Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Please come back...


__ADS_3

Oke... kita lanjut. Part ini sedikit bermain diperasaan dan gerakan 21+. Author akan lebih all out disini, karena hawa semakin vanas membara sevanas daerah Author berada... πŸ”₯


Mohon yang dibawah umur jangan nonton, eeegh baca! πŸ™πŸ€­


Ini hanya karya, jangan kalian lakukan diluar sana! βš’οΈβš”οΈβŒ


Nanti mamak kelen mengamoook! πŸ™πŸ˜‚


Next..


***********************


Leo menatap wajah Paras dengan mata teduh, sejak tadi pujaan hati menyimak cerita kehancuran perasaannya.


Jujur perasaan Paras juga sedang berkecamuk mendengar kejujuran Leo. Ingin berdamai dengan kejujuran itu, tentu tak mudah. Paras menangis terisak, tangan kanan sudah mengering sejak 4 jam lalu.


Leo membelai kekasih hatinya, tapi tangannya ditepis oleh Paras.


"Maafkan aku! Aku jujur karena aku nggak mau bohong sama kamu, Ndut!" Pujuk Leo berusaha mendekap.


Paras menatap lekat hezel manik Leo, "aku kecewa sama kamu! Kecewa! Kenapa kamu masih berharap sama dia? Kalau dia benar benar nyakitin keluarga kamu? Kenapa kamu masih mau memberikan itu kamu sama dia? Kamu nggak lebih dari pecundang Leo!" Sarkas Paras.


"Aku melakukannya karena nafsu! Bukan cinta! Aku nggak berharap sayang! Please come back!" Mohon Leo.


PLAAAK, lima jari Paras melayang di pipi Leo.


"Aaaugh!" Leo mengerang menyentuh rahangnya.


"Jangan anggap aku bodoh! Aku nggak suka laki laki mengatakan melakukan itu karena na*fsu! Jadi, jika kita ada masalah, kamu akan mencari wanita lain diluar sana untuk pelampiasan na*fsu kamu?" Paras mendengus kesal, memilih berlalu meninggalkan Leo yang masih memegang pipinya termenung di sofa.


Paras mencuci tangannya di westafel, kemudian mengambil paperbag belanjaannya memilih berlalu meninggalkan Leo diapartemen, tapi Leo menahan Paras agar tidak meninggalkannya.


"Please, aku minta maaf! Aku salah! Aku bodoh! Jangan tinggalin aku!" Mohon Leo pada Paras.


Paras mendengus kesal menatap laki laki dihadapannya, "minggir, setidaknya gue muak sama lo!" Paras melewati tubuh Leo, membuka hendel pintu dan berlalu.


"Paras, Paras! Gue anterin lo pulang!" Kejar Leo menghampiri kekasihnya.


"Iiisgh!" Wajah Paras benar benar kesal kali ini. Ingin menolak, tapi akan sulit mencari taxi karena sudah larut, batinnya.


Leo mengantarkan Paras kembali ke Pejaten. Apartemen pujaannya. Leo sengaja memarkirkan mobil di basemen yang berbeda dari biasanya.


Paras tak menyapa ataupun membawa Leo masuk ke rumahnya. Saat tiba di pintu masuk, Leo menahan pintu yang akan di tutup Paras.


"Jangan menghindar lagi! Aku tau kamu tadi beli tespack dan aku ingin tau hasilnya." Senyum Leo menyeringai kemenangan.


"Picik!" Paras membiarkan Leo masuk, menyusun belanjaannya didalam kulkas tanpa memperdulikan Leo.


Leo hanya memperhatikan Paras dari belakang, kemudian kembali menggodanya.


"Sayang, kamu nggak beli bir buat aku?" Ucap Leo di telinga Paras.


Paras benar benar kesal sama pria yang menyebalkan menurutnya. "Ada di kulkas Leo! Banyak! Tinggal ambil! Jangan kayak tamu deh!" Ucap Paras mulai lembut, karena kepikiran ucapan Leo tentang tespack.


"Kenapa dia mengingatkan itu!" Batin Paras meninggalkan dapur berlalu menuju kamar, meninggalkan Leo yang tengah menenggak sekaleng bir.


Paras segera masuk kekamar mandi, menggunakan tespack dengan beribu rasa penasaran. "Jika aku hamil, apa kata Amak!" Paras menunduk menanti hasil tespack yang sudah dia pergunakan. Meletakkan diatas marmer toilet, melanjutkan ritual membersihkan diri.


Paras mengguyur tubuhnya dibawah shower, setidaknya membasahi kepala dengan air hangat dapat menenangkan pikirannya.

__ADS_1


⏳20 menit, Paras membalut tubuhnya dengan handuk, menutup kepala dengan handuk kecil.


Mata Paras tertuju kearah tespack, ternyata hasilnya garis dua. Air mata Paras berlinang seketika dipelupuk mata indahnya, tak membayangkan bagaimana perasaan keluarga di kampung sana. Ada penyesalan dilubuk hati. Paras telah gagal membuat kedua orang tuanya bangga. Justru dia mencoreng nama baik Keluarganya Chaniago.


Chaniago adalah suku di Sumatra Barat, dan Apak Paras sengaja memberi nama dengan suku dibelakangnya menegaskan bahwa mereka bersuku Chaniago.


Sudah lebih 30 menit Paras merenung, perlahan dia keluar dari kamar mandi. Menemukan Leo tengah tidur di ranjang, menatap langit langit kamarnya. "Iiiisgh, kenapa aku mesti jatuh cinta sama laki laki yang nggak ada otak gini siih!" Batin Paras menggeram. Tapi dia mengurungkan niatnya untuk marah pada Leo, karena bagaimanapun Leo Ayah dari anak yang dia kandung saat ini.


Paras mendekat, memberikan hasil tespack ketangan Leo. Agar pria itu tahu kondisinya. "Aku kalah!" Ucap Paras duduk di tepi ranjang mengusap lembut wajahnya.


Leo terbelalak melihat hasil yang jujur dia sendiri tak mengerti. "Maksud kamu sayang?" Tanya Leo menatap lekat tespack yang ada ditangan, duduk disamping wanita yang sangat membiusnya kali ini.


"Iiiigh! Kamu tu bego apa? Ini garis dua! Aku hamil!" Nada yang awalnya tinggi tiba tiba melunak.


"Whaaat? Are you pregnat? Kamu hamil?" Leo bersorak gembira, mengambil handphone miliknya mengabadikan hasil tespack Paras kemudian mengirimkan ke Maride. Leo memeluk tubuh Paras berkali kali mencium wajah cantik nan cubi itu, beribu ribu kali mengucapkan kalimat cinta dan terimakasih.


Membuat Paras menjadi risih, karena masih berbalut handuk. "Udah deh, jangan terlalu senang! Kita belum cek ke dokter!" Tunduk Paras sedikit geram.


"Kok malah senang? Aneh!" Batin Paras.


"I love you! Akhirnya aku mendapatkan anak darimu! Aku akan menjagamu! Kita pindah ke apartemen ku! Agar kamu lebih tenang! Berlin akan tinggal bersama kita agar bisa menemani kamu! Aku akan kembali ke perusahaan! Kita akan menikah besok! Besok pagi! Aku tidak mau menunggu lama atau menunggu anak kita lahir!" Raut bahagia yang luar biasa terpancar jelas diwajah Leo.


Leo mengeluarkan cincin kawin yang di inginkan Paras beberapa bulan lalu dari tas kecilnya.



"Menikahlah dengan ku Paras. Kau akan menjadi ibu dari anak anak ku!" Ucap Leo bersimpuh di paha Paras.


Paras menutup bibirnya, jujur tak bisa berucap, air matanya jatuh tak tertahan. "Are you serius? Bukan karena aku hamil?" Tanya Paras sedikit ragu menatap Leo. Pria berbulu yang sangat menyebalkan tapi selalu membuat dia mabuk kepayang.


"Aku serius sayang! Ini aku pesan beberapa minggu lalu!" Ucap Leo meyakinkan Paras yang masih menangis.


"Aku janji sayang!" Leo serasa ingin mel*umat bibir se*xy itu.


Paras mengg*igit bibir bawahnya, tentu Leo malah menangkapnya, "hap!" Leo mel*umat lembut bibir Paras yang sangat dia rindukan.


"Hmmmfgh, Leo!" Paras memejamkan mata menikmati ciuman pria yang benar benar membuat dia candu.


Perlahan keduanya terbawa suasana bahagia. Leo melepas ciumannya sebelum melakukan hal yang sangat dia inginkan, meletakkan semua pemberiannya dinakas yang tak begitu jauh.


"Boleh aku melakukannya sekarang?" Tanya Leo yang sudah kembali dihadapan Paras.


Paras mengalungkan tangannya berharap semua pertikaian beberapa bulan lalu lenyap dari pikirannya.


Leo mendekap tubuh sintal yang padat itu, mel*umat bi*bir Paras yang selalu membiusnya dengan indah. Leo menj*ilati le*her jenjang Paras, meninggalkan beberapa tanda merah disana, terdengar suara de sahan yang sangat mengg*airahkan Leo.


Leo mengeksplore tu*buh yang tak menggunakan apa apa sejak tadi itu, hanya tertutup handuk, hingga dengan mudah Leo dapat mer*emas d*ada yang berukuran big ditangannya. Perlahan mel*umat pu*ting yang sangat indah bagi Leo.


Paras menikmati tiap sentuhan yang diberikan Leo di tubuhnya, sangat indah membuatnya melayang jauh menuju planet bumi entah berantah. Des*ahan Paras keluar dari bibir se*xy, terdengar ditiap sudut ruangan membuat Leo semakin berg*airah.


Telah puas di bagian d*ada, Leo menjelajahi bagian yang dia rindukan, si tembem yang membuat siunyun candu. Paras tak kuasa menahan gejolak rasa saat Leo bermain disana lebih lama.


Paras men*gerang, mend*esah nikmat, kembali akan merasakan sesuatu yang akan meledak seperti bom molotof dibawah sana.


Dengan nafas memburu, Leo mensejajarkan kepalanya dengan Paras, "Aku akan mengunjungi baby did*alam sana! Akan aku lakukan dengan sangat pelan. I love you!" Bisik Leo, mengarahkan si unyun melesat menerawang ke cakrawala bersama si tembem.


"Aaaagh! Sempurna sayang! Ooogh, sangat ni*kmat! Kau membuat aku tak ingin berhenti!" Racau Leo diatas Paras.


⏳10 menit

__ADS_1


βŒ›20 menit,


Paras menikmati, berkali kali dia mencium le*her Leo kadang mengg*igit kecil bibir Leo yang sangat pintar membuat dia gila.


"Aaaagh, uuuugh, hmmm!" ******* Paras tak tertahankan, dia meng*erang bahkan men*egang saat menc*apai pelepasannya.


⏳25 menit,


Leo terus bermain dibawah hingga, "oooough, aaaagrrrh!" Leo menc*apai pelepasannya, mengusap lembut kening Paras yang penuh dengan peluh.


"Thankyou! I love you Paras! Aku sangat sangat mencintaimu." Bisik Leo enggan mengeluarkan si unyun.


Paras menatap wajah Leo, mengecup bibir prianya penuh perasaan. "I love you too Leonal!" Paras memiringkan tubuhnya agar Leo melepaskan si unyun yang kembali men*egang dibawah sana.


"Aaaagh! Kenapa di keluarin?" Rengek Leo seperti anak kecil.


"Udah, nanti babynya pegel! Ngeliat Ayahnya ganjen!" Kekeh Paras menggoda puncak hidung belahan jiwanya.


"Ayah?" Ucap Leo meminta Paras mengulang.


"Iya, Ayah!" Tegas Paras.


"Papi dong!" Rungut Leo.


"Iiighs! Daddy aja sekalian! Biar banyak belanjanya!" Ejek Paras.


"Iya, Daddy!" Kekeh Leo semakin menggoda.


"No! Ayah!" Tegas Paras lagi.


"Daddy!" Goda Leo.


"Iiighs, udah aaagh! Terserah!" Ucap Paras mengalah.


"Hmm!" Leo merasa menang, memeluk kembali tubuh gendut yang memabukkannya, menciumi puncak hidung Paras yang menempel. "Makasih yah!" Bisik Leo menggoda.



Visualnya kira kira begini.


"Hmm!" Paras memeluk tubuh Leo, masuk ke dunia mimpinya.


Leo tersenyum lega, "aku akan berjuang untukmu sayang!" Bisik Leo mengusap lembut kepala Paras yang sudah masuk kedunia mimpinya. Menembus semua kekesalan selama ini.


********


Wajah Leonal dan Paras dibawah sini yah.... πŸ”₯🀭



Jangan lupa mandi yah readers...🀭πŸ”₯


Mohon maaf pisan....πŸ™


Happy reading...πŸ€—πŸ˜˜


Read and wait... πŸ€­πŸ€—


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...πŸ™πŸ₯°β€οΈ

__ADS_1


__ADS_2