Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Suasana yang beda...


__ADS_3

Leonal menggandeng tangan Paras dengan mesra, menyapa para karyawan Langhai Group yang sudah sibuk dengan beberapa kegiatan, deringan telfon, meeting team, semua aktivitas berjalan dengan baik.


"Pagi Mba Paras, Bang Leo." Sapa seorang wanita se*xy yang sangat sempurna berdiri tegap menonjolkan bu*ah da*da yang tak begitu besar, tapi sangat indah untuk posisi reseptionis. Gadis itu biasa di sapa Dila, wanita pilihan Baros untuk menyambut para tamu yang hadir di perusahaan mereka. Tentu Baros mengurus segala perawatan gadis itu selama berkerja di perusahaan Langhai Group.


"Pagi." Sapa Leo dan Paras lumayan kaku.


Dila sudah mengabdikan diri lebih dari 2 tahun, gadis berdarah Manado itu sangat cerdas dan ramah. Tentu dia bukan gadis kaleng kaleng, kesetiaannya terhadap perusahaan sudah teruji saat Kennedy berusaha menawarkan gaji lebih tinggi padanya. Usia yang masih terbilang muda, kemampuannya dalam menguasai 3 bahasa, Mandarin, Inggris, dan Jerman menjadi nilai plus bagi Baros untuk memberi gaji diatas rata rata.


Paras tersenyum melirik ke arah Dila.


"Semakin semok aja tuh cewek." Kekeh Paras berbisik menanti lift mereka.


Leo melirik sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Paras.


"Bagi aku kamu lebih semok Ndut." Goda Leo merangkul bahu Paras agar lebih mendekat.


Paras merasa nyaman dengan perlakuan Leo padanya, setidaknya walau tubuh Paras masih dikatakan gendut Leo tidak pernah malu untuk memeluknya di depan siapapun. Bahkan Leo sering mencumbu Paras di depan Luqman dan keluarganya. Bagi Paras itu salah satu bentuk perhatiannya yang tidak di buat buat menurut Paras.


"Aku bukan semok Bowl, tapi gendut." Kekeh Paras menyentuh dada bidang Leo.


"Bikin aku semakin geram, Ndut star dong diruangan Papi." Bisik Leo di cuping kiri Paras.


Paras terkekeh geli.


"Hmmm... aku bilang saat bulan madu aja. Baru juga mandi, masak mesti mandi lagi. Masih pagi Bowl." Ucap Paras mencubit perut sispack milik suami tercinta.


"Baju kan ada di kantor, sesekali cari suasana yang beda. Bosen di kamar mulu. Apalagi rumah masih ramai, mungkin akan selalu ramai. Sesekali kita nginap di Kuningan yah?" Bisik Leo.


"Iya sayang, kita mau nginap dimana saja aku ikut. Yang penting sama kamu dan nggak mau jauh jauh walau 2 hari. Aku pikir kamu nggak mau bawa aku ke Jerman. Aku kan pengen nginjakin kaki ke negara panser itu. Udah lama juga aku nggak ke luar negeri. Terakhir beberapa tahun silam, itu pun cuma sampai Singapura." Kekeh Paras mengenang nasib tragisnya.


"Duuuh, kasihan banget istri aku." Goda Leonal.


Tiiing... pintu lift terbuka.


Leo dan Paras bergandengan masuk ke lift menuju lantai 28 divisi direktur dan keuangan. Mereka saling menggoda, di dalam lift. Sesekali Leo mencium bibir lembut istrinya.


"Aku kangen banget Ndut." Rengeknya menciumi leher indah Paras.


"Hmmm, sekarang?" Tanya Paras mulai tergoda.

__ADS_1


"Ho oh." Rengek Leo mulai mengusap lembut pa*ha Paras yang memang menggunakan rok kembang.


"Kamu nggak pakai hotpan Ndut?" Kaget Leo saat meraba bagian ******* ***** itu.


Paras tersenyum geli, "eeegh, aku jadi mau." Rengek Paras mengalungkan tangannya ke tengkuk Leonal.


"Kita keruangan Papi dulu, baru kita beresin kerjaan, 10 menit aja." Leo semakin mendekap tubuh subur itu agar masuk ke pelukannya.


Tiiing,


Paras dan Leo bergegas melepas pag*utan mereka agar tidak terlihat oleh beberapa karyawan yang lain.


Leo dan Paras segera melangkahkan kaki menuju ruangan Baros, tentu sebelumnya telah memberi kabar pada Yani secretaris mereka berdua.


"Pagi Mba cantik," Sapa karyawan cantik yang menemani Berlin selama ini di divisi keuangan.


"Hmmm, pagi." Sapa Paras tersenyum tipis.


"Mba, aku nanti minta tanda tangan yah?" Bisiknya saat berpapasan.


Paras mengangguk bergegas menghilang menuju ruangan Baros, karena Leo memang lebih dulu masuk ruangan Baros agar tidak di ketahui karyawan lain.


Yani mendekati Sinta, yang baru berbicara dengannya. "Perasaan gue ngelihat Mba Paras deh, gue mau minta tanda tangan untuk berkas ini." Ucap Yani pada Sinta.


"Ini mesti di serahkan pukul 08.30." Batin Yani menghubungi Leo melalui whatsApp. Tapi belum ada jawaban yang berarti.


"Gue yakin mereka lagi in the hoii di ruangan Tuan deh." Tambah Yani membatin.


Yani kembali ke mejanya, menunggu kabar dari Leonal dan Paras.


"Masih pukul 08.10." Batin Yani kembali menghubungi Leonal.


Sementara di ruangan special milik Baros, kedua pasutri itu tengah mengurut si unyun dengan penuh ga*irah. Paras berkali kali mend*esah di buat Leonal saat memompa incubator milik istri tercintanya.


"Enak banget sayang, kita nyampe barengan yah?" Ucap Leo mempercepat ritme alunan kecepatannya di atas tubuh gendut itu.


"Aaaaugh, oooogh..." De*sah keduanya saat mencapai pelepasan.


Leo meninggalkan beberapa kissmark di leher indah milik istrinya, begitu juga Leo, Paras sengaja memberi tanda Spiderman untuk memastikan bahwa Leonal adalah milik Paras.

__ADS_1


Paras mengusap lembut punggung Leo, "kamu suka nggak? Mba ngasih aku ramuan. Aku rasa kok semakin penuh yah Bowl?" Bisik Paras merasa geli saat unyun kembali mengeras.


"Bowl," Paras kembali mendesah.


"One more honey." Mohon Leo kembali memompa unyun di milik Paras yang membuat Leo ketagihan.


"Aaaaugh oooogh, Bowl enak banget." De*sah Paras saat Leo memilin pu*ting yang indah walau istri gendutnya sedang menyusui.


"Jangan di dalam Bowl, nanti aaaagh!" Erang Paras saat Leo memintanya untuk memegang kendali di atas tubuh kekar itu.


Paras menggigit bibir bawahnya merasa kan si unyun berkerja lebih keras untuk memuaskan sang istri. Paras terus memompa naik turun, memejamkan kedua matanya saat Leonal memainkan krakatau yang indah itu.


"Lebih cepat sayang, oooogh. Nikmat banget Ndut. Kamu semakin lincah dan se*xy." Bisik Leo saat Paras semakin menggila di atas tubuhnya.


⏳20 menit mereka bertempur di ranjang ruangan Baros yang privasi, membuat handphone milik Paras dan Leonal tak kunjung berhenti berdering.


"Aaaaugh hmmmfgh..." Keduanya kembali mencapai pelepasan secara bersamaan. Saling mel*umat tanpa ingin melepas dec*apan keduanya.


Paras merebahkan tubuhnya di atas Leo.


"Kamu hebat banget suami ku." Bisik Paras kembali di telinga Leo kembali mengatur nafas masih terengah.


"Hmm, kamu luar biasa Ndut. Membuat aku jadi candu. Incubator milik kamu menggigit unyunku jadi cepet sampe." Kekeh Leo.


"Ooough, indahnya dunia ku." Kekeh Paras melepas unyun dari miliknya.


Paras menggapai handphone miliknya, melihat beberapa pesan yang masuk dari Yani dan Sinta.


"Aduuuh, aku mandi deluan. Anak anak nyariin kita Bowl." Ucap Paras bergegegas masuk ke kamar mandi.


Leo menyusul Paras untuk mandi bersama. Tentu Leonal minta tambah lagi dan lagi.


"Leooonaaal... aaagh." Paras tidak bisa menolak karena dia juga menginginkan hal itu.


Bersambung...


___________


Hareudaaang ce...🔥

__ADS_1


Mohon maaf lambat update-nya... berhubung handphone author minta di Lembiru... Lempar ganti baru...🙄🙏


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2