Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Percaya diri, tapi kalah


__ADS_3

Liburan terasa menyenangkan, meski tidak semua dari mereka bisa berenang di pantai. Contohnya Alea, wanita itu memilih untuk tidak berenang dan hanya menceburkan kakinya ke air saja.


Sementara yang lainnya berenang, namun tidak terlalu ke tengah dan berenang di pinggiran saja.


Mama Saras pun tidak berenang, ia lebih memilih untuk diam di villa bersama cucunya, memperhatikan keluarganya yang tertawa bersama di bibir pantai.


Mama Saras tersenyum melihat keluarganya tertawa bahagia. Tatapannya lalu terfokus pada menantunya, ia teringat sikapnya selama ini pada Alea.


Menantunya itulah yang membuat keluarganya sebahagia ini, terutama putranya. Tristan tidak mendapatkan kebahagiaan bersama istri pertamanya, tapi bersama Alea ia bukan hanya bahagia tapi sangat bahagia.


Mama Saras buru-buru mengalihkan pandangannya, dan mengedipkan matanya berkali-kali ketika Alea mendekat. Ia tidak mau menantunya itu melihat dirinya hampir menangis.


"Mama, lelah ya gendong Alkano." Ucap Alea dengan lembut.


"Sini gantian sama aku, Ma. Mama mungkin mau main air juga." Tambah Alea mengulurkan tangannya.


Mama Saras menghela nafas. "Kamu nggak percaya jika mama yang jaga Alkano?" Tanya mama Saras dengan serius.


Wajah Alea seketika berubah, senyumannya hilang dan berganti dengan bingung bercampur terkejut.


"Bukan gitu, Ma. Aku pikir mama juga mau main air, makanya aku menawarkan diri untuk gantian." Jelas Alea.


Mama Saras tiba-tiba terkekeh, ia hanya bergurau namun menantunya menganggap seperti ia sedang serius.


"Mama hanya bercanda, mana mungkin kamu tidak mengizinkan mama menjaga Alkano." Kata mama Saras menjelaskan.


Alea ikut tertawa, ia menghela nafas lega karena ternyata ibu mertuanya itu hanya bercanda, ia pikir mama Saras benar-benar tersinggung pada ucapannya.


Alea duduk di kursi sebelah mama Saras, ia lalu ikut menatap Alkano yang mengangkat tangannya.


"Kayaknya dia haus, kamu susui dia dulu gih di dalam." Tutur mama Saras.


"Iya, Ma." Sahut Alea mengangguk.


Alea mengambil alih untuk menggendong putranya, apa yang mama Saras bilang benar. Seperti Al haus, sebab selama perjalanan tadi ia tidak menyusu sama sekali.


Alea pun pamit ke dalam villa, sementara mama Saras beranjak untuk meendekati yang lainnya, yang tampak semakin asik berenang.


"Mondy, jaga istrimu baik-baik ya. Dia itu sedang hamil, tapi tidak hati-hati." Tutur mama Saras.

__ADS_1


"Iya, Ma." Sahut Mondy menganggukkan kepalanya.


Aira itu memang tampak begitu agresif dalam bergerak, bahkan tubuhnya di terjang ombak pun Aira berusaha untuk lari. Mama Saras hanya takut jika Aira jatuh dan membahayakan kandungannya.


"Alea kemana, Ma?" Tanya Tristan.


"Masuk, mau susui Al." Jawab mama Saras.


Tristan manggut-manggut, ia hendak pergi untuk menyusul istrinya ke dalam villa, namun Fade berdiri di depannya.


"Ayo naik banana boat." Ajak Fade.


Tristan berdecak. "Tidak mau, seperti anak kecil saja." Tolak Tristan.


Fade melongo. "Heh! Anak kecil mana yang diperbolehkan untuk naik banana boat? Kau CEO tapi agak lain otaknya." Cibir Fade.


Tristan melototkan matanya. "Kau menghinaku, baiklah ayo kita balapan saja naik jet ski." Ucap Tristan.


Fade tergelak. "Apa hadiahnya?" Tanya pria itu.


"Apapun, bebas." Jawab Tristan dengan santai.


Fade manggut-manggut, membuat Tristan tersenyum sinis. Tristan memanggil Mondy untuk bergabung bersama mereka.


"Iya, ayo." Jawab Tristan lalu mengajak.


Mereka bertiga pun mencari orang yang menyewakan jet ski, dan setelah menemukannya mereka lekas duduk di jet ski masing-masing.


"Berani sekali kau menantang seorang Tristan." Cibir Tristan.


"Ya, kita lihat saja, adik ipar." Sahut Fade sambil tertawa.


Setelah asik bicara, mereka pun lekas menjalankan jet ski masing-masing untuk sampai ke sebuah bendera berwarna merah yang menjadi tanda batasan untuk berenang.


Mereka tidak perlu mencabut nya, hanya memegangnya dan kembali lagi ke bibir pantai.


Semua keluarga menyaksikan keseruan suami-suami takut istri itu, bahkan Alea yang baru saja selesai menyusui Al langsung melotot melihat suaminya naik jet ski dengan cepatnya.


"Apa-apaan ini?" Tanya Alea.

__ADS_1


"Suami kita lagi balapan katanya." Jawab Firda, membuat Alea hanya bisa geleng-geleng kepala.


"MONDY SAYANG, SEMANGAT!!" Teriak Aira dengan riang.


Alea, Firda beserta kedua orang tua Aira sontak menatap gadis itu. Yang ditatap hanya senyum-senyum sambil menutup mulutnya.


"Keinginan si baby." Ucap Aira mengusap perutnya sendiri.


Mereka terkekeh mendengar alasan yang dibuat Aira, ada-ada saja. Bayi dalam kandungan yang di jadikan alasan.


***


Malam harinya mereka semua memilih untuk bakar-bakar. Pertandingan tadi di menangkan oleh Mondy, dan pria itu tidak meminta hadiah apapun.


Baik Tristan maupun Fade yang sudah begitu percaya diri akan menang sama-sama dibuat melongo saat suaminya Aira lah yang menang.


"Suami aku emang hebat, Yeay!!" Celetuk Aira yang masih merayakan kemenangan suaminya.


"Hebat dong, kan di semangatin kamu tadi." Sahut Mondy mengusap kepala sang istri.


Mereka semua terkekeh, kecuali Tristan dan Fade.


"Yang percaya diri malah kalah, hahaha." Ledek Firda semakin tertawa lepas.


"Sayang …" tegur Fade menekuk wajahnya.


"Lagian ini seru-seruan aja kok, udahlah nggak usah diambil pusing." Ucap Alea.


Tristan tersenyum lebar, ia lantas mencium pipi istrinya dengan gemas, lalu memeluknya dari samping.


"Istri aku memang pengertian." Celetuk Tristan dengan bahagia.


Mereka semua pun menyantap makan malam hasil bakaran. Mama Saras dan papa Jaya tidak ikut karena mereka tidak boleh makan terlalu banyak bakar-bakar seperti ini, sehingga keduanya memilih untuk menjaga Al di villa.


Liburan terasa sangat menyenangkan karena ramai, ada candaan dan perdebatan seperti Tristan dan Fade.


Entah apa masalah mereka sampai-sampai masih sering mengganggu satu sama lain, padahal mereka itu ipar.


Alea dan Firda hanya bisa diam, toh mereka tahu bahwa suami mereka hanya sedang bercanda saja.

__ADS_1


SUKAK KALO AKUR😙


Bersambung..................................


__ADS_2