
Oke... Part ini sedikit bermain di gerakan 21+. Author akan lebih all out disini, maklum pengantin baru pasti ada adegan Hot dan menguras peluh... π₯
Mohon yang dibawah umur jangan nonton, eeegh baca! ππ€
Ini hanya karya, yang belum halal minggir, apalagi dibawah umur! βοΈβοΈβ
Bijak yah, nanti mamak kelen mengamoook! π
Next..
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Leo membawa Paras masuk ke kediamannya di Kuningan. "Untuk sementara kita disini dulu yah sayang? Setidaknya sampai anak kita lahir!" Ucap Leo saat memasuki kamar yang menjadi saksi kemesraan mereka beberapa bulan lalu.
Paras mengangguk, dia mengambil baju ganti melanjutkan ritualnya bersih bersih sebelum menyiapkan makan malam untuk Leo. "Aku pakai kemeja kamu yang ini yah? Setidaknya lebih besar!" Kekeh Paras tentu di angguki manja oleh suaminya.
Leo menahan lengan Paras, memeluk tubuh gendut sang istri yang membuat dia semakin cinta. "Nduut," Peluk Leo mengusap perut Paras yang masih datar dan tersa padat.
"Hmm!" Jawab Paras menikmati manjanya Leo.
"Malam ini aku mau yah!" Bisik Leo.
Paras tersenyum malu, "iya, makanya mandi, makan malam! Habis itu aku akan buat si unyun mabuk!" Jawab Paras.
"Cup, cup, cup!" Leo mengecup wanitanya, tentu Paras membalas kecupan sang suami, tak berapa lama mereka saling melepaskan pelukan. Membiarkan Paras masuk ke kamar mandi lebih dulu.
Leo tersenyum menatap punggung sang istri. "Ternyata dia benar benar manja saat ini! Membuat si unyun semakin mengeras!" Batinnya mengusap si unyun yang tak bisa tidur jika sudah manja manja dengan Paras. Apalagi setelah halal, melihat istrinya semakin menggemaskan.
β³20 menit, Paras keluar dari kamar mandi, terlihat body yang padat semakin mempertontonkan krakatau yang berukuran besar, membuat Leo semakin sulit mengendalikan n*afsu liarnya ditubuh gembul sang istri.
Paras menaikkan alisnya menatap mata Leo yang tak berkedip padanya. "Mandi Leonal!" Teriak Paras menggeram.
Leo mengerut mengambil handuk dari kepala Paras dengan lembut. "Aku pakai ini aja, biar wangi kamu nempel di aku!" Bisik Leo di cuping Paras membuat bulu kuduk Paras meremang.
Paras membulatkan bola matanya, mencium pipi Leo yang ditumbuhi bulu yang enggan di cukur dari awal bertemu.
"Makasih Ndut!" Leo memasuki kamar mandi.
Paras geleng geleng kepala, berlalu menuju dapur. Mencari bahan masakan untuk diolah untuk makan malam mereka.
"Hmm, suka banget sama udang dan cumi!" Batin Paras, mengeluarkan semua bahan bahan dari kulkas Leo.
Paras mengeksekusi semua bahan, menjadi udang belado, cumi goreng tepung, dan capcay ayam. Menanak nasi di rice cooker.
__ADS_1
Paras sangat piawai mempersiapkan menu yang sehat untuk Leo dan dirinya. Dia rela mengulek sambel sendiri, agar menambah cita rasa yang berbeda.
Udang belado.
Cumi goreng tepung.
Sayur capcai ayam.
"Hmmm! Beres! Bowl, Bowl!" Panggil Paras memanggil Leo yang sejak tadi masih berada di kamar.
Paras bergegas menghampiri Leo, seketika Paras mendengar suaminya tengah berbicara melalui sambungan telfon seluler. Perlahan Paras membuka hendel pintu kamar, menatap Leo yang masih berbalut handuk dipinggangnya.
"Who?" Tanya Paras pelan.
Leo menutup ponsel sesaat, "Kennedy!" Bisiknya pelan.
Paras melepas handuk Leo, yang belum memggunakan apa apa. Mata Paras melihat si unyun yang tengah tertidur, menutup mulutnya kemudian tersenyum menatap Leo. Segera mengambil boxer Leo, dan memakaikannya. Leo mengecup pelan kening Paras.
Paras mengambil baju kaos tipis untuk menutup tubuh sispack cintanya. "Hayuuk makan!" Bisik Paras, mencepol rambut gondrong suaminya agar terlihat rapi.
π"Bro, aku makanlah dulu yah! Besok jam 11 ke kantor saja! Aku tunggu!" Tegas Leo menutup telfonnya, meletakkan handphone miliknya di atas nakas ruang keluarga.
"Resek! Giliran gagal dengan Silutak, meraung ke aku! Berlin di tinggalinnya, Sintya di pacari tapi tak mau dinikahi! Alasannya, dia bukan yang pertama bagi Sintya, minta balik ke Berlin! Siapa dia?" Racau Leo.
Paras tertawa lucu mendengar cerita Leo. "Udahlah, toh Berlin udah mulai move on! Dari pada ngarepin tua bangka yang nggak jelas. Lebih baik Berlin sama Luqman! Dengerin ajah, toh pribadi dia juga nggak baik!" Senyum Paras menatap Leo.
Leo mengangguk setuju, "kita makan, kamu masak apa?" Mata Leo tertuju hidangan yang sangat menggugah selera. "Makasih yah Ndut! Ini enak banget!" Kecup Leo pada kening Paras.
"Iya, yuuk! Makan." Paras menyandukkan nasi untuk Leo, mengambilkan beberapa lauk untuk santapan suaminya.
Seperti biasa, Paras berdo'a, Leo hanya menunggu dengan rona bahagia. Saat Paras selesai berdo'a, perlahan dia menyuapkan Leo dengan tangannya. "Enak nggak?" Tanya Paras penasaran.
Leo memejamkan matanya, menikmati rasa yang sangat khas di lidahnya, "ini enak Ndut! Pas, lezat! Kamu emang pinter! Aku pasti semakin sehat jika di perhatiin gini sama kamu!" Goda Leo pada puncak hidung Paras.
"Kamu makan sendiri yah? Aku laper juga!" Ucap Paras manja.
Leo mengangguk, melahap perlahan masakan Paras yang benar benar pas di lidahnya.
__ADS_1
"Besok Kennedy mau ke kantor! Dia mau bertemu kita! Dia nggak tau kita sudah menikah! Jadi kita masih bermain yah! Propesional dihadapan Kennedy!" Jelas Leo diangguki setuju oleh Paras.
β³20 menit mereka saling bercerita tentang pekerjaan dan perencanaan Baros. Paras mengerti, baginya saat ini pernikahan sudah sangat cukup baginya. Dia yakin Leo akan melakukan yang terbaik untuk masa depan mereka berdua.
"Kamu mau kopi? Atau susu?" Tanya Paras, membereskan piring makan mereka.
Leo mendekat memeluk manja istrinya, "s*usu ini aja boleh?" Goda Leo.
"Mau sekarang atau ntar lagi?" Paras menikmati sentuhan Leo yang sudah bermain di krakataunya dari luar baju.
"Sekarang aja!" Bisik Leo pelan mulai menj*ilati leher jenjang sang istri.
"Hhhhmmmfh Bowl, ini di dapur!" Rengek Paras manja. "Biarin aku beresin ini dulu!" Tunjuk Paras pada meja makan.
Leo merengek seperti anak kecil, Paras mengusap lembut wajah Leo, "kamu bisa sabar sebentar?" ucap Paras yang sudah mengalungkan tangannya dengan mesra di leher Leo.
Leo tak ingin menunggu lama, dia mel*umat bibir Paras yang manis, menahan tengkuk belakang istrinya, membawa menuju peraduan mereka. L*idah keduanya saling menyapa. Semakin lama semakin dalam.
Perlahan tapi pasti, Leo dan Paras sudah tiba diperaduan mereka.
"Bwol, hmmmgh!" Desa*han Paras semakin keluar dari bibir se*xy itu.
"Hmm! Maaf, aku nggak bisa menunggu untuk ini, cup!" Leo semakin mel*umat bibir Paras tentu disambut mesra oleh istrinya itu.
Perlahan Leo membuka kancing baju kemeja yang dikenakan Paras, me*ngecup leher indah itu, perlahan kemeja sudah terlepas dari tubuh Paras. "Kamu mengg*airahkan sayang!Sangat!" Leo membaringkan istrinya menatap mata indah Paras. Memainkan krakatau yang sudah polos. Hanya tinggal segitiga bermuda yang tersisa.
"Kamu kenapa jadi mes*um gini seeh! Nggak bisa nunggu apa? Kan baru selesai makan Bowl! Nanti baby ngambek lhoo!" Usap Paras pada wajah Leo yang sangat tampan dimatanya.
Leo tersenyum, "Aku dari tadi udah kangen banget pengen manja manja tanpa b*aju gini! Kangen banget!" Leo masih memainkan jarinya di pu*ting yang indah itu.
"Hmmm, aaagrh, Bowl!" Rengek Paras manja.
"Des*ah aja sepuas kamu sayang! Aku pengen melihat wajah se*xy kamu! Jujur kamu sangat mengg*airahkan aku!" Leo terus melakukan aksinya sambil menatap wajah sang istri.
"Kha kha mhuuu gombal, hmmmfh!" Leo benar benar memainkan jarinya dengan sangat indah membuat Paras semakin dilanda rasa, rasa ingin, rasa yang sangat dia rindukan dari Leo.
"Nikmati sayang!" Bisik Leo ketelinga Paras.
"Huuumfgh!" Paras sangat menikmati sentuhan Leo yang masih bermain di krakataunya.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Kita lunch dulu yah...π€π
__ADS_1
Happy reading...ππ₯°
Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...ππ₯°β€οΈ