuah universitas, terlihat sepasang kekasih sedang duduk di bangku taman kampus sambil menikmati es krim.
Di siang hari seperti ini, memanglah nikmat menikmati satu kotak es krim yang dingin dan manis.
Si gadis tampak begitu menikmati, sementara si pria hanya memperhatikan saja, namun sesekali ia juga akan disuapi es krim oleh kekasihnya.
"Gimana sih, makan gini aja belepotan kamu kaya anak kecil." Kata si pria sambil menyeka noda es krim di sudut bibir kekasihnya.
Gadis itu tampak menekuk wajahnya mendengar ucapan kekasihnya, namun hal itu tidak membuatnya berhenti memakan es krim manis miliknya.
"Biarin aja, yang penting aku makan ini. Awas aja kamu berani-berani minta," balas gadis itu sewot.
Fade tertawa begitu lepas mendengar suara ketus kekasihnya yang seperti tidak terima di bilang anak kecil, padahal tingkah kekasihnya ini memang layaknya anak kecil.
"Aku beli lagi lah, tapi kamu jangan minta." Timpal Fade tidak mau kalah.
Firda mengecurutkan bibirnya, ia mencubit pipi dan hidung kekasihnya yang baru saja bicara. Bahkan ia juga menggigit jari Fade saat pria itu hendak menyeka noda es krim di wajahnya.
"Sayang, aku nggak bisa nafas dong." Ucap Fade dengan lembut.
Firda segera melepaskan cubitannya, ia kembali menikmati es krim tanpa menatap Fade. Ia sangat malu setiap kali kekasihnya ini memanggilnya sayang.
Fade menyadari itu, ia lantas mengacak-acak rambut kekasihnya karena gemas. Ia terkadang heran dengan Firda yang masih saja malu, padahal mereka sudah hampir satu tahun berpacaran.
"Sayang …. Firda Sayangku." Celetuk Fade semakin gencar menggoda kekasihnya.
Firda mengerem kesal, ia lantas menyuapi kekasihnya itu dengan es krim miliknya hingga habis.
"Kamu nyebelin!" cetus Firda dengan mata menyipit.
Fade tertawa lagi. Inilah yang ia rasakan selama hampir satu tahun berpacaran dengan Firda. Ia selalu merasa bahagia dan tertawa lepas karena tingkah Firda.
Meskipun tingkahnya seperti anak-anak, namun percayalah bahwa Fade sangat mencintai Firda, begitu pula sebaliknya.
"Anniversary hubungan kita tiga hari lagi, awas aja kamu lupa." Ketus Firda dengan tangan terlipat di dada.
Fade terkekeh, ia lantas mencium pipi kekasihnya dengan ringan.
"Nggak akan, Sayang. Aku sudah siapin dari jauh-jauh hari." Balas Fade dengan bangga.
"Awas nanti kamu yang lupa." Tambah Fade sembari menusuk-nusuk pipi kekasihnya.
Firda menangkup wajah tampan kekasihnya. Setiap kali ia menatap wajah Fade, terkadang ia masih heran kenapa bisa pria setampan Fade mau dengannya.
Ia hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki orang tua, sementara Fade berasal dari keluarga yang terpandang.
Awalnya Firda berpikir bahwa Fade hanya ingin mempermainkan saja, tapi ternyata pria itu sangat mencintainya dengan tulus. Terbukti saat dirinya sakit, Fade selalu datang membawakan makanan.
Biasanya saat Fade datang, adiknya itu tidak ada di rumah. Sehingga Alea tidak pernah bertemu dengan Fade, dan Firda pun belum mau memberitahu adiknya bahwa ia punya kekasih.
"Kamu cantik banget sih, nanti anak kita bakal secantik apa ya." Ucap Fade tiba-tiba.
Firda tertawa, mentang-mentang mahasiswa semester akhir, kekasihnya ini sudah mau membahas masalah pernikahan saja.
"Sombong banget, lulus juga belum." Timpal Firda sambil mencubit hidung mancung Fade.
"Kamu suka banget cubit hidung aku." Protes Fade berpura-pura marah.
Firda tertawa lagi. "Soalnya mancung, aku suka." Balas Firda jujur.
__ADS_1
"Kalo suka, ya ayo nikah. Nanti punya anak pasti hidungnya kaya aku," timpal Fade seketika membuat keduanya tertawa lepas.
Tanpa keduanya sadari, sejak tadi ada yang memperhatikan mereka dengan tangan terkepal. Wanita itu meremat buku-bukunya dengan keras saat pria yang ia cintai malah berpacaran dengan orang lain.
Linda, ia berusaha memasang wajah penuh senyuman sebelum menghampiri Fade dan Firda, temannya.
"Kalian disini, ayo ke kelas." Ajak Linda pada keduanya.
"Duluan saja, Lin. Aku dan Fade masih ingin disini," balas Firda lembut.
Linda mengangguk, ia pun akhirnya pergi ke kelas duluan. Rasa kesalnya semakin bertambah saat Firda menolak ajakannya untuk ke kelas.
Linda jatuh cinta kepada Fade saat Firda memperkenalkan pria itu sebagai kekasih, sejak hari itulah ia bertekad untuk merebut Fade dari Firda.
Semua pun berjalan, hari ini adalah malam anniversary hubungan Fade dan Firda. Mereka sudah sama-sama menyiapkan hadiah dan kejutan masing-masing.
Firda dan Fade akan dinner sebagai perayaan di sebuah hotel terkenal. Saat itu, Firda datang duluan dan menunggu kekasihnya, namun saat sedang menunggu tiba-tiba saja ada Linda yang menghampirinya.
"Kok kamu disini, Lin?" tanya Firda bingung.
"Fir, tolongin aku. Mama aku di kamar hotel sakit, aku nggak bisa gotong dia sendiri!!" pinta Linda sambil menangis.
Firda yang polos langsung mengiyakan permintaan Linda tanpa berpikir untuk apa mamanya Linda di hotel.
Saat sampai di kamar hotel, tidak ada siapapun disana, bahkan entah sengaja ataupun tidak Linda tiba-tiba pergi dari kamar tersebut.
"Linda!!" panggil Firda menggedor pintu kamar hotel tersebut.
"Halo, Nona. Jadi kau yang akan menggantikan Linda malam ini untukku?"
Firda terkejut bukan main saat melihat pria tambun berdiri di belakangnya. Pria itu hanya memakai jubah mandi saja. Jangan lupa senyuman penuh kecurigaan yang ada di wajahnya.
"A-anda siapa?" Tanya Firda ketakutan.
Firda memberontak, ia lari ke seluruh sudut kamar guna menghindari pria yang berusaha untuk melecehkannya.
Firda menangis, ia berteriak memohon agar dilepaskan oleh pria itu. Firda tidak tahu kenapa Linda tega melakukan ini padanya.
"Tuan, saya tidak tahu siapa anda. Tolong lepaskan saya, kekasih saya sudah menunggu. Saya hanya orang miskin, Tuan. Tolong jangan persulit hidup saya." Kata Firda memohon.
Pria itu tampak iba kepada Firda yang bersimpuh di depannya. Gadis di depannya ini seusia dengan putrinya, ia seperti melihat anaknya yang kini sedang memohon kepada dirinya.
"Baiklah, kamu boleh pergi." Ucap pria itu dengan pelan.
Wajah Firda tampak berbinar, ia senang sekali mendengar ucapan pria itu yang akan melepaskan dirinya.
Firda yang bersemangat lantas bangkit, tangannya tanpa sengaja menjatuhkan kopi yang ada di atas nakas hingga mengenai pakaiannya.
"Astaga." Pekik Firda terkejut.
Pria tua itu juga tampak terkejut, ia hendak menolong, namun Firda menggelengkan kepalanya penuh rasa takut.
"Lebih baik kau ganti pakaianmu, ini." Kata pria tua itu seraya memberikan paper bag berisi pakaian yang tadi ia ingin berikan kepada Linda.
Meskipun curiga Firda tidak punya pilihan lain, ia takut jika kekasihnya sudah menunggu dirinya di bawah.
Ia menerima pakaian itu dan segera menggantinya.
10 menit kemudian, Firda keluar dengan baju yang diberikan oleh pria tua itu, ia juga membawa pakaiannya yang kotor untuk ia bawa pulang.
__ADS_1
"Tuan, terima–" ucapan Firda yang ingin berterima kasih terhenti saat pintu tiba-tiba saja terbuka.
Pintu kamar itu terbuka, terlihatlah Fade dan Linda yang datang bersama. Firda terkejut, ia berusaha untuk bicara ketika sadar dengan tatapan kekasihnya.
"Fade, aku–" ucapan Firda terhenti lagi saat Fade mengangkat tangannya.
Fade melihat Firda yang menenteng pakaian yang ia berikan beberapa hari lalu, dan menggantinya dengan pakaian baru. Tatapannya lalu beralih pada si pria tambun yang ada disana.
"Anda salah paham, kami–" pria tambun itu tersungkur saat Fade memukul wajahnya.
"FADE!!" pekik Firda panik, ia panik dan takut melihat kekasihnya yang memukul orang lain.
Firda berusaha mendekati Fade, namun tangannya di cekal oleh Linda.
"Dasar perempuan murahan, di hari anniversary mu, kau malah bermain gila dengan pria tua ini." Kata Linda dengan penuh penekanan.
Firda menatap Linda dengan tatapan tidak menyangka, ia datang ke kamar ini atas permintaan darinya, dan lihat bagaimana wanita itu bersandiwara.
Firda akan mengurus Linda nanti, kini ia harus berusaha mencegah Fade yang sedang memukuli pria tua yang sudah baik pada Firda.
"Fade, cukup." Firda memeluk Fade dari belakang sehingga pukulan pria itu berhenti.
Fade melepaskan pelukan Firda dengan cepat dan kasar, setelah itu ia menatap kekasihnya itu dengan tajam.
"Aku nggak nyangka kamu begini, aku kira kamu benar-benar gadis yang baik, tapi ternyata apa hah?!" Bentak Fade di depan wajah Firda.
Firda menangis, ia berusaha untuk menjelaskan kepada kekasihnya namun Fade menolak.
"Kamu perempuan murahan, aku tidak sudi lagi berhubungan denganmu. Untung saja Linda menunjukkan sifat aslimu sebelum aku membawa hubungan ini lebih jauh." Kata Fade lagi tanpa memberikan kesempatan Firda untuk bicara.
Firda menggeleng. "Kamu salah paham, semua ini rencana dia." Sahut Firda menunjuk Linda.
Linda mendekat, ia langsung melayangkan tamparan di wajah cantik Firda sampai gadis itu tersungkur.
Fade terkejut, namun ia terlalu sakit hati sehingga memilih untuk tidak menolong Firda yang terjatuh.
"Hubungan kita selesai, kita putus!" kata Fade kemudian pergi dari kamar itu dengan amarah yang menggebu.
Firda menatap Linda. "Kenapa kau tega melakukan ini padaku?" tanya Firda tidak menyangka.
Linda hanya tersenyum jahat, ia pun meninggalkan Firda bersama pria yang tadi mau menyewa jasanya.
Firda menangis dengan histeris, ia berteriak memanggil nama Fade, namun rasanya sudah percuma. Fade telah memutuskan hubungan mereka.
"Awwww." Firda meringis saat tangannya tanpa sengaja mengenai wajan yang ia gunakan untuk memasak.
Firda tengah memasak nasi goreng pedas, salah satu makanan yang disukai oleh Fade dulu. Firda menangis, ia mengingat saat-saat nya lagi bersama Fade.
Sampai hari ini, ia tidak akan pernah lupa dengan tuduhan yang Linda lontarkan padanya sampai-sampai ia dan Fade putus.
Firda rindu saat-saat bersama Fade, ia rindu dengan setiap perlakuan manis dan penuh kelembutan dari pria itu.
"Aku cuma bisa berdoa, semoga pilihanmu adalah yang terbaik, Fade." Gumam Firda dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
Firda ingat bagaimana tatapan Fade yang penuh kebencian beberapa hari lalu, hal itu membuatnya sadar jika cinta pria itu untuknya memang sudah sepenuhnya hilang.
Jika ditanya apakah dirinya masih mencintai Fade atau tidak, maka ia akan menjawab masih. Setelah hubungannya dan Fade berakhir, belum ada pria yang berhasil mengisi hati Firda lagi. Gadis itu masih belum bisa menghilangkan rasa cintanya kepada Fade.
SABAR YA KAK FIRDA, KAN ADA AKU YANG BISA MENGUBAH SEGALANYA UNTUK KISAH CINTA KAMU🤣
__ADS_1
Bersambung...................................
Note. Tulisan bercetak miring adalah flashback