Terpaksa Menjadi Pelakor

Terpaksa Menjadi Pelakor
Alea yang pengertian


__ADS_3

Alea membuka pintu ruang kerja suaminya perlahan. Sejak satu jam yang lalu atau tepatnya saat mama Saras pulang, Tristan belum keluar dari ruang kerjanya sama sekali.


Alea khawatir pada suaminya, ia takut terjadi sesuatu pada Tristan yang tadi kembali bertengkar dengan mama Saras demi membela dan mempertahankan dirinya sebagai seorang istri.


Ini sudah yang kesekian kalinya Tristan membelanya. Terkadang Alea merasa apakah dirinya yang menjadi penyebab pertengkaran antara ibu dan anak itu.


Saat pintu terbuka, Alea melihat suaminya sedang duduk dengan kepala mendongak ke atas dan mata yang terpejam serta tangannya terlipat di dada.


Alea menutup pintu kembali, ia lalu berjalan mendekati suaminya. Alea berpikir apakah suaminya tidur atau tidak.


"Mas." Panggil Alea seraya memegang bahu Tristan.


Tristan terkejut, tubuhnya terjingkat bahkan Alea bisa merasakannya. Pria itu lantas membuka mata dan menoleh.


Tristan melempar senyum, ia kemudian memegang pinggang istrinya lalu menariknya dan ia peluk tidak terlalu erat.


Alea tidak menolak, ia membiarkan Tristan memeluknya, bahkan ia membalas dengan memberikan usapan lembut di rambut suaminya.


"Mas, kok nggak keluar-keluar. Aku nungguin dari tadi?" tanya Alea dengan suara yang lembut dan sedikit manja.


Alea melakukan itu sebab ia tahu bahwa Tristan paling suka jika ia bersikap manja seperti ini. Menurut Tristan, itu terkesan manis dan menggemaskan.


"Mas." Panggil Alea lagi.


Tristan menghela nafas, ia mendongakkan kepalanya dan memberikan senyuman lebar bahkan bonus deretan giginya yang putih bersih.


"Kenapa, Sayangku?" tanya Tristan tidak kalah lembut.


"Ada apa dengan kamu, kamu pasti kepikiran sama papa kamu ya?" tanya Alea.


Walaupun Tristan mengatakan jika dirinya marah kepada mama dan papanya, tapi Alea tahu pasti ada rasa rindu juga dalam hati suaminya.


Tristan bukan orang jahat, apalagi anak durhaka. Dalam hatinya, pria itu pasti sangat menyayangi kedua orang tuanya, hanya saja keadaan membuat ia terpaksa melawan.


Sebagai seorang suami, Tristan tidak akan mungkin membiarkan Alea dihina dan tidak diterima oleh keluarganya. Ia menikahi Alea untuk ia bahagiakan.

__ADS_1


"Mau menjenguk papa?" tawar Alea tiba-tiba.


Tristan yang masih tersenyum seketika menghilangkan senyuman itu. Ia menatap wajah istrinya yang ikut tersenyum dengan wajah menunggu, menunggu jawabannya.


"Nggak, Sayang. Aku nggak mau kamu nanti dihina lagi," tolak Tristan, suaranya begitu lancar namun tidak bisa menyembunyikan keraguan.


Alea menangkup wajah suaminya, ia memberikan usapan lembut di kedua sisi rahang Tristan.


"Sayang, aku tahu kamu menginginkannya." Kata Alea begitu peka.


Sebagai istri, Alea bisa merasakan apa yang suaminya rasakan. Ia tahu ada keinginan dalam hati Tristan untuk datang dan melihat kondisi papanya.


"Kamu bukan orang jahat, Mas. Aku tahu kamu ingin sekali menjenguk papa kamu, tapi kamu takut karena mereka belum menerima aku." Ucap Alea lagi.


Alea melepaskan pelukan Tristan, ia lalu menarik kursi yang Tristan duduki sehingga memberikan ruang untuknya duduk.


Alea duduk diatas pangkuan suaminya dengan posisi menyamping, ia melingkarkan tangannya di leher sang suami lalu kembali mengusap wajahnya.


Tristan ikut tersenyum, ia memegangi pinggang istrinya agar tidak jatuh.


"Hmm, kamu benar. Aku ingin sekali menjenguk papaku, tapi aku nggak mau kamu dapat hinaan lagi. Cukup, aku nggak kuat setiap kali melihat kamu berusaha untuk tegar." Tambah Tristan.


Alea menggelengkan kepalanya, ia memegang wajah Tristan lalu memaksa pria itu agar mau menatapnya.


"Aku baik-baik aja, Mas. Jika perlu, aku tidak usah ikut kesana sehingga kamu tidak akan melihat aku yang dihina." Sahut Alea.


"Kamu pergi saja sendiri kesana, mungkin sekarang belum saatnya aku untuk pergi kesana. Masih butuh beberapa waktu sampai kedua orang tua kamu menerima aku." Tambah Alea.


Alea tersenyum manis, ia tidak mau suaminya sampai merasa bahwa ia sedih. Jika hal itu sampai terjadi, maka dapat dipastikan jika Tristan akan menolak datang kesana.


Tristan terdiam, ia seakan sedang berusaha mencerna kata-kata istrinya barusan.


"Kamu pergi ya, Mas. Kasihan papa kamu, pasti berharap agar kamu datang menjenguknya," tutur Alea lembut.


Tristan menatap wajah cantik istrinya, Alea benar-benar wanita yang baik. Meski sudah dihina habis-habisan oleh kedua orang tuanya, istrinya itu tetap meminta ia menjadi anak yang patuh.

__ADS_1


Alea tidak pernah mencoba mempengaruhi dirinya agar durhaka pada orang tua.


"Kamu baik banget sih." Ucap Tristan dengan wajah penuh rasa kagum.


Alea terkekeh. "Nggak, Mas. Aku belum baik, aku masih kurang baik." Balas Alea pelan.


Tristan menarik Alea ke dalam pelukannya, ia dekap tubuh istrinya meski sedikit terpisah karena perut Alea yang sudah membesar.


"Mama dan papaku sangat beruntung bisa mendapat menantu seperti kamu, sayangnya semua itu belum bisa mereka lihat." Bisik Tristan seraya memberikan usapan di rambut panjangnya.


Alea hanya tersenyum, ia membalas dengan memberikan usapan di punggungnya.


"Kapan kamu akan pergi?" Tanya Alea.


Tristan melepaskan pelukannya, ia memegangi kedua tangan istrinya lalu memberikan kecupan di punggung tangan sang istri.


"Mungkin besok, karena malam ini kan kita diundang makan malam dengan Firda dan Fade." Jawab Tristan.


Alea manggut-manggut, ia lalu mencium pipi suaminya kemudian berpindah mengecup bibirnya.


"Sekarang, bagaimana jika kita ke kamar?" ajak Alea dengan suara sedikit pelan.


Tristan tersenyum dengan kening mengkerut. "Kenapa, mau kasih aku jatah?" tanya Tristan.


"Heumm, kalo kamu mau. Aku kasih," jawab Alea lalu mengedipkan sebelah matanya.


Tristan tertawa puas, ia langsung menggendong istrinya kemudian mengajaknya keluar dari ruang kerjanya.


Tristan sangat beruntung, sebab istrinya mengajaknya untuk olahraga siang.


Sementara Alea, ia tersenyum melihat wajah suaminya yang bahagia. Tidak masalah mengajak duluan, selain karena kewajibannya, ia juga ingin membahagiakan suaminya.


MBAK LEA, SABAR NANTI AKAN AKU BUAT MERTUAMU TAHU BAHWA KAMU GADIS BAIK.


Bersambung..............................

__ADS_1


__ADS_2