Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Tambah vanazz


__ADS_3


Malam menjelang di kota Hamburg sangat menyenangkan, kehadiran mereka kali ini di pabrik Marsedez Benz sangat menyenangkan bagi pihak pabrik.


Bagaimana tidak, biasa mereka harus bertemu dengan wanita exotic, bawel dan sangat baik jika sudah bersama, kini mesti bertemu dengan kedua anaknya Leonal dan Berlin bersama pasangan di tambah 2 orang kepercayaan yang sangat polos dan tak kala bawel dari Maride istri Baros.


Yani dan Sinta tengah asyik menyantap sajian makan malam, bersama secretaris Armin, Bendhard.


Seorang pria tampan, gagah dan ceria tapi sayang di sayang dia seorang Guy, "ooogh God,"


Gaya bicaranya sangat lucu bahkan terlalu wanita, lemah gemulainya, tatanan rambut cepak di belai setiap waktu seperti berambut panjang. Sungguh di sayangkan.


"Eeeh chiiin, kalian di sini nya minta tambah hari aja. 2 minggu, nanti kita jelong jelong dong chiin," ucapnya pada Yani dan Sinta.


"Tergantung Bang Leo lah chiin, nggak mungkin kami ngatur ngatur bos. Bisa kenak deportasi kami dari sini," jelas Yani.


"Hmmmm maksud aku ni yah, kita ke Sachsenring. Nonton balap MotoGP lhoo, minggu. Masak kalian nggak mau nonton balap, mumpung disini. Nih, aku ada tiket untuk 10 orang kelas VIP hmmmm,"


Wajah Bendhard seperti sedang menghipnotis dua wanita yang ada di hadapannya. Membuat rasa penasaran Yani dan Sinta tentang MotoGP bukan hanya mimpi, apalagi sekelas VIP.


"Oooog, aaaagh, mauuuuu," ucap Yani dan Sinta penuh cinta meremas tangan pria bule di hadapannya.


"Hmmm kalian tahan pulang yah? nanti aku beliin coklat berisikan cocktail, vodca dan wine. Terus biar kalian ingat aku, besok aku bawain syal buat you, you and Mba Paras, ok," ucap Bendhard sangat menggelitik dan lucu.


Yani dan Sinta tidak menyangka akan di pertemukan dengan secretaris Armin. Sesama secretaris harus saling kenal, bahkan saling suport. Awalnya, mereka berfikir Bendhard adalah pria bengis, ternyata dia laki laki sweet penuh perhatian juga modis.


"Serius yah? bentar kita tunggu Bang Leo dan Mba Paras dulu, kita foto dong iciiin," ucap Yani.


"Iciiin, chiiin bukan iciiin hmmm," jelas Bendhard sedikit garang.


"Terserah deh chiiin, yang penting syal jangan lupa," tegas Sinta terkekeh.


Mereka berpose bak tiga dara tanpa ada perasaan canggung, Bendhard di tengah kemudian Sinta dan Yani mengapit berdiri sisi kanan dan kiri.


"Beeeegh bak raja minyak dari Medan kau Bendhard," ucap Armin melihat secretaris melambai lambai dengan wanita.


"Iiighs Bang bos, sesekali," kekehnya.


Leo dan Paras menyusul mereka di ikuti Luqman dan Berlin tengah asyik menikmati avocado dan seekor ayam panggang yang mereka pesan lengkap dengan kentang dan mayonaise. Sangat lezat, ada potongan sosis sapi dan beberapa sayuran dalam porsi besar.


Armin membawa mereka menghabiskan waktu di satu restoran berbagai macam menu, tapi ayam panggang menjadi pilihan lidah Indonesia yang ada di hadapannya.


"Bang Leo, Minggu kita ke Sachsenring yah, lihat MotoGP, sayang udah di Jerman kalian tidak mengikutinya. Sangat rugi sekali karena aku memiliki 10 tiket VIP, kalian bisa foto bareng sama Mark Marquez. Gimana?" jelas Bendhard menggoda Leo dan Luqman.


"Wooow, mau mau Kak!" sambut Berlin.


"Gimana Ndut? mau?" tanya Leo.


"Abang ikut saja, mana baik nya. Sebulan lagi di sini juga nggak apa apa," kekeh Leonal.


"Good, gimana kakak sayang yang gendut, baik hati, ramah tidak sombong, rajin menabung, direktur Langhai?" senyum Bendhard menatap Paras.


Paras tersenyum menatap wajah Yani, Sinta, Berlin, Luqman dan yang terakhir mengusap pipi Leo suami tersayang.


"Iya, mau," jawab Paras.


"Aaaaagh," teriak ketiga wanita itu histeris bak tertimpa durian runtuh.


Mimpi apa mereka semalam diajak nonton MotoGP kelas dunia fasilitas VIP, tentu satu peluang bagi Paras dan Leo untuk nonton bersama. Kali saja salah satu putra mereka akan menjadi pembalap MotoGP membawa nama Indonesia, hingga terkenal di seluruh dunia.


"Oooogh indahnya,"


Mereka menikmati malam, di temani Armin, Bendhard dan beberapa sahabat team Marsedez, menyusul mereka di restoran untuk bernyanyi bersama. Leo sang penyanyi di minta untuk melantunkan sebuah lagu lawas milik Peter Maffay berjudul Du,


🎼In deinen Augen steht so vieles, was mir sagt


Du fühlst genau so wie ich


Du bist das Mädchen, das zu mir gehört


Ich lebe nur noch für dich

__ADS_1


🎶Du bist alles, was ich habe auf der Welt


Du bist alles, was ich will


Du, du allein kannst mich versteh'n


Du, du darfst nie mehr von mir geh'n


🎵Seit wir uns kennen


Ist mein Leben bunt und schön


Und es ist schön nur durch dich


Was auch gescheh'n mag, ich bleibe bei dir


🎼Ich lass' dich niemals im Stich


Du bist alles, was ich habe auf der Welt


Du bist alles, was ich will, yeah


Du, du allein kannst mich versteh'n


Du, du darfst nie mehr von mir geh'n


Du, ich will dir etwas sagen


🎶Was ich noch zu keinem anderen Mädchen


Zu keinem anderen Mädchen gesagt habe


Ich hab' dich lieb


Ja, ich hab' dich lieb


Und ich will dich immer liebhaben


Nur dich


Wo ich auch bin


Was ich auch tu'


Ich hab' ein Ziel


Und dieses Ziel bist du


🎶Bist du


🎶Bist du


Ich kann nicht sagen, was du für mich bist


Sag, dass ich dich, dich nie verlier'


Ohne dich leben, das kann ich nicht mehr


Nichts kann mich trennen von dir


🎵Du bist alles, was ich habe auf der Welt


Du bist alles, was ich will, yeah


Du, du allein kannst mich versteh'n


Du, du darfst nie mehr von mir geh'n


Du, du allein kannst mich versteh'n


Bendhard menemani Leo agar tau cara pengucapan kalimat.

__ADS_1


Leonal dengan mudah belajar bahasa Jerman, karena sering mendengar Kirai bernyanyi saat menidurkan baby four. Sungguh sesuatu yang sangat berbeda menikahi wanita dari berbagai macam keturunannya.


Kebersamaan malam itu masih di terima oleh Luna dari Yani.


"Mba, Kak Luna kirim salam," ucap Yani.


Paras menautkan kedua alisnya,


sheeeer...


Darah Paras menggelegak mendengar nama Luna dari bibir Yani.


"Kenapa dia tidak mengirim pesan pada ku? kenapa sama kamu?" tanya Paras.


"Kapan kalian tukeran nomor?" tambah Paras semakin penasaran.


"Apa saja yang kamu katakan pada dia Yani?" tiba tiba Paras membentak Yani di hadapan rekan rekannya.


Leo yang melihat Paras emosi, segera menghampiri ibu dari anak-anaknya.


"Kenapa Ndut?" peluk Leo pada Paras, mengusap lembut punggung istrinya.


"Yani ternyata menyimpan contacts Luna," jelas Paras menahan amarahnya.


Leo mengambil handphone milik Yani melihat beberapa pesan yang di kirim Yani ke Luna. Hanya beberapa foto kebersamaan mereka di pabrik dan nyanyian malam ini.


Leo mengembalikan handphone Yani kembali memeluk Paras.


"Nggak ada apa apa, cuma beberapa foto kita tadi siang dan malam ini. Luna bilang dia kirim salam sama kamu, hanya itu," jelas Leo memberi pengertian pada Paras.


Paras mengusap wajahnya, menatap ke arah Yani yang masih tertunduk kaku.


Leo mengecup kepala Paras, "minta maaf, jangan seperti itu,"


Paras mengangguk kembali mendekati Yani, mengusap lembut punggung gadis itu.


"Maaf, saya bukan marah sama kamu. Saya tahu kakak saya seperti apa, lebih baik kamu blokir nomornya atau jangan mengirim apapun. Dia nggak sama seperti saya, mau kalian ngirim apa saja, saya cuek. Sangat berbeda sama Luna, dia akan tambah vanazz jika melihat semua ini. Dia ingin berada di posisi saya. Kamu mengerti?" tanya Paras sedikit tegas.


Yani mengangguk mengerti.


"Maaf Mba, saya pikir dia tulus, ternyata saya salah. Sekali lagi maaf banget Mba," ucap Yani.


Paras tersenyum lega, "maafin saya sudah membentak kamu,"


Peluk Paras pada tubuh mungil itu.


"Nggak apa apa Mba, dari dulu saya selalu di bentak kok," kekehnya.


Suasa kembali hangat walau masih banyak pertanyaan di kepala Yani, sudahlah.


"Hmmmm,"


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


Author akan memperkenalkan karya baru yang akan othor perjuangkan hingga tetes keringat terakhir, mohon dukungannya agar sehat dan bahagia,


PERTAMA,



KEDUA,



KETIGA,



Mariee kita saling support, fillen danke...🙏🔥

__ADS_1


Tya Calysta..


__ADS_2