
Demi menenangkan pikirannya, Fade pergi ke club untuk sekedar menikmati segelas minuman.
Dengan ditemani suara dentuman musik yang diputar dengan volume keras, Fade terlihat kacau di meja bartender.
Mata pria itu terlihat sayup, bibirnya sedikit merah karena beberapa kali ia gigit guna menahan emosinya. Ia benar-benar sangat kacau saat ini.
Seorang wanita cantik tiba-tiba datang menghampiri Fade, bahkan tanpa permisi langsung duduk di sebelah pria itu.
"Hai, boleh kita kenalan?" tanya wanita itu dengan suara yang begitu lembut.
Fade menoleh, ia tidak membalas ucapan wanita berpakaian kurang bahan itu dan memilih untuk lanjut menikmati minumannya.
Wanita itu tampak meringis karena ucapannya tidak dibalas oleh pria tampan di sebelahnya ini. Ia yang tidak mudah menyerah lantas memegang bahu pria itu dan mengusapnya pelan.
Sebagai wanita yang berpengalaman dalam menggoda pria, usapan tangannya berpindah ke dada bidang pria itu sebuah tujuan menggodanya.
Fade mengerem kesal, ia memegang tangan wanita itu yang ada di dadanya lalu menghempaskan nya begitu kasar, sampai terkena meja bartender.
"Awww, apa yang kau lakukan!" pekik wanita itu kesakitan.
"Jaga sikapmu. Sebagai seorang wanita, seharusnya kau memiliki kehormatan yang tinggi, bukan malah menjual murah seperti ini." Kata Fade dengan penuh penekanan.
Meski matanya sayup dan ia sedikit mabuk, namun ia masih sadar dengan apa yang ada di hadapannya. Wanita berpakaian serba terbuka, dengan riasan wajah yang begitu menor.
Fade tidak bernapsu sama sekali, ia malah jijik melihatnya.
"Pergi dari sini, sialann." Usir Fade dibarengi dengan hinaan.
Wanita itu dengan kesal akhirnya pergi dari sana. Ia merasa malu pada dirinya sendiri karena telah gagal menggoda pria itu.
Sementara Fade, pria itu tetap disana sambil menambah minuman miliknya. Mungkin sudah terhitung 3 gelas ia habiskan.
Tanpa Fade sadari, sejak tadi ada yang memperhatikannya dengan senyuman dan kepala yang menggeleng beberapakali.
Pria yang kini sedang duduk bersama dua wanita di sisi kanan dan kirinya lantas bangkit. Pria itu berjalan mendekati Fade dan menepuk bahunya.
Fade menoleh, ia mengerutkan keningnya ketika melihat pria tua yang terlihat tidak asing baginya.
__ADS_1
"Masih ingat denganku? Pria yang kau pukuli karena kesalahan pahaman?" tanya pria tua itu dengan tangan terbuka lebar.
Fade ingat, pria tua ini adalah pria yang waktu itu ia pukuli habis-habisan setelah dirinya memergoki Firda ada bersamanya.
"Masih belum mau mempercayai gadis malang itu?" Tanya pria tua itu lagi dengan senyuman.
Fade tidak menjawab, ia menenggak segelas minuman itu hingga tandas.
"Wanita malang itu hanya dituduh. Waktu itu aku menyewa Linda untuk menjadi pemuasku, tapi dia mengatakan bahwa dirinya sakit dan akan digantikan oleh orang lain. Dan orang lain itu adalah kekasihmu." Ucap pria tua itu masih terus bicara.
"Kekasihmu berusaha untuk menolak, ia menangis dan memohon agar di lepaskan, dan saat itulah aku sadar bahwa dia telah dijebak oleh Linda. Aku kasihan makanya aku memberikan dia pakaian baru, tapi kau malah lebih percaya pada wanita bayaran itu." Tambah pria tua kemudian pergi sambil geleng-geleng kepala.
Fade mengepalkan tangannya, rasa panas di dadanya kian bertambah setelah mendengar cerita dari pria yang pernah ia pukuli waktu itu.
Fade benar-benar tidak akan bisa memaafkan Linda, ia harus memiliki bukti agar bisa memenjarakan wanita ular itu.
Pikiran Fade kembali melayang ke segala perlakuannya terhadap Firda dulu, kini ia tidak yakin jika mantan kekasihnya itu akan memaafkan dirinya, apalagi mau menerimanya.
Apa Fade akan menyerah? Tentu saja tidak, ia akan berusaha untuk mengambil hati gadisnya lagi, dan memperbaiki hubungan keduanya.
"Aku tahu aku salah, dan aku akan menebus segala kesalahanku dengan memenuhi keinginanmu yang dulu, Fir." Gumam Fade.
Andai saja malam itu Linda tidak menuduh Firda, pasti sekarang ini mereka telah hidup bahagia bersama anak-anak mereka.
Ya, di malam anniversary hubungannya dengan Firda, Fade berniat untuk membawa hubungan itu ke jenjang yang lebih serius.
Ia sudah berniat untuk melamar Firda, dan menikahinya ketika mereka telah lulus, tapi apa. Semua hancur karena tuduhan yang dilontarkan Linda, dan dengan bodohnya ia mudah sekali percaya.
Fade benar-benar sangat malu, namun ia tidak bisa membiarkan Firda menjadi milik orang lain. Firda hanya miliknya.
"Aku yakin bisa kembali mendapatkan cintamu, Fir." Gumam Fade dengan yakin.
Sementara itu ditempat lain, tepatnya di sebuah hotel berbintang. Tampak seorang wanita sedang melenguh panjang ketika merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Wanita itu duduk di atas tubuh pria berumur 60 tahun dengan pinggul yang bergoyang kesana-kemari.
"Ahhh." Erang wanita itu seraya menjambak rambutnya.
__ADS_1
Peluh sudah membasahi tubuh dua orang yang sedang melakukan sebuah dosa. Si pria tua yang sudah memiliki 2 orang cucu, namun masih suka 'jajan' diluar dan melupakan keluarganya.
Sementara si wanita, ia baru saja putus dari kekasihnya dan akan segera bercerai dari suaminya. Wanita itu tidak peduli dengan apa yang sedang ia alami dalam masalah percintaan, karena baginya hanya uang yang paling penting.
"Arghhhh." Keduanya berteriak bersamaan tatkala mendapatkan kepuasan yang telah mereka kejar.
Linda menjatuhkan diri ke sebelah pria tua yang kaya raya itu, lalu memeluknya dengan manja. Tangannya pun mulai mengusap-usap dada bidang si kakek itu.
"Aku tidak menyangka jika istri seorang pengusaha sukses seperti Tristan Sagara akan seperti ini." Kata pria tua itu sembari mencium kepala wanita bayarannya.
"Oh ayolah, Om. Jangan bahas siapapun saat kita hanya berdua saja," balas Linda.
Sungguh ia sangat malas membahas Tristan ataupun Fade, yang terpenting sekarang adalah uang.
Pria tua itu bangkit dan mulai memakai pakaiannya. Setelah rapi, ia menunjukkan ponselnya yang tertera bukti transfer kepada Linda.
"Aku berikan lebih karena goyanganmu sangat nikmat, Sayang." Kata pria tua itu.
Linda tersenyum senang, dalam sekali main saja ia bisa mendapatkan ratusan juta seperti ini. Linda semakin merasa biasa saja ketika dirinya ditinggalkan oleh Fade maupun Tristan.
"Terima kasih banyak, Om. Ya ampun, Om baik banget." Ucap Linda dengan manja.
Pria tua itu tersenyum kemudian pergi meninggalkan wanita yang baru saja ia nikmati beberapa saat lalu.
"Astaga, aku akan semakin kaya jika begini!!" Teriak Linda dengan bangganya.
Linda mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang untuk memberikan sebuah tugas padanya.
"Ikuti Firda dan selalu beritahu aku kabarnya." Kata Linda pada orang di seberang sana.
Setelah berucap demikian, barulah Linda menutup sambungan teleponnya. Linda memutuskan untuk istirahat sebelum dirinya besok kembali menemui klien nya dan mendapatkan ratusan juta lagi.
Astaga, Linda merasa hidupnya sangat nikmat.
Linda tidak sadar, jika apa yang ia lakukan hari ini akan sangat merugikan bagi dirinya sendiri dimasa depan. Bagi Linda, uang adalah segalanya. Kehidupan pernikahan yang bahagia? Skip, Linda tidak mengharapkannya lagi.
ADA YA WANITA KAYA LINDA, SEREUMMM🙈
__ADS_1
Bersambung.....................................