
Alea beranjak dari dapur ketika mendengar suara pintu apartemen yang terbuka. Ia yang kala itu sedang bersiap untuk pergi ke rumah kakaknya langsung ke ruang tamu ketika sadar bahwa itu pasti adalah Tristan.
Saat sampai di ruang tamu, ternyata memang suaminya itu datang.
Kening Alea mengkerut saat melihat wajah suaminya yang murung, ia lantas mendekati Tristan lalu memegang pergelangan tangannya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Alea pelan dan lembut.
Tristan menatap Alea, ia tidak berkata apapun dan malah langsung memeluk tubuh mungil Alea dengan begitu erat.
Alea terkejut, namun ia membiarkan Tristan memeluknya bahkan ia mengusap punggung suaminya dengan lembut.
Tristan masih diam, ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh mungil Alea, sehingga membuat istrinya itu seperti tenggelam dalam pelukannya.
"Mas, ada apa?" tanya Alea lembut, tangannya belum berhenti mengusap punggung sang suami.
Tristan melepaskan pelukannya, ia memegang tangan Alea kemudian menariknya ke arah sofa. Tristan menarik Alea untuk duduk di sebelahnya.
"Aku mau dipeluk." Cicit Tristan dengan wajah sedihnya.
Tanpa menunggu jawaban dari Alea, Tristan langsung merebahkan diri di sofa dengan kepala yang berada di pangkuan istrinya.
Alea paham, saat ini Tristan sedang tidak baik-baik saja. Mungkin ia harus mengulur waktu untuk ke rumah sang kakak karena ia tidak bisa meninggalkan suaminya sendiri.
"Mamaku masuk rumah sakit." Kata Tristan dengan suara yang lirih.
Alea terkejut, usapan tangannya di kepala suaminya terhenti saat mendengar ucapan sang suami.
"Masuk ke rumah sakit, lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Alea terkejut dan khawatir.
"Mama kritis." Jawab Tristan lalu menenggelamkan wajahnya di perut sang istri.
Alea sangat terkejut, ia mengusap kepala dan bahu Tristan bergantian. Alea sekarang tahu mengapa suaminya sampai sedih begini.
"Apa yang terjadi, Mas. Bukankah sebelumnya baik-baik saja." Kata Alea pelan.
Tristan menggelengkan kepalanya. Saat ini ia sedang tidak ingin bercerita, ia hanya ingin di peluk oleh Alea dengan erat.
Alea pun paham, ia bisa mengerti suasana hati suaminya. Alea menunduk, ia mencium kening Tristan tanpa sadar.
__ADS_1
"Sabar ya, Mas. Aku tahu gimana perasaan kamu," bisik Alea sembari mengeratkan pelukannya pada tubuh sang suami.
Tristan pun semakin melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri. Ia bahkan menciumi perut Alea dan berharap bahwa Alea segera hamil.
Tristan mau Alea hamil, agar kedua orang tuanya tidak punya alasan untuk memisahkan dirinya dan Alea.
Ketika Alea hamil nanti, maka posisi Alea akan lebih aman. Ia akan diakui sebagai seorang menantu, lalu ia akan menceraikan Linda secepat mungkin.
Tristan bahkan sudah menghubungi Mondy agar mengurus berkas-berkas perceraian dengan pengacara pribadinya.
Tristan sudah tidak bisa lagi mempertahankan pernikahannya dengan Linda. Selain karena ia tidak cinta, wanita itu juga telah membuat sang mama kritis di rumah sakit.
"Mas, kita pindah ke kamar yuk. Badan kamu bisa sakit jika tidur disini," ajak Alea berbisik.
Tristan menjauhkan wajahnya dari perut Alea, ia menarik kepala Alea lalu mencium kening istrinya itu.
"Maaf ya." Kata Tristan tiba-tiba.
Kening Alea mengkerut mendengar ucapan maaf dari suaminya.
"Maaf untuk apa?" Tanya Alea heran.
Alea tersenyum, ia menganggukkan kepalanya. Alea memegang tangan Tristan yang ada di wajahnya, lalu menggenggamnya.
"Nggak apa-apa, Mas." Balas Alea lembut.
"Ke kamar dulu yuk," ajak Alea.
Tristan segera bangkit, ia menarik tangan Alea untuk masuk ke dalam kamarnya. Tristan ingin istirahat sambil memeluk tubuh istrinya.
Mungkin besok ia akan membiarkan Alea menginap, namun hari ini ia butuh istrinya untuk menenangkan pikirannya.
"Sini." Tutur Alea menepuk sisi di sebelahnya.
Tristan membuka jas miliknya, ia lalu berbaring di sebelah Alea dan memeluk tubuh mungil istrinya dengan erat.
Inilah yang Tristan butuhkan. Ia butuh pelukan yang hangat saat dirinya sedang banyak masalah. Dan hanya Alea lah yang bisa memberikannya.
Tristan sudah memutuskan bahwa hanya Alea lah tempatnya untuk pulang dan berkeluh kesah, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa Alea akan menjadi satu-satunya wanita untuknya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain. Tampak seorang wanita sedang menangis dalam pelukan seorang pria.
Tentu saja itu adalah Linda dan Fade. Pasangan itu kini bertemu di hotel setelah Linda menghubungi Fade dan memintanya datang.
"Ada apa, sejak tadi kamu menangis saja." Tanya Fade seraya mengusap bahu kekasihnya.
"A-aku akan bercerai dengan Tristan." Jawab Linda tanpa mau menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Baguslah, jadi kita bisa menikah secepatnya." Balas Fade dengan santai dan senang.
Linda menatap Fade, ia menangkup wajah kekasihnya dengan hangat.
"Kamu nggak akan ninggalin aku dan kembali sama Firda kan? Kamu akan setia sama aku terus?" tanya Linda ketakutan.
Linda takut jika Fade akan kembali tergoda oleh Firda, selama ini ia sudah melakukan segala cara agar hubungan mereka hancur.
Termasuk menabrak wanita itu hingga kritis. Sebenarnya Linda berharap agar Firda tiada, tapi ternyata tidak.
Ketakutan Linda semakin besar saat Fade kembali bertemu dengan Firda, ia takut cinta lama bersemi kembali.
"Tentu saja, mana mungkin aku memilih dia yang jahat dan suka menjual dirinya." Jawab Fade seraya tersenyum dengan lebarnya.
Linda tersenyum bahagia, ia lantas kembali memeluk Fade dengan sangat erat.
Ia begitu senang mendengar jawaban dari Fade. Tuduhannya di masa kuliah dulu sangat berguna sampai hari ini.
Ya, Linda telah menuduh Firda menjual dirinya. Ia telah membuat Fade hilang kepercayaan pada Firda.
Linda telah membuat pasangan itu mengakhiri hubungannya karena tuduhan yang ia buat.
"Aku cinta sama kamu, Fad. Aku rela menceraikan suamiku demi kamu." Bisik Linda mendramatisir.
"Iya, Sayang. Aku tahu," balas Fade.
Linda benar-benar seorang pemain yang handal. Ia telah berhasil mengelabuhi orang tua Tristan dan juga Fade.
Disini Fade lah yang akan dirugikan, ia akan mendapat Linda yang selalu menjajakan tubuhnya kepada pria hidung belang, dan melepaskan Firda yang begitu mencintainya dengan dalam.
KAMU ITU SANGAT-SANGAT STUPID, FADE😬
__ADS_1
Bersambung...............................