Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Surat Peringatan ( SP 2 )...


__ADS_3

Suasana sejuk membuat kedua insan pengantin baru itu enggan membuka mata. Yah tiga pasang suami istri Langhai Group tengah berada dikamar hotel Rich Carlton Jakarta menikmati keindahan malam mereka sebagai pasangan muda yang halal.


Albert dan Yani masih berada dibalik selimut menutupi tubuh telanjang keduanya tanpa mau membuka mata karena pertempuran dahsyat dimalam special mereka berdua.


Luqman dan Berlin juga masih berada dibalik selimut setelah berolahraga tanpa mau berhenti hingga dini hari membuat lutut keduanya tidak mampu berdiri tegak. Dahsyat bukan? sangat dahsyat.


Mereka benar benar tanpa lelah melakukan kegiatan hot itu yang menjadi candu dan kebutuhan dua insan yang sudah halal.


Sementara Leo dan Paras tengah tertidur pulas tanpa tertutup selimut karena merasa kegerahan, kedua insan termesum itu masih saling menghangatkan dengan berpelukan.


Tubuh gendut Paras, mendekap erat Leo hingga sulit bagi suaminya untuk bergerak.


Drrrt drrrrt,


Ponsel Paras dan Leo berdering secara bergantian.


Drrrrt drrrrt,


Paras meraih handphone yang berada dinakas, memastikan siapa yang menelepon sepagi ini.


πŸ“ž"Hmmm," Paras meletakkan telfon ditelinganya tanpa melihat nama penelfon.


πŸ“ž"Kalian dimana?" Maride.


πŸ“ž"Hotel," Paras.


πŸ“ž"Nggak kerja kalian rupanya? ini sudah jam berapa? Mami sudah mau berangkat ikut Papi, kalian masih dikasur," Maride mulai memasukkan gigi satu.


πŸ“ž"Hmmm, nanti Mi, masih juga pagi," ucap Paras asal membuat Maride memasukkan gigi dua.


πŸ“ž"Mana Leonal, ini sudah jam 09.00 pagi. Kalian divisi utama belum ada yang hadir dikantor. Mau aku pecat kalian haaaah! kalian pikir ini perusahaan nenek kalian? aku sudah dikantor, jika tidak sampai paling lambat pukul 10.00 pagi aku kasih SP dua kalian semua," Maride menekan kecepatan dengan ocehan gigi tiga dan empat.


Paras terlonjak kaget.


πŸ“ž"Ya halo! Mami? jam berapa Mi? jam 10.00 sekarang?" tanyanya bergegas turun dari ranjang peraduannya menujur kamar mandi.


πŸ“ž"Iya iya Mi, Paras siap siap dulu," ucap Paras meletakkan handphone di keramik kamar mandi.


Diseberang sana Maride menelefon Luqman dan Berlin sama seperti dia menelfon Paras, karena Yani diberi waktu cuti untuk menghabiskan waktu sebagai pengantin baru selama dua hari.


Dua puluh menit Paras melakukan ritualnya, keluar dengan sigap dari kamar mandi, membangunkan Leo yang masih terlelap.

__ADS_1


"Bowl, Bowl, Mami mau ngasih kita surat peringatan, SP dua, cepet Bowl, bangun, mandi!" Paras menyentuh wajah berbulu suaminya.


Leo terlonjak kaget mendengar ucapan Paras barusan bahwa akan ada Sp dua.


"SP dua siapa Ndut?" tanya Leonal melihat Paras sudah rapi.


"SP dua dari Mami, dia sudah dikantor, ini sudah jam 09.25, cepetan Bowl. Yani kan cuti, Berlin pakai telat pula," rungut Paras.


"Omak, mati kita, pasti kenak lempar kita dari gedung Langhai," Leo bergegas menuju kamar mandi.


Paras dengan sigap merias wajahnya, agar tampak lebih segar. Menunggu Leo bersiap siap, membantu suaminya mengeringkan rambut gondrongnya sebelum diikat rapi seperti biasa.


"Aku pikir masih subuh lhoo ini," ucap Leo mengenakan jam tangan sport limited edition miliknya yang dia beli saat berada di Jerman.


"Aku juga mikir begitu, rupanya Mami udah ngegas aja," kekeh Paras.


"Aku nggak takut, cuma segan saja. Bagaimanapun kita anak anak harus memberi contoh yang baik pada semua karyawan," senyum Paras menggunting bulu halus diwajah Leo agar terlihat lebih rapi.


"Udah Bowl, kamu tampak lebih tua dari aku," goda Paras.


"Eemmm, tapi tenagaku masih muda kan?" kekeh Leo membalas godaan istrinya.


Paras membereskan semua barang bawaan mereka, menelfon pelayan restoran untuk membuatkan sarapan pagi mereka yang disiapkan di box lunch agar mudah dibawa kekantor.


"Cepat Kak, kita diancam SP dua sama Mami," racau Berlin pada Paras dan Leo.


"Kalian ngapain masih disini, cepetan sana deluan sampai kantor. Paras hamil jadi aku nggak bisa buru buru juga," bela Leo.


Paras terkekeh melihat Berlin lebih urakan daripada dirinya. Rambut yang setengah basah, alis turun naik, menjadi kenangan terindah karena ulah Maride sang ibu mertua.


"Ada ada aja Mami ngancam kita yah? lihat tuh Berlin, alisnya tinggi sebelah," tawa Paras menutup wajahnya mengarahkan kedada Leo.


Leo hanya membelai lembut kepala Paras baru menyadari ternyata Berlin lebih penakut dibanding istrinya.


"Dia panik kali Ndut, Mami kan nggak pernah begini sama Berlin. Kalau sama kamu sudah biasa," jelas Leo.


Seorang security menghampiri Leo memberikan kunci mobil pada Papa baby four itu.


"Terimakasih," tunduk Leo mengambil kunci dari tangan security.


"Yuuk Ndut, pelan pelan saja," Leo membantu Paras untuk masuk ke mobil sport miliknya.

__ADS_1


Leo dan Paras membelah jalan yang tidak begitu macet karena sudah hampir siang.


"Mampus kita, diomelin Mami sampai kantor," kecup Leo pada punggung tangan Paras.


"Nggak apa apa, biar kita nggak seenaknya. Tanggung jawab haruslah. Masak Laura dan Willion walau tampak tidak akur dan harmonis, mereka selalu on time kalau masalah waktu. Naaah, kita harus belajar dari mereka. Aku karena kondisinya masih up and down saja," jelas Paras tersenyum menikmati sarapan yang diberi pihak hotel.


Leo mengangguk patuh, "Yani cuti nggak lama kan Ndut? aku mau bawa kamu ke puncak sama baby four, kita menjauh dulu dari metropolitan, mau jalan jalan ke Bandung, nanti kalau kamu udah lahiran belum tahu kita bisa jalan jalan sama baby four," pintanya.


"Hmmm, lusa dia sudah masuk kok, aku maunya kita di Kuningan dulu Bowl, biar tenang disana. Anak anak juga nyaman," jelas Paras.


"Ya sudah, kita bawa anak anak jalan jalan saja. Habis itu kita di Kuningan bersama Apak dan Amak yah?" tanya Leo.


"Eemm, nggak usah, Apak sama Amak biar dirumah kita, kali aja mereka mau bulan madu. Bawa Maid sama baby sitter aja. Yang beberes rumah juga sudah masuk kerja lagi kan? aku kangen ngabisin waktu sama kamu dan anak anak," pinta Paras.


Leo mengangguk mengerti, "baiklah, kita jalan jalan ke Bandung bawa anak anak, nginap dirumah Mami saja, karena sudah lama aku nggak pulang," senyumnya.


"Iya, aku pengen makan lumpia basah dan siomay, sekalian mau ngirim oleh oleh buat ke kampung," cerita Paras.


"Ya, ya ya," Leo mengangguk setuju.


Tibalah mereka pukul 10.45 waktu Langhai, mobil sport Leonal terparkir diloby, tentu menjadi pemandangan luar biasa bagi Maride yang tengah berkacak pinggang di pintu loby.


"Selamat pagi direktur utama Langhai Group," ucap Maride menyambut Paras dan Leonal.


Paras yang tahu kelemahan Maride mendekati ibu mertuanya.


"Pagi owner, Mami udah sarapan? kita makan bareng? aku bawa beberapa masakan western buat Mami, ada daging asap lada hitam, salad buah dan sayuran. Mami mau?" tanya Paras lembut.


Maride menatap kesal pada menantunya, mengusap lembut perut yang sudah membuncit.


"Kita makan disana saja yah?" tunjuk Maride diruangan VIP yang tersedia.


"Yuuuk, jangan marah marah Mami, aku hamil, jadi susah buru buru," jelas Paras meminta belas kasih.


"Ya, ya! sama kalian aku kasihan, tapi Berlin dan Luqman sudah ku kasih SP dua mereka karena telat sepuluh menit," tegasnya.


Paras hanya tersenyum tipis, bagaimanapun pasti dia yang akan menandatangani surat peringatan itu, batinnya.


Maride, Paras dan Leo menyantap sarapan pagi yang menantunya bawa, sementara Baros tengah sibuk berbicara dengan Simon mengenai ancaman Silutak.


Maride kocak bener, disogok makanan langsung luluh lantah,🀣

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❀️❀️


__ADS_2