Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Ciuman di lift


__ADS_3

Terlihat seorang pria tersenyum dengan lebarnya setelah mendengar kabar dari orang-orang kepercayaannya di kantor Tristan.


Ia tidak menyangka jika gadis yang telah ia buang karena gagal menjalankan rencananya, justru tetap berada di sana dengan CEO perusahaan yang menjadi pelindungnya.


Fade, pria itu adalah Fade. Ia baru saja menerima kabar dari Maisa bahwa Alea menjadi simpanan Tristan. Bagaimana wanita itu tahu, tentu saja karena seseorang memata-matai Alea di apartemen mewah milik Tristan.


Semua itu tentu saja tidak di sadari oleh Alea maupun Tristan. Sebenarnya Fade tidak peduli jika Alea menjadi simpanan atau tidak, karena yang paling penting, Linda kembali padanya.


"Sayang." Seorang wanita terlihat baru saja bangun dari tidurnya.


Fade menoleh, ia tersenyum melihat wanita yang dicintainya sudah terbangun dari tidur cantiknya.


Fade mendekat, ia mengusap kepala wanita itu lalu memberikan kecupan di kening wanitanya.


"Sepertinya kau sangat mengantuk, apa suamimu tidak membiarkan mu tidur?" tanya Fade dengan senyuman lebar.


"Tolong, Fad. Aku tidak ingin membahas Tristan atau siapapun, aku malas." Jawab Linda dengan malas.


Benar, wanita yang baru saja terbangun dari tidurnya itu adalah Linda, istri Tristan Sagara. Wanita itu datang ke apartemen mantan kekasihnya saat melihat sang suami sudah pergi untuk beberapa hari.


Tujuan Linda tentu saja rumah Fade, mantan kekasih yang berubah menjadi teman tapi mesra.


Fade tertawa. "Baiklah, lebih baik sekarang kau bangun dan kita makan bersama. Ini sudah siang." Tutur Fade lembut.


"Iya." Balas Linda nurut.


Linda masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, meninggalkan Fade yang tersenyum menang melihatnya.


Fade berhasil, ia telah membuat Linda mau berhubungan lagi dengannya, meski bukan sepasang kekasih tapi setidaknya hubungan mereka cukup spesial.


"Kau kalah, Tristan. Aku akan merebut Linda kembali," gumam Fade merasa telah menang dari Tristan.


Sementara itu di tempat lain, terlihat pria dan wanita yang sedang makan siang bersama di restoran yang ada di hotel tempat mereka menginap.


Keduanya terlihat sudah siap untuk berangkat ke kantor dan memulai pekerjaan, namun tiba-tiba si pria memberitahu jika rapatnya di batalkan. Tentu saja Tristan sendiri yang membatalkannya.


"Jadi kita akan kemana, Pak?" tanya Alea membuka pembicaraan.


"Entahlah, mungkin kamu ingin pergi ke suatu tempat dan aku akan mengikutimu." Jawab Tristan mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Saya? Tidak, Pak. Saya sekretaris anda, dan saya yang seharusnya ikut anda kemana pun anda mau, bukan sebaliknya." Sahut Alea.


Tristan terkekeh, ia menggenggam tangan Alea yang ada di atas meja, membuat Alea buru-buru menjauhkan tangannya karena khawatir ada orang yang mengenal Tristan.


"Pak, ini di tempat umum." Tegur Alea dengan sopan.


"Jadi, jika bukan ditempat umum, boleh?" tanya Tristan menggoda Alea.


Alea menghela nafas, ia meletakkan sendok di tangannya ke piring.


"Memang itu pekerjaan saya sebenarnya kan, Pak." Jawab Alea pelan dan pasrah.


Tristan langsung terdiam mendengar ucapan Alea yang ambigu. Ia berdehem seraya membenarkan posisi dasinya.


"Baiklah, nanti temani aku ke kantor sebentar ya. Kita tidak ada pertemuan, tapi aku ingin mengecek kantor disini." Ucap Tristan mengalihkan pembicaraan Alea.


Alea menghela nafas, ia hanya bisa mengangguk mendengar ucapan atasannya itu.


Alea dan Tristan memang baru sampai di Bali, tapi dalam jadwal kerja Tristan, siang ini dan malam nanti akan diadakan pertemuan sehingga mereka belum bisa beristirahat.


Namun entah mengapa tiba-tiba kedua pertemuan itu dibatalkan, Alea sendiri tidak menerima konfirmasi pembatalan dari pihak calon klien Tristan, tapi tiba-tiba pria itu lah yang memberitahunya.


Setelah makan, Alea dan Tristan pun pergi menggunakan mobil yang diantar oleh karyawan Tristan di kantor cabang untuk transportasi Tristan selama di Bali.


"Alea, apa sebelumnya kamu pernah ke Bali?" Tanya Tristan menoleh sebentar ke arah Alea.


"Belum, Pak. Tapi Bali salah satu daerah yang ingin saya kunjungi setelah Yogyakarta." Jawab Alea jujur.


Tristan manggut-manggut. "Jadi, pasti ada satu tempat di Bali yang ingin kamu datangi kan?" tanya Tristan menebak.


Alea mengangguk. "Ada, Pak." Jawab Alea tanpa menatap Tristan.


"Apa saja?" tanya Tristan lagi.


Alea menoleh sesaat, lalu wanita itu menghela nafas.


"Pantai Kuta dan Love Anchor." Jawab Alea.


Alea selalu ingin berlibur kesana, ia ingin menikmati keindahan pantai sekaligus berbelanja di tempat yang cukup terkenal di Bali itu.

__ADS_1


"Baiklah, kita kesana besok!" putus Tristan seraya membelokkan mobilnya ke sebuah gedung bertingkat.


"Pak?" tanya Alea, namun Tristan hanya tersenyum mendengarnya.


Tristan keluar dari mobilnya, disusul oleh Alea juga. Mereka masuk ke dalam kantor bersama, dan Tristan langsung mendapat sapaan sopan dari karyawan yang berpapasan dengannya.


Alea pun mendapat sapaan yang sama, bedanya adalah Alea membalasnya ramah, sementara Tristan tidak memberikan respon apapun.


"Ya ampun, itu Ceo ganteng banget. Sayangnya dingin kaya kulkas berjalan." Kata salah satu karyawan.


Alea mendengar ucapan karyawan itu, ia nyaris tertawa mendengar nama barang yang disamakan oleh Tristan.


"Ada apa denganmu?" tanya Tristan melirik Alea aneh.


Alea menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Pak." Jawab Alea.


Tristan ternyata memiliki banyak nama panggilan, kulkas berjalan kata karyawan pria itu, sementara Alea menyebutnya T-rex.


"T-rex." Gumam Alea pelan.


"Kamu menyebut ku T-rex?" Tristan menatap Alea saat telinganya tanpa sengaja mendengar suara samar wanita itu.


Alea terkejut, ia buru-buru menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Tristan barusan.


"Nggak, Pak." Jawab Alea berbohong.


Tristan menyipitkan matanya, ia melangkah mendekati Alea dan memojokkan wanita itu ke sudut lift.


"P-pak, kita sedang berada di kantor." Tegur Alea mengingatkan.


Alea benar-benar gugup saat ini, ia takut nanti lift tiba-tiba terbuka dan ada yang memergoki mereka dalam posisi begini.


"Kenapa, ini kantorku jadi aku bebas melakukan apa saja." Sahut Tristan dengan santai.


Alea hendak protes, namun bibirnya tiba-tiba dibungkam oleh ciuman lembut dan penuh perasaan dari Tristan. Alea bahkan sampai memejamkan matanya ketika hendak kenyal dan lembut itu menyentuh bibirnya.


Dalam hati, Alea berdoa semoga tidak ada yang akan memergoki mereka sekarang.


WADUHHH BAHAYA NIH🙈🙈

__ADS_1


Guys, kalo kalian semangat komen, aku juga semangat ngetiknya lhoo ....


Bersambung..............................


__ADS_2