Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Piala bergilir..


__ADS_3

Di apartemen Pejaten duduk dua pria dan satu wanita yang tengah terdiam kaku. Ruang keluarga yang terbiasa terdengar suara alunan musik dari televisi kini sepi seperti kuburan, bibir ketiga insan itu tidak mampu berucap, mereka hanya menahan satu kemarahan yang hampir saja meledak. Apakah karena memperebutkan satu wanita muda nan energik membuat dua kakak adik ini diam membisu. Jawabannya YA, Albert dan Fredy masih enggan memulai pembicaraan mereka.


Sudah hampir dua jam mereka diam tanpa bicara, perlahan sinar surya kembali menunjukkan sinar rembulan. Yani yang masih mematung dihadapan Albert dan Fredy merasa sangat lelah.


"Ehem," Yani mendehem.


Entahlah, gadis Manado Sunda itu seperti tengah dilanda kebimbangan dan menahan emosinya untuk menghadapi dua pria bule yang benar-benar somplak dimata Leonal sang pewaris tahta Opung Pardede.


Albert menatap Yani, kembali melirik ke arah Fredy.


"Aku akan menikahi Yani Senin, jangan seperti ini. Dewasalah Fred," ucap Albert.


Mendengar kalimat itu, Fredy benar benar melayangkan satu bogeman keras kewajah sang kakak. Entah setan apa yang merasuki pikiran Fredy malam itu, dia hanya ingin memberikan pelajaran kepada Albert agar tidak melakukan hal yang membuat nama baik dan kariernya hancur.


"Bangsat Lo,"


Bhuuug,


Bhuuug,


Bhuuug,


Fredy menghajar habis habisan wajah Albert hingga membuat pria tampan itu terluka.


Yani berusaha melerai, tapi tangan Albert memberi kode keras agar tidak mendekati mereka.


Albert menerima pasrah agar Fredy benar benar merasa lega dan mengikhlaskan gadis cantik kecil yang dicintai itu kepada sang kakak tanpa ada rasa bersalah dihati keduanya.


Setelah puas Fredy memukul Albert, tenaga yang ada terasa habis, dokter kandungan itu merubuhkan tubuhnya dipelukan Albert. Dia menangis dibahu itu. Isak tangisnya pecah, bahu bergetar bahkan tangan kanannya masih memukul tidak berdaya perut sispack sang kakak.


"Tega Lo sama gue! tega banget," tangisnya semakin keras.


Albert memeluk tubuh Fredy agar melampiaskan semua kecewa dan amarahnya. Jujur pria yang menjadi orang kedua di Marsedez Benz itu merasa bersalah dan berdosa karena telah melukai perasaan adik satu satunya.

__ADS_1


"Tenanglah, aku berjanji akan menjaga Yani," bisik Albert ditelinga Fredy.


Fredy duduk disebelah Albert, melepas pelukannya. Dia menatap kelangit langit ruangan dengan wajah sembab. Hanya sakit terdalam yang dia rasakan malam itu.


"Aku akan pindah ke Jerman," ucap Fredy datar.


Albert terdiam, kembali menatap kearah wajah Fredy, "hei, boy! kariermu disini! bagaimana dengan Paras? dia mau melahirkan, kau adalah dokter pribadinya. Jangan menghukum ku terlalu berat Fred! katakan, apa yang harus aku lakukan? agar kau bahagia," ucapnya.


Mata Fredy menatap lekat kearah Albert, "tinggalkan Yani, aku yang menikah dengannya. Biarpun dia sudah kau miliki dalam satu malam, biarkan aku hidup membahagiakannya seumur hidupku!" jawabnya.


🌋 Duuuuuaaaarrr, jedeeeer, ⚡


Albert dan Yani saling tatap, keduanya tampak seperti memikirkan sesuatu.


"Are you kidding me, boy?" tanya Albert tidak percaya akan permintaan Fredy.


Hal ini sangat sulit, dua pria tampan mencintai satu wanita yang hanya bekerja sebagai secretaris dan membuat dua kakak beradik itu frustasi.


"Kenapa? gue enggak akan main main meminta Lo untuk melepaskan Yani, kalian baru mengenal dan belum terlalu dalam perasaan yang kau miliki, aku akan menjaga Yani dan membahagiakannya untukmu, itu janji ku," ucap Fredy dengan suara dingin.


Bola mata sipit Yani membulat, dia tidak menyangka Fredy akan mengatakan hal itu pada Albert.


"Gue enggak mungkin sama Lo Fred! kita," Yani enggan melanjutkan.


Mata Fredy menatap Yani, "kita apa emmm! kita apa? apa yang aku ucapkan padamu tentang perasaan ku itu bohong? apa aku terlalu terlena karena kepolosanmu? aku mencintaimu Yan! semua tahu. Jika kamu mengetahui Albert seperti apa di luar sana! apa kamu masih mau sama dia hmm?" tegasnya mendekati Yani.


"Percayalah, aku akan sepenuhnya menjagamu. Saat ini aku tidak akan ikhlas melihatmu dengan Albert. Dia saudara ku Yan! mengertilah, jangan buat aku tampak bodoh karena permasalahan ini! menikahlah dengan aku Yan," ucap Fredy bersimpuh dihadapan Yani, membuat wanita itu tak mampu berkata-kata.


Yani menutup mulut dengan kedua tangannya, dia tidak menyangka bahwa hubungan percintaannya akan serumit ini. Matanya terus menatap Albert memohon agar jangan membiarkan dia dalam posisi sulit ini.


Albert bukan orang yang mau berjuang mempertahankan hubungannya, dia hanya laki laki mengalah untuk adiknya Fredy. Dia hanya meminta pada Yani dengan isyarat tangannya untuk menerima kesungguhan Fredy.


Nafas Yani seketika terasa sesak, dia bahkan menggeleng memohon pada Albert agar tidak berubah pikiran untuk pernikahannya. Gadis itu melepaskan genggaman tangan Fredy mendekati Albert yang tampak tenang.

__ADS_1


"Kenapa kamu membiarkan dia melakukan ini pada ku? apa kamu hanya main main sama aku?" Yani menatap penuh kecewa. kepada Albert.


Pria somplak itu hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Yani.


"Ternyata kamu laki laki berengsek," Yani mengambil tas miliknya di sofa memilih pergi meninggalkan apartemen Fredy yang sangat menyedihkan untuk hidupnya.


Kecewa, YA. Yani sangat kecewa dengan keputusan Albert yang enggan mempertahankan hubungan mereka, dengan membiarkan Fredy melamarnya didepan mata kepala bule somplak yang menyebalkan itu.


Kedua pria itu tidak mengejar, bagi mereka sangat melelahkan jika harus memaksa keadaan.


Yani turun dari lift dengan perasaan kecewa terhadap Albert yang sangat tega pada dirinya. Dia memesan taksi online untuk kembali ke apartemen yang sudah ditempatinya.


"Ternyata dia laki laki bajingan! laki laki laknat! seenaknya dia menyerahkan aku kepada Fredy! dia pikir aku piala bergilir keluarganya? enggak mau nikah ngomong! jangan buat aku seperti ini. Emang dasar laki laki b ang sat," umpat Yani sepanjang perjalanan.


Yani berdiri di loby, melihat dua insan yang tengah berpelukan menggendong seorang baby.


Wanita bule cantik, tengah bergandengan tangan dengan pria mapan yang biasa hilir mudik di Langhai Group. Baby mungil wanita yang sangat lucu berada dipelukan wanita bule itu.


"Ini kan mantan istrinya Leo! apakah dia ada disini? laki laki ini juga Tuan Kennedy," batin Yani menutup sedikit wajah mungilnya.


Yani menunduk melewati pasangan itu, menuju taksi online sudah berada dihadapannya. Perlahan Yani membuka pintu mobil kemudian masuk kembali mengalihkan pandangannya kearah Sintya dan Kennedy.


Yani manggut-manggut, "ehmmm ternyata Tuan Kennedy merebut Sintya? pantes saat dibandara waktu itu mereka saling mengejar Mba Paras dan Leonal. Ngapain mereka kesini? bukankah mereka sudah berada di Singapura? atau dia ingin melihat Tuan Silutak?" Yani melihat seorang pria gagah berwajah indo, mendekati mereka.


"Itukan Silutak Panjaitan? diakan dipenjara? kenapa dia keluar? bingung deh, besok akan ku beri tahu pada Leo. Ini akan berdampak pada hubungan keluarga mereka. Iiiighs kok jadi horor? terus kenapa tiba tiba Ina direktur Kalimantan menghilang? kemana dia? ooogh my God, ternyata sedih hidup gue! lebih sedih hidup Leo!" Yani mengacak rambut hitamnya penuh dengan kesal.


"Uuuugh,"


Hmmm.... Apakah Bang cimon yang melepaskan? 🙄🤔


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2