Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Sakitnya tu disini.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang kerumah Paras manangisi diri sendiri. Tak menyangka akan terjadi seperti ini. Bahkan skandal perselingkuhan yang menjadi topik sangat mempermalukan harga dirinya sebagai seorang wanita yang sudah menjadi istri seorang Leonal.


⏳2jam perjalanan, menembus kemacetan kota Jakarta dengan hati luka hancur berkeping keping karena kebodohan masa lalu. Aib yang dulu di tutup rapat oleh Paras dan keluarga kini terbuka lebar. Kenapa tidak, ini adalah hal memalukan, skandal perselingkuhan yang notabene Paras adalah korban kejahatan Silutak.


Flashback on.


Kirana atau yang biasa disapa Luna tengah asyik menghabiskan waktu menemani Paras di Jakarta. Mereka berdua tinggal di apartemen Paras di Semanggi Jakarta. Seperti biasa Paras harus berangkat ke kantor lebih pagi karena mempersiapkan semua kebutuhan Silutak.


Paras yang sejak gadis memiliki tubuh lebih gendut dari Luna, dia harus lebih sigap dibanding orang kurus. Kalau kata Amak, nggak penting gemuk atau kurus, yang lebih penting hati dan cekatan ditambah harus bisa menjaga diri.


Semenjak Luna berstatus menjadi janda, dia tak ingin bertemu dengan Apak dan Amak karena kecewa akan pernikahan yang gagal dengan Datuak Rajo Omeh karena hasil perjodohan membuat perasaan Luna hancur berkeping keping. Sudah hampir sebulan Luna berada di Jakarta menemani Paras. Hari ini dia ingin ikut dengan adiknya ke kantor.


"Uni ikuik yoo! Maleh Uni tingga disiko." Ucap Luna saat baru selesai melakukan ritualnya.


"Iya, hayuuk! Kali aja jumpa calon misua!" Kekeh Paras menggoda Luna.


"Seharusnya aku nggak nikah deluan. Harusnya kamu yang nikah sama datuk gila itu. Bukan aku!" Ejek Luna.


"Sssst, terima takdir. Jangan mengeluh. Nggak baik!" Ucap Paras.


"Hmmm," Luna terkekeh.


Mereka kakak adek yang kompak, walau tubuh Paras lebih gendut, Luna selalu membantu Paras mengikat rambut kriwilnya lebih tinggi. Menurut Luna, Paras akan tampak se*xy jika rambutnya di cepol keatas gini. Paras mengikuti aturan Luna, mereka turun menuju basemen, mengendarai mobil Paras kala itu, 9 tahun yang lalu.


"Un, bekko tunggu di pantri sajo yo! Ndak lamak samo Pak Bos kalau Uni duduak di kursi Paras!" Bisik Paras pada Luna saat memasuki gedung perkantorannya.


"Iya!" Senyum Luna.


Tiiiing, pintu lift terbuka.


"Hai sayang ku!" Sapa Silutak pada Paras, saat keduanya akan memasuki lift.


"Haii Bang, kenalkan ini Uni aku! Kebetulan dia tengah patah hati, makanya datang ke Jakarta untuk mengobatinya!" Jujur Paras menggoda sang kakak dihadapan Silutak tanpa berfikir aneh aneh.


Sheeeer,

__ADS_1


Deg deg deg,


tiiiiiing, mata Luna dan Silutak saling tatap, memberikan sinyal sinyal 2G, 3G and 4G langsung conecting tersambung secara otomatis.


"Oooogh, kamu punya kakak sayang? Baiklah, kan bisa kita jadikan dia marketing untuk kapal kita sayang." Bisik Silutak ketelinga Paras membuat bulu kuduknya meremang.


"Hmmm, terserah abang saja! Aku ikut, kan abang bosnya!" Kekeh Paras.


Silutak tersenyum picik. "Oke, hari ini tutup akses tamu. Aku traning Uni kamu dulu yah?" Bisik Silutak lagi.


Paras mengangguk mengerti tidak memikirkan hal negatif apapun yang akan terjadi. Bagi Paras, Silutak adalah pria jujur tidak suka berselingkuh dengan status dudanya.


Saat tiba dimeja, Silutak dan Luna duduk diruangannya dengan alasan interview. Paras menyalakan semua sistem diruangan Silutak itu. Menyalakan AC, peredam ruangan, dan menutup tirai secara otomatis. Menyiapkan sarapan Silutak seperti biasa. Roti bakar dan kopi susu seperti Paras. Tanpa perasaan curiga, Paras kembali kemejanya sebagai secretaris Silutak.


"Uni, Paras tingga yoo! Tenang, abang alah jinak!" Kekeh Paras.


"Santai saja, kamu kayak nggak tau aku saja ndut!" Kekeh Silutak menepuk bok*ong Paras dihadapan Luna.


"Iiighs, udah aaagh!" Paras pergi. Dia paling tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Silutak, walaupun mereka ada hubungan dan Luna kakak Paras, bagaimanapun harus ada privasi.


Luna tipe wanita lebih berani dibanding Paras adiknya. Dia menyandang status janda sudah hampir 3 bulan. Jadi bagi dirinya tidak masalah memiliki hubungan khusus dengan pria lain. Walau Luna tau Silutak menjalin hubungan khusus dengan adiknya. Hitung hitung uji nyali, batin Luna.


Gayung bersambut, tak menunggu lama mereka saling menyapa berkenalan, bercerita, Silutak semakin berani meraba paha mulus Luna.


"Hmmm, abang! Nanti Paras masuk lhoo!" Bisik Luna pada Silutak.


"Aaagh, dia itu masuk paling nganter berkas doang! Buat tanda tangan, tapi pintu udah abang kunci!" Bisik Silutak pada Luna.


Silutak menyentuh dagu Luna memberanikan diri mencium bibir janda cantik dihadapannya itu. "Huuuufg, manis sekali bibir mu! Kamu janda kembang yah?" Goda Silutak tiba tiba melu*mat bibir Luna semakin rakus.


"Aaaaaagh, hmmmmmfgh bang!" Bisik Luna semakin memeluk leher Silutak.


Tak ingin menunggu lama, Silutak membawa Luna keruangan pribadinya, mengunci pintu utama. Perlahan tapi pasti dalam keadaan setengah lapar, Luna sudah berada dalam kungkungan Silutak.


"Kamu siap baby? Aku tidak akan berenti! Jika kau memberikan ini pada ku, aku akan memberikan semua yang kau mau!" Tunjuk Silutak pada incubator Luna sambil memainkan jari jarinya diwajah janda kembang itu.

__ADS_1


Luna mengangguk, menerima sentuhan tiap sentuhan. diatas tubuhnya. Sesekali mende*sah kecil karena tertahan oleh bibir Silutak yang buas. Perlahan Silutak dan Luna kini polos tanpa benang sehelai pun.


"Ooogh my God! Kau terlalu cantik, Luna! Mulus!" Bisik Silutak ingin mengunjungi bagian incubator milik Luna dengan lidahnya.


Benar saja, Luna membuka kedua kakinya, menerima lum*atan tiap lum*atan yang diberi Silutak dibagian intinya. "Aaaaagh, bang!" Er*ang Luna meremas kepala Silutak agar bermain lebih lama lagi dibawah sana.


Silutak mengusap bibirnya, kembali menggerayangi tubuh cantik janda itu menikmati dengan buas tiap tiap inci, meninggalkan beberapa kissmark disana, membuat ga*irah Luna semakin menggila. Keduanya benar benar tebakar na*fsu pagi itu.


Setelah puas dengan tubuh Luna, Silutak ingin dipu*askan Luna berada diatas tubuhnya. Tentu saja, Luna mengambil kendali bermain diatas Silutak.


Bleeez, "Aaaagrh!" Keduanya meng*erang nik*mat.


"Bang, ini bes*ar banget!" Racau Luna saat menggoyangkan unyun dengan perlahan di incubator Luna yang terasa penuh.


Silutak mend*esah, "punya kamu yang se*mpit sayang!" Ucap Silutak memainkan pu*ting Luna yang sudah mene*gang indah.


Luna dan Silutak semakin menikmati permainan mereka dengan berbagai macam gaya dan sensasi yang luar biasa indahnya. Entah berapa kali Luna mencapai pelepasan diatas tubuh pria yang mengaku duda itu. Silutak benar benar luar biasa menakhlukkan wanita diatas ranjang. Bahkan dia mampu melakukannya lagi dan lagi. Hari itu adalah hari terindah bagi Luna dan Silutak menghabiskan waktu, tanpa ada gangguan dari siapapun, termasuk Paras.


Paras yang dapat merasakan kejadian itu hanya diam saat mendapati Luna keluar dari ruangan Silutak dengan rambut basah, dan baju sedikit kusut.


Deg, "Uni habis ngapain?" Bisik Paras pada Luna.


Tapi, Silutak langsung merangkul tubuh langsing Luna didepan mata kepalanya. "Siapa yang nggak sakit dong! Sakit banget, bahkan sakitnya tuh disini! Didalam hatiku." batin author.


Mentang mentang aku gendut, seenaknya dipermainkan pria itu, batin Paras menangis di meja kerjanya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Maaf Author kurang sehat... jika ada penulisan yang tidak teratur harap dimaklumi... πŸ™πŸ€§


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯

__ADS_1


__ADS_2