
Perjalanan kisah cinta Leo dan Paras selama ini sangatlah tidak mudah. Leo yang masih berusia sangat muda, selalu berbeda pendapat dengan pemikiran Paras sang istri yang lebih tua sepuluh tahun darinya.
Malam ini Paras tengah sibuk bermain dengan baby four dikamar mereka, Leo kembali dari kantor dengan wajah kurang bersahabat. Seorang istri menyambut kedatangan suami dengan penuh perasaan cinta, tapi ditepis oleh Leonal sedikit dingin dan kaku.
"Aku lelah, jangan ganggu aku," ucap Leo berlalu memasuki kamar mandi tanpa mau menyapa baby four.
Sheeeer,
Paras tertegun, "ada masalah apa? apakah dia kembali stres karena desakan salah satu PT rekan mereka agar menyelesaikan tepat waktu permintaannya?" batinnya menatap punggung Leo berlalu.
Paras meraih handphone miliknya, menghubungi Luqman sebelum Leo keluar dari kamar mandi.
Panggilan tersambung.
π"Ya Mba," Luqman.
π"Bisa kamu ceritakan ada apa yang terjadi dikantor hari ini?" Paras.
π"Hmmm, sepertinya hanya kedatangan tamu dari PT. Sandoro. Secretaris mereka mengenal dekat Leo, kenapa Mba?" tanya Luqman penasaran.
Paras menarik nafas dalam, memijat pelan pelipisnya.
π"Siapa nama secretarisnya? apakah mantan Leonal? setahu saya secretaris PT. Sandoro adalah Amy Lee. Wanita yang memiliki hubungan dengan owner sendiri, bukankah Tiwi yang membawa mereka ke perusahaan Langhai?" kenang Paras penuh selidik.
π"Emmm, Mba tanya sendiri deh sama Leo. Saya takut ngomong, nanti salah," ucap Luqman.
π"Hmmm, ya. Ada lagi yang datang ke perusahaan?" tanya Paras lagi.
π"Nggak ada Mba, kita sudah menerima pembayaran dari PT. Sumbawa dan beberapa PT lainnya. Pembayaran sudah masuk hari ini," jelas Luqman.
π"Ok, terimakasih," Paras menutup telfonnya, meminta baby sitter membawa baby four ke kamar mereka.
Wajah Paras berubah seketika, saat sepuluh menit kemudian melihat Leo keluar dari kamar. Pelan dia mendekati Leo, mengusap lembut punggung suaminya.
__ADS_1
"Apakah ada yang mengganjal dihati kamu sayang?" tanya Paras lembut.
Deg,
Jantung Leo benar benar berdegup kencang, wajah berbulu itu memanas saat mendengar pertanyaan istrinya. Dia membalikkan tubuhnya, menatap lekat wajah gendut yang telah memberikan empat orang anak yang lucu. Menangkup pipi gendut istrinya.
"Ndut, jangan pernah berubah padaku jika aku jujur sama kamu. Aku bingung Ndut. Kenapa dunia ini begitu sempit? bahkan aku harus dipertemukan kembali dengan dosa masa laluku?" ucap Leo pelan.
Paras meletakkan wajah cubinya dipelukan Leo, tanpa mau mendengar kejujuran suami.
"Jangan bicara apapun, jika ada yang mengganjal, jangan pernah berubah padaku. Kasihan sama anak anak kita, Bowl, mereka butuh kamu, jika kamu masih memiliki story yang belum selesai dengan wanita itu, selesaikanlah. Aku tidak ingin mengetahuinya. Aku percaya sama kamu," bisik Paras tenang.
Leo mendekap erat tubuh Paras, "dia memerasku sayang, aku takut kamu akan mendengar mulutnya membuka semua kisah itu. Aku nggak mau dia menyakitimu," jujurnya.
Paras tertawa, "berapa dia minta uang sama kamu? kenapa kamu takut? dia fikir, kamu bisa di takut takuti agar uang mengalir deras ke rekeningnya. Sudahlah Bowl, itu adalah pemerasan agar kamu mau mengikuti apa maunya. Apakah dia menawarkan diri padamu?" tanyanya tenang menatap wajah Leo.
Leo mengangguk, "dia mengajakku menghabiskan waktu bersama, tapi aku menolak," jelasnya tanpa ada yang ditutupi.
Paras terkekeh geli, "kamu mau? bekas Sandoro? aku seeh nggak mau bekas sebenarnya, tapi karena status kamu duda, aku terima dengan lapang dada," jelasnya beranjak dari depan lemari menuju ranjang peraduan.
Paras menaikkan kedua alisnya, "aku tidak ingin otak ini didoktrin oleh masa lalu, Bowl. Jika aku mau, aku yang memintamu untuk tidak menerima mantanmu yang datang ke kantorku. Pantas Papi enggak mau menyerahkan sepenuhnya perusahaan kepadamu. Ternyata kamu gampang stres jika dihadapkan dengan masalah sepele seperti ini," tegasnya.
Leo mendekati Paras, "aku bukan stres, aku hanya takut dia mengganggu mu sama seperti Alcia yang memiliki banyak bukti, kemudian memperlihatkan padamu semua kebersamaan kami," jelasnya semakin membela diri.
Paras menggeram menatap lekat wajah pria tampan yang ada dihadapannya, "dengar Bowl, aku tidak pernah berharap kita berurusan dengan mereka. Apakah kamu memberitahu siapa dirimu? apakah kamu memberikan informasi bahwa kamu adalah anak pengusaha kaya Langhai Group saat berkencan dengan mereka?" tanyanya penuh selidik.
Leo mengangguk, memeluk perut Paras agar mau memaafkan semua kesalahannya yang lalu.
"Dulu Ndut, bukan sekarang. Justru aku kaget, dia datang membawa semua berkas dari Sandoro. Itu rekannya Tiwi kata Luqman, tapi dia bayar cash ke perusahaan kita dan aku sudah menghubungi Albert agar menyelesaikan tepat waktu," jelas Leo.
Paras hanya mengusap lembut wajah Leo yang berada dipangkuannya, "setialah padaku Bowl, jangan bawa masa lalumu dirumah tangga kita. Aku sudah malas berurusan dengan yang tidak bermanfaat bagi hidupku. Saat ini prioritasku hanya kamu dan anak anak, nggak ada yang lain," jelasnya.
"Maaf yah Ndut, kamu dapetin duda secondary," kekeh Leo mencium perut Paras dengan sepenuh hati.
__ADS_1
"Hmmm," Paras hanya tersenyum, menatap wajah berbulu yang mampu memberikan ketenangan padanya.
"Oya, Dokter Kevin jadi datang? maaf aku nggak bisa nemanin kamu tadi, karena ada beberapa yang harus aku cek sama Luqman," tanya Leo pada Paras.
Paras mengangguk, "kamu udah makan?" tanyanya.
Leo menggeleng, dia masih mencium aroma mawar dari tubuh sang istri yang sangat menggairahkan.
"Bisa bantu aku nggak, Ndut?" tanya Leo sedikit nakal.
Paras menaikkan kedua alisnya, tahu arah pembicaraan suaminya, "kamu kalau stres, nggak lihat kondisi aku yah? tangan aku masih susah digerakin, Bowl. Belum bisa sepenuhnya aku gerakin dengan nyaman. Gimana? maaf, bukan aku menolak, tapi kondisi aku belum kondusif untuk melakukan hal itu," kekehnya.
Leo semakin mendekap tubuh gendut istrinya, "minta maid bawain makanan kekamar, Ndut. Aku malas keluar, takut nanti Papi banyak tanya tentang kerjaan hari ini. Sistem ada masalah sedikit tadi, tapi sudah diberesin sama Luqman. Jujur saat ini aku butuh Yani, bukan Sinta," rungutnya.
"Ya, Yani berbeda dengan Sinta, tapi kita harus paham bagaimana istri harus patuh pada suami," jelas Paras, menghubungi Maid melalui intercom, agar membawa makan malam untuk mereka.
Sementara Leo masih meringkuk dalam dekapan Paras dengan segala pemikirannya sendiri.
"Ternyata menikahi pria lebih muda itu sedikit sulit yah, Bowl? kamu usia masih muda, tapi sudah memiliki banyak kenangan bersama wanita. Jika aku sepeti itu mungkin kamu akan meninggalkanku tanpa kata, bahkan kamu memilih tuk pergi dari kehidupanku," kekeh Paras sedikit menyindir.
"Hmmmm, nggak sekejam itu aku sayang. Aku benar benar terpesona dengan kecerdasan dan kepiawaianmu menjadi direktur Langhai Group," jelas Leo meyakinkan Paras.
"Jujur, selama pencarian kamu berapa orang yang masih original?" senyum Paras.
Leo melirik lekat kewajah Paras, menaikkan kedua alisnya, "penting yah?" tanyanya.
"Nggak penting, tapi ingat. Stela wanita, Berlin wanita. Jika kamu merusak anak orang tanpa mau bertanggung jawab, maka karma akan bekerja sesuai apa yang kamu lakukan dimasa lalu," jelas Paras sedikit menakuti Leonal.
"Idiih, horor banget, justru mereka second semua. Nggak ada yang ori selain kamu," rungut Leo duduk menatap wajah Paras, dengan perasaan kesal.
Paras tertawa, "makanya siunyun tolong dikandangin, giliran begini aja uring uringan kayak abege labil," ucapnya membuat Leo semakin mendekap tubuh subur yang sangat menggemaskan.
"Aaaaugh Leo, Bowl, sakiiit," rengek Paras manja, menyambut ciuman Leo yang sangat menenangkan perasaannya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...β€οΈβ€οΈ